Demo SBY, 24 Mahasiswa Makassar Diciduk Polisi
 by Redaksi on September 27th, 2008
Makassar (SIB)
Kedatangan Presiden SBY di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (26/9), 
juga disambut unjuk rasa mahasiswa. Buntut kejadian itu, 24 mahasiswa ditangkap 
polisi.
Para mahasiswa itu ditangkap dari 2 lokasi unjuk rasa yang berbeda. Pertama, 
sebanyak 13 mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) ditangkap saat demo di 
depan Masjid Al Markaz Al Islami, tempat Presiden dan rombongan melaksanakan 
salat Jumat.
Sedangkan 11 mahasiswa lainnya diamankan di depan kampus Universitas Muslim 
Indonesia (UMI) Makassar, Jl Urip Sumoharjo. Mereka diangkut dengan mobil 
polisi ke Mapolresta Makassar Timur.
Para mahasiswa ini menilai SBY gagal menjalankan roda pemerintahan. Hal 
tersebut terlihat dari berbagai kasus yang belum juga diselesaikan, seperti 
kasus lumpur Lapindo, BLBI dan kenaikan harga BBM.
Kasat Reskrim Polresta Makassar Timur, AKP M Nur Akbar, membantah pihaknya 
bertindak refresif tanpa alasan. Menurutnya, para mahasiswa tersebut tidak 
mengantongi izin untuk melakukan unjuk rasa. (detikcom/x)
--
Minggu, 28/09/2008 22:20 WIB
Rencana Penangkapan Rizal Ramli
SBY: Yang Ditangkap Adalah Dalang Kerusuhan
Anwar Khumaini – detikNews
 
Jakarta - Rizal Ramli menuding Presiden SBY melakukan intervensi terhadap 
penangkapan beberapa tokoh yang diduga menjadi tokoh intelektual di balik aksi 
demo menentang pemerintah. SBY membantah anggapan tersebut. Menurut SBY, dia 
hanya menangkap orang-orang yang menjadi otak terjadinya kekerasan.

"Di Jakarta saja demo setahun jumlahnya ada 1.234 kali, sebulan 154 kali, mana 
yang ditangkap paling cuma 1 atau 2 orang saja," ujar SBY saat beraudiensi 
dengan wartawan di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Minggu 
(28/9/2008).

Menurut SBY, justru di berbagai aksi demonstrasi dirinya banyak mendapat 
hinaan, cacian, makian. Bahkan fotonya sering diinjak-injak. 

"Foto saya banyak yang dibakar, diinjak-injak, seperti yang saya katakan 
represif," ujarnya.

Khusus untuk Rizal, SBY menegaskan dirinya tidak salah melakukan penangkapan 
atas orang yang menjadi aktor di balik terjadinya kekerasan.

"Khusus untuk Rizal Ramli, tiga kali sudah saya sampaikan kepada Jaksa Agung, 
ke Kapolri, hati-hati untuk proses masalah ini. Menggerakkan, membiayai, 
mengarsiteki itu bukan kesalahan. Tetapi kesalahannya adalah menjadi dalang 
kekerasan dan kerusuhan," ujarnya.

Dalam kesempatan ini SBY juga banyak menyoroti masalah hukum antara lain, 
revisi RUUK DIY, Revisi UU MA, juga masalah yang sedang dihadapi besannya Aulia 
Pohan. SBY kembali menegaskan dirinya tidak pernah menghalang-halangi KPK untuk 
mengusut kasus korupsi kepada besannya sekalipun.(anw/mok)
 


      ___________________________________________________
Sök efter kärleken!
Hitta din tvillingsjäl på Yahoo! Dejting: 
http://ad.doubleclick.net/clk;185753627;24584539;x?http://se.meetic.yahoo.net/index.php?mtcmk=148783

Kirim email ke