mjj bukan saya mau mencampuri urusan perkoeah..... kayanya ini masalah pribadi dan menurut saya kurang pas dibahas di milis kita ini lebih kita pikirkan bagaimana tanah karo bisa lebih maju, bagaimana kebudayaan karo bisa maju...seperti yang dilakukan oleh bang joey dkk....lebih baik masalah itu dibahas di email pribadi...mohon maaf jika ada yang tersinggung....bujur MJJ
--- On Tue, 10/28/08, keshya_brubirink <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: keshya_brubirink <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [tanahkaro] [infokaro] Re: Mengundurkan Diri. To: [email protected] Date: Tuesday, October 28, 2008, 1:18 AM Sabar kam Unjuk, ulanai jawabindu. jago ia asa kam, em kin dahinna. Emaka cirem saja aku mbegi2 rananna. --- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, Ginting Christina <christina_gtg@ ...> wrote: > > > Dari > dulu, Perkoeah eksis dan bahkan sempat dikagumi karena > kegiatan-kegiatan dan pemberitaan- pemberitaan atas > kegiatan-kegiatanny a. Setelah Christina br Ginting masuk ke dalam > kepengurusan Perkoeah, persoalan yang dihadapi setiap harinya adalah > soal perubaten antar pribadi-pribadi. > > Begitulah pintarnya sdr Juara Gtg memutarbalikkan semua situasi-situasi dan kenyataan. > Malahan saya yang menjadi korban mengikuti Sdr juara Ginting. Malah sejak saya masuk ke pengurusan di "perkoeah " saya justru dijauhi dgn kade2 di Belanda bahkan kade2 yang di jerman (Hamburg). Juga salah seorang Abangnta di Hamburg mengatakan kepada saya sendiri, "Sirang mejuah-juah kita lebe ya ting " artinya sirang mejuah-juah selama saya mengikuti Sdr juara gtg. > > Apakah > itu masa keemasan? Saat itu saya tahu Sdr. Christina br Ginting sangat > anti terhadap ketua Perkoeah. Entah mengapa, saya tidak tahu. Saya > sebagai wakil ketua Perkoeah mencoba menjembataninya. > > Saya anti dengan "perkoeah" swaktu masa Nd Budi sebagai ketua anda bilang, hahahahaha > Justru swaktu Nd Budi ketua perkoeah tgl 10 januari 2004 Bukit Lawang Day. > Saya malahan membawa anggota Indonesia Muenchen untuk hadir bersama Ibu ketua Indomu > Ibu Yanti kreissig dan teman2 lainnya membawa langsung sumbangan kami dari Indomu sebesar > 850 euro. Malahan saya ikut mendukung justru sebaliknya malahan anda yang habis2 an menjelek2kan Nd Budi kepada saya. > > Dibawah ini ada bukti mail saya k "perkoeah" > Tgl Fri Jan 2, 2004 4:22 am > Bagepe man sinihamati kami ibu ketua Nd.Budy, dalam rapat IndonesiaMu, > kami mau melaporkan bahwa dana yang sudah terkumpul. > > Dari sumbangan masyarakat München dan Jemaat Indonesia München 649,23 Euro > dan Ibu ketua mengatakan digenapkan ( diambil dari kas Indomu )menjadi 700 > Euro. > Dari kas Jerman BatakSelatan 150 Euro. > Jadi total semua 850 Euro. > Enda adipe labo galang jumlahna tapi kami berharap banci ibahan man > gambaran dari rasa kepedulian kami kerina yang berada di negeri orang > ... sindauh dari kutanta atas musibah yang menimpa sebagian > saudara-saudara kita bukit lawang. Dana enda kari langsung kari ibaba kami > ras ibereken langsung dari Ibu ketua Indomu Yantikreissig ku Ibu ketua > Perkoeah kita Nd. Budi. > > Bujur melala ras Tuhan memberkati kita kerina, > Nd.Melissa Ginting. > > > Apakah perempuan > selalu tidak suka bila perempuan lain dipersilahkan untuk maju? Itulah > analisis saya dalam persoalan Perkoeah yang diributkan oleh Christina > br Ginting. Masalah