Re: Aron adalah bentuk kooperasi karo Mejuah-juah permilis sirulo Shodan Purba: "Yang saya pernah dengar dan baca, bahwa koperasi yang akhirnya menjadi tangguh adalah yang diinisiasi oleh para anggotanya yang punya 'common problem', yang melihat bahwa 'persatuan' adalah cara mereka keluar dari permasalahan mereka". Carlos Ptriawan: "Setuju sekali, ini maksud saya dimana koperasi bisa jalan di Indonesia ketika pengurus dan anggotanya mempunyai strong ideologi alias pemahaman ideologi , moral, problem dan pandangan hidup yang sama (common problem dalam hal diatas)".
Setelah membaca tulisan Advent Tambun, kiranya sudah semakin dekat milis kita ke persoalan mengapa koperasi kita tidak jalan dan bagaimana supaya jalan (dari embrio koperasi alamiah Karo). Contoh konkrit (pemisalan) dibikin Advent Tambun semakin jelas, bahwa kalau berangkat dari problem dan kepentingan anggotanya, dan digerakkan dan diurus oleh anggota-anggotanya sendiri, siapakah yang berani korupsi disitu. Mereka kenal dan bisa 'dihakimi' sendiri. Kalau mau bekerja untuk semua (koperasi) silahkan dan kalau tidak mau minggir, ganti yang lain yang mau. Satu yang jadi problem tersendiri ialah soal gaji atau ganti jasa bagi pekerjanya, mungkin harus lebih dahulu dibicarakan berapa sepatutnya dan berapa waktu yang harus dipakai dalam pekerjaan sebagai pengurus koperasi. Yang lain ialah pendidikan koperasi, karena apa saja akan berkembang lancar (perkembangan harus ada) jika pengetahuan semakin luas dan tinggi. Seperti ditulis juga oleh Karo karo Sitepu PS): "atau barangkali perkembangan koperasi sangat tergantung pada tingkat pendidikan masyarakatnya". Pendidikan ini sebagian mungkin adalah tugas dari pemerintahan (daerah atau pusat). Banyak contoh yang juga sudah dipostingkan Edi Tarigan dan mengatakan bahwa "memang terbukti koperasi itu adalah alat yang handal untuk memajukan masyarakat..." Disamping itu kalau koperasi berdiri teguh tentu para tengkulak pastilah berangsur mundur atau setidaknya seperti dikatakan Juara Ginting, bukan lagi "The God Father untuk mereka" . Bujur ras mejuah-juah MUG -- --- In [email protected], Advent Tambun <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Di hampir semua belahan dunia ini telah ada sistem kooprasi delam bentuknya sendiri-sendiri. Di tanah karo dari dulu telah hidup dan tumbuh dengan baik ARON. Ini adalah kooperasi dalam bentuk sederhana dimana para anggotanya menawarkan tenaga sebagai sumber utama kooprasi tersebut. Aron adalah kelompok petani yang sistem kerjanya adalah bergiliran dari satu ladang ke ladang yang lain. Sistem Aron ini tidak jauh berbeda dengan Arisan, atau San yang dikenal di Amerika Latin. Bedanya adalah dalam bentuk modal yang ditanamkan, Aron menanamkan tenaga sebagai modal sementara Arisan menanamkan uang sebagai modal. Sayang, bentuk Aron ini sudah tidak familiar lagi saat ini. Sekarang mari kita berteori sedikit dan melihat bagaimana sesungguhnya Aron itu bisa menjadi kekuatan ekonomi pertanian ( sayang sudah keburu mati...tetapi sesuatu yang mati bisa saja bangkit dalam bentuk yang lain). Sekali lagi, mari kita berandai-andai.... Katakanlah Aron itu terdiri dari 10 orang anggota, dan setiap anggota memiliki satu ladang yang membutuhkan 100 kg pupuk pertahun. Artinya mereka butuh 1 ton pupuk pertahun. Bila mereka bergabung dan membeli pupuk sendiri-sendiri maka dibutuhkan biaya transport 100 rb per orang, yang artinya kesepuluh orang tersebut akan mengeluarkan 1.000.000 rupiah untuk biaya transport. Tetapi bila mereka membeli secara bersamaan, maka jumlah satu ton tersebut akan diantar ke tempat mereka dan dengan demikian biaya transportnya akan kurang setengah. Artinya mereka untung rp. 500.000. Dan biasaya kalau pembelian pupuk banyak maka akan dapat diskon 10 persen. Nah dengan demikian kelompok ARon ini akan untung Rp. 600.000 per tahun, hanya dari pupuk saja. Perbandingan harga pupuk bila dibeli perorangan dan kelompok Jumlah orang Bentuk pembelian Jumlah pupuk Harga pupuk Total harga pupuk Keterangan 10 Sendiri 100 kg 10.000/kg 1.000.000 10 kelompok 100 kg 9.000/kg 900.000 discont sepuluh persen dari harga normal karena membeli banyak Biaya transport pembelian pupuk Jumlah orang Bentuk pembelian Jumlah pupuk Biaya transport Total harga pupuk Keterangan 10 Sendiri 100 kg 10.000 1.000.000 10 kelompok 100 kg 5.000 500.000 Biasanya kalau kita membeli jumlah besar si pedagan bersedia mengantarkan sendiri dengan tambahan sedikit biaya transport Jadi Biaya pembelian pupuk secara perorangan adalah : 2.000.000 Sedangkan, Biaya pembelian pupuk secara bersama adalah : 1.400.000 Jadi cost yang bisa diminimalizir ( atau untung) adalah 600.000. Nah bila kebutuhan lain dilakukan dalam bentuk yang sama maka cost yang bisa dinimalisir akan jauh lebih besar. Kesimpulan: 1. Kooperasi sangat cocok dengan Indonesia dan sudah pernah ada. Sayangnya mereka yang kemudian datang dengan konsep kooperasi eropahnya tidak memperhatikan kekayaan CULTURAL ini dan terlalu dini mengambil kesimpulan bahwa kooperasi tidak cocok dengan budaya kita. Pertanyaan : Mengapa tidak berkembang seperti di Eropa? Pertanyaan yang sama saya lontarkan ketika dikampungku orang meruntuhkan rumah adat untuk membangun rumah batu dengan tiang gaya Spanyol( sedangkan di Spanyol sendiri rumah-rumah tua itu sangat mahal harganya dan dijaga) Mungkin, karena kita terlalu sibuk melihat dunia yang jauh dari kita dan melupakan kekayaan yang kita miliki sendiri. Mjj, advent tambun www.bukuspanyol.com __________________________________________________________ Låna pengar utan säkerhet. Jämför vilkor online hos Kelkoo. http://www.kelkoo.se/c-100390123-lan-utan-sakerhet.html?partnerId=96915014
