--- In [email protected], shodan purba <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> 
> 
> 
> From: cpatriawgmail <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Thursday, August 7, 2008 1:46:21 AM
> Subject: [tanahkaro] Re: Tengkulak Yes! Tengkulak No!
> 
> Tahun 1945-1970 negara barat menganut Keynesian dimana state
> 
> intervention masih ketat, 1970 sampai sekarang kaum Liberal menjadi
> raja  hingga saat ini ada kemungkinan kalau kedepanya bisa berubah
> lagi karena unregulated- kapitalisme- liberal terbukti gagal di amerika.
> Abad 21 ini ditandai dengan "the rise"-nya negara sosialis macam China
> dan India.
> Tanggapan Bp Nona Sampaguita:
> Saya tidak ngerti, siapa saja yang mengatakan dan kenapa dikatakan
"kapitalisme liberal"  di Amerika gagal. 
>>>>>>>>>

Bukan saya itu yang bilang , tapi sebagian rakyatnya sendiri setelah
mortgage crisis  dimana hampir tiap minggu ada bank2 yang berjatuhan ,
layoff dimana2 sampai kemaren itu Upah Minimum Regional di Kalifornia
diturunkan.


> Apakah kejatuhan 'property' dan atau deficit spending pemerintahan
dianggap sebagai kegagalan "unregulated kapitalisme?" 
> 

Ya point paling pentingnya ini.

alasanya adalah karena AS sustain ekonominya hanya berdasarkan
consumer spending dan ini bisa jalan dengan mem-feed public spending
terus menerus oleh Debts/hutang/teknologi yang disupply (baik produksi
,teknologi dan money supply) dari negara Eropa dan Asia.

Hutang average customer  di AS itu 14 kali di Asia.


> ===============================================
> 
> From: cpatriawgmail <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Thursday, August 7, 2008 1:46:21 AM
> Subject: [tanahkaro] Re: Tengkulak Yes! Tengkulak No!
>   
> Teori kapitalisme- liberal membuat orang kaya makin kaya dan miskin
> makin miskin itu ternyata bukan terjadi di indonesia saja tapi juga di
> amerika dan ironisnya, saya lihat justru orang amerika sendiri yang
> lebih rajin dan agresif dalam melawan ini.
> Tanggapan Bp Nona Sampaguita:
> 
> 
> Kapitalisme tulen akan selalu melihat jangka panjang dan tidak akan
mau mitranya apalagi yang masuk dalam kategori 'kaum miskin', tambah
miskin. Mereka akan kehilangan mitranya, kalaupun bukan revolusi yang
terjadi. Revolusi akan sangat mahal bagi suatu ekonomi, terutama
kepada kalangan kapitalis, pengambil resiko itu sendiri.  Nggak perlu
jauh2, melihat demonstrasi-demosntrasi saja, nyali para
investor/kapitalis jadi ciut. 
> 
> Tidak heran kalau sekarang, corporasi kelas menengah saja  sudah
menjadikan corporate social responsibility sebagai suatu agenda untuk
memastikan keberadaan jangka panjang mereka.  Di abad informasi
seperti sekarang ini, keleluasaan Economic hit-man, one shoot deal,
semangkin terbatas, kecuali kalau (oknum) pemerintahan tuan rumah
memang "mengundang"nya.   

===============================

iya, "perkecualianya" itu yang terjadi ; pemaksaan deregulasi ,
pemotongan tariff dari negara maju terhadap developing country dst dst.

jaman sekarang economic hit men justru makin berkembang, bahkan
didalam AS sendiri, dari thesisnya mbak Naomi Klein, sewaktu katrina
terjadi, ada 50 public school (sekolah gratis disubsidi pemerintah).
after katrina, para kapitalis pengikut Friedmanism ini pushing lokal
government untuk menderegulasi sektor pendidikan, jadi kata mereka gak
usah bikin public school yg gratis tapi private school saja biar bisa
menghasilkan profit buat persh 'economic hit men'-lokal. walhasil di
new orleans cuman ada tinggal beberapa public school saja  padahal
private school tidak terlalu affordable disana. Ini contoh kecil saja
dimana economic hit men masih leluasa.

mungkin gini bedanya:

Free Market Theorist umumnya menberikan janji, umumnya janji
kesejahteraan setelah semua hal dibebaskan, no regulation.

sementara Anti(atau Non) Free Market Activist menggunakan metodologi
pengujian thesis atau membaca Sejarah, apakah teori free market
theorist itu jalan atau tidak dan kemudian melakukan acute analysis
diatasnya.



bujur,



Carlos


Kirim email ke