kecemburuan dan iri (sedikit ditambah dengki). Dia > punya pandangan, saya juga punya pandangan. > > Kalau mengenai pandangan tentang Anda dan saya. > Semua kade2nta i Eropah, terutama kade2nta yang di Belanda tau siapa ANDA, dan tau siapa saya. > Silahkan Turang senina sikunihamati bas milist enda nungkun secara pribadi siapa sdr Juara ginting ku kade2nta si lit i Eropa. Enda mail pribadina [EMAIL PROTECTED] . > [EMAIL PROTECTED] > > Soal mengundurkan > diri, di milis ini juga Christina br Ginting pernah menghujat Perkoeah. > Mengapa tidak saat itu dia mengundurkan diri dari kepengurusan? > > Saya tidak pernah menghujat "perkoeah", anda saja yang menginterprestasika n kata2 saya. > Saya mengeluarkan surat pengunduran diri biar nggak ada lagi sangkut pautnya dgn perkumpulan ini makanya saya menyatakan mundur dari kepengurusan itu. > Supaya saya merasa aman saja. > Itu saja maksud saya. > > Christina gtg. > > > > > > ____________ _________ _________ __ > From: Si Laga Man <juara_ginting@ ...> > To: [EMAIL PROTECTED] s.com > Sent: Monday, October 27, 2008 11:26:38 AM > Subject: [infokaro] Re: Mengundurkan Diri. > > > --- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, Ginting Christina <christina_gtg@ ...> wrote: > "... Kepengurusan terbentuk lewat komunikasi jarak jauh itu tadi, ya > memang begitu dari dulu, tapi kan nggak bisa dianggap kepengurusan itu > ecek-ecek ..." > > > Dari > dulu, Perkoeah eksis dan bahkan sempat dikagumi karena > kegiatan-kegiatan dan pemberitaan- pemberitaan atas > kegiatan-kegiatanny a. Setelah Christina br Ginting masuk ke dalam > kepengurusan Perkoeah, persoalan yang dihadapi setiap harinya adalah > soal perubaten antar pribadi-pribadi. > > > "... Masa Hartawati br Gurusinga jadi ketua Perkoeah (itu masa > keemasan perkumpulan ini) ada rencana membuat akte notaris tapi tdk > jadi karena Hartawati (Nd Budi) pulang ke Indonesia ..." > > > Apakah > itu masa keemasan? Saat itu saya tahu Sdr. Christina br Ginting sangat > anti terhadap ketua Perkoeah. Entah mengapa, saya tidak tahu. Saya > sebagai wakil ketua Perkoeah mencoba menjembataninya. > > Soalnya > begini, saya adalah tim sukses yang mengupayakan sdr. Hartawati > Gurusinga terpilih menjadi ketua Perkoeah dengan menempatkan diri saya > sendiri sebagai wakil ketua. Karena Hartawati Gurusinga terpilih > sebagai ketua, beberapa orang mengambil jarak dari Perkoeah. Salah > satu diantaranya adalah Christina br Ginting. Selanjutnya saya mencoba > menjembatani masalah ini dengan melakukan pendekatan terhadap Christina > br Ginting. Ketika Christina br Ginting terpilih sebagai wakil ketua, > beberapa orang lainnya lalu mengambil jarak pula dari Perkoeah. > > > " ... ada rencana membuat akte notaris tapi tdk jadi karena Hartawati (Nd Budi) pulang ke Indonesia ..." > > > > Perkoeah > sudah punya akte notaris dengan status sebagai yayasan (stichting). > Hartawati Gurusinga termasuk salah seorang pendirinya. Akte itu telah > dibuat jauh sebelum Hartawati pulang ke Indonesia. Ini artinya kam > memang sok tahu tentang Perkoeah, makanya kam membencinya, tapi mau > menerima ketika saya menawarkan agar kam menjadi wakil ketua (untuk > diusulkan kepada teman-teman, bukan mengangkat kam. Kalau akhirnya > lobiku berhasil membuat kam jadi wakil ketua, itu lain lagi soalnya; > seperti lobiku agar kam diterima sebagai wakil pemimpin umum Sora Mido > waktu itu). > > > > ".. Sejak itulah perkumpulan ini merosot terus karena beberapa > orang-orang Karo di Eropa yg dulu merasa bagian dari perkumpulan ini > tidak lagi merasa tertarik. Buktinya kerja tahun III tdk banyak lagi > org yg muncul, enggo teremen beligan panitia asangken kalak si reh ..." > > > Setahu > saya, Perkoeah hanya pernah mengadakan kegiatan kerja tahun. > Kegiatan-kegiatan masyarakat Karo di Belanda biasanya dilakukan oleh > Tartar Bintang. Dalam pemberitaannya, terutama di milis ini, saya > selalu menmpatkan kegiatan-kegiatan Tartar Bintang sebagai bagian > Perkoeah (karena saya ingin Perkoeah kelihatan aktif dan kreatif) > > Kalau > itu yang dimaksud dengan Jaman Keemasan Perkoeah, berterimakasihlah > kepada Tartar Bintang yang saya bentuk. Sampai saat ini, Tartar Bintang > masih mendapat pesanan menari atau bermain musik. Hanya karena > kesibukan saya dan keberadaan saya di Indonesia yang membuat saya > menolak banyak pesanan. > > Memang, Perkoeah berhasil menerbitkan > kembali Sora Mido. Herannya, karena saya selalu menekankan peran > Perkoeah dalam penerbitan kembali Sora Mido, orang-orang seperti tidak > melihat peran saya dalam menggalang kekuatan sehingga orang-orang Karo > di Eropah berkeinginan membantu penerbitan kembali Sora Mido. Bahkan > saya yang ikut menyumbang uang untuk penerbitan Sora Mido (100 euro) > sepertinya hilang ditelan bumi (dan saya tidak bilang apa-apa. ) Dalam > catatan saya, Christina br Ginting tidak terlibat apa-apa dalam > penerbitan kembali Sora Mido. Nantinya, agar dia juga bisa terlibat, > saya ajak bergabung dengan Sora Mido dan, bahkan, menempatkan dia > sebagai wakil pemimpin umum (atas lobi saya ke teman-teman yang lain). > > Bayangkan, > saya bersedia menempatkan perempuan menjadi ketua Perkoeah dan saya > sendiri sebagai wakilnya. Bayangkan lagi, saya bersedia menempatkan > Christina br Ginting sebaga wakil pemimpin umum Sora mido dan saya > sendiri hanya seorang anggota redaksi. Keduanya bisa begitu karena > lobi-lobi saya. > > Sampai saat ini saya masih tetap positip > terhadap perempuan. Perjuangan saya mengemansipasi perempuan tidak akan > pernah berhenti hanya karena orang-orang menuduh saya "labo man acak-acakken ritik nggawang". > > Sekarang, > tercatat di dalam sejarah Karo, pemimpin redaksi perempuan Karo yang > pertama adalah Ita Apulina Tarigan. Ini pula yang membuat beberapa > perempuan, termasuk Christina, membenci saya. > > Apakah perempuan > selalu tidak suka bila perempuan lain dipersilahkan untuk maju? Itulah > analisis saya dalam persoalan Perkoeah yang diributkan oleh Christina > br Ginting. Masalah kecemburuan dan iri (sedikit ditambah dengki). Dia > punya pandangan, saya juga punya pandangan. > > Soal mengundurkan > diri, di milis ini juga Christina br Ginting pernah menghujat Perkoeah. > Mengapa tidak saat itu dia mengundurkan diri dari kepengurusan? > > Dikatakannya, > siapa yang ingin tahu alasan pengunduran dirinya silahkan mengirim > email ke dia. Beberapa tahun lalu dia sudah mengirim email2 yang > menjelek-jelekkan saya ke seluruh dunia. Dan saya tetap melakukan > perjuangan untuk Karo, tak terpengaruh atas cekuraknya. Mengapa > sekarang ingin mengulangi kembali apa yang sudah dilakukannya dua tahun > lalu terhadap saya? > > Saya jadi tertarik pada judul sebuah tulisan di milis ini: BEGU (sebuah renungan). > > Juara R. Ginting >
