Seharusnya aku sinek saja, tapi la kap aku tahan!! Melan aku mbaca sa pe nake.
 
Nggo me  Nde Iting, la kap level ndu enjawabpisa. Sinek saja yah.
 
*Ada salam dari Grace Barus - Sydney (kemarin ketemuan di arisan)
*Bisnis yang bulan lalu di bicarakan jadi ya, di tunggu kepulangan kam yang 
berikutnya.
 
Bujur ras Mejuah juah XX

--- On Tue, 10/28/08, pelangiharum <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: pelangiharum <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [tanahkaro] [infokaro] Re: Mengundurkan Diri.
To: [email protected]
Date: Tuesday, October 28, 2008, 12:34 AM






Bingung kap aku enda. Yang mulai persoalan siapa, yang menjawab 
siapa. Ula jawabi nindu ka, sementara si menakensa 
ise??????... .bingung. ....

Me main denga nge logika kena e kalak kei? Ula kari enggo macet.... 
Adi bage mislah ertambar....

ita

--- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, "keshya_brubirink" 
<keshya_brubirink@ ...> wrote:
>
> Sabar kam Unjuk, ulanai jawabindu. jago ia asa kam, em kin dahinna.
> Emaka cirem saja aku mbegi2 rananna.
> 
> 
> --- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, Ginting Christina
> <christina_gtg@ > wrote:
> >
> > 
> > Dari
> > dulu, Perkoeah eksis dan bahkan sempat dikagumi karena
> > kegiatan-kegiatan dan pemberitaan- pemberitaan atas
> > kegiatan-kegiatanny a. Setelah Christina br Ginting masuk ke dalam
> > kepengurusan Perkoeah, persoalan yang dihadapi setiap harinya 
adalah
> > soal perubaten antar pribadi-pribadi.
> > 
> > Begitulah pintarnya sdr Juara Gtg memutarbalikkan semua
> situasi-situasi dan kenyataan.
> > Malahan saya yang menjadi korban mengikuti Sdr juara Ginting. 
Malah
> sejak saya masuk ke pengurusan di "perkoeah " saya justru dijauhi 
dgn
> kade2 di Belanda bahkan kade2 yang di jerman (Hamburg). Juga salah
> seorang Abangnta di Hamburg mengatakan kepada saya sendiri, "Sirang
> mejuah-juah kita lebe ya ting " artinya sirang mejuah-juah selama 
saya
> mengikuti Sdr juara gtg.
> > 
> > Apakah
> > itu masa keemasan? Saat itu saya tahu Sdr. Christina br Ginting 
sangat
> > anti terhadap ketua Perkoeah. Entah mengapa, saya tidak tahu. Saya
> > sebagai wakil ketua Perkoeah mencoba menjembataninya.
> > 
> > Saya anti dengan "perkoeah" swaktu masa Nd Budi sebagai ketua anda
> bilang, hahahahaha
> > Justru swaktu Nd Budi ketua perkoeah tgl 10 januari 2004 Bukit
> Lawang Day.
> > Saya malahan membawa anggota Indonesia Muenchen untuk hadir 
bersama
> Ibu ketua Indomu
> > Ibu Yanti kreissig dan teman2 lainnya membawa langsung sumbangan
> kami dari Indomu sebesar
> > 850 euro. Malahan saya ikut mendukung justru sebaliknya malahan 
anda
> yang habis2 an menjelek2kan Nd Budi kepada saya.
> > 
> > Dibawah ini ada bukti mail saya k "perkoeah" 
> > Tgl Fri Jan 2, 2004 4:22 am 
> > Bagepe man sinihamati kami ibu ketua Nd.Budy, dalam rapat 
IndonesiaMu,
> > kami mau melaporkan bahwa dana yang sudah terkumpul.
> > 
> > Dari sumbangan masyarakat München dan Jemaat Indonesia München
> 649,23 Euro
> > dan Ibu ketua mengatakan digenapkan ( diambil dari kas Indomu
> )menjadi 700
> > Euro.
> > Dari kas Jerman BatakSelatan 150 Euro.
> > Jadi total semua 850 Euro.
> > Enda adipe labo galang jumlahna tapi kami berharap banci ibahan 
man 
> > gambaran dari rasa kepedulian kami kerina yang berada di negeri 
orang
> > ... sindauh dari kutanta atas musibah yang menimpa sebagian 
> > saudara-saudara kita bukit lawang. Dana enda kari langsung kari
> ibaba kami 
> > ras ibereken langsung dari Ibu ketua Indomu Yantikreissig ku Ibu 
ketua 
> > Perkoeah kita Nd. Budi.
> > 
> > Bujur melala ras Tuhan memberkati kita kerina,
> > Nd.Melissa Ginting.
> > 
> > 
> > Apakah perempuan
> > selalu tidak suka bila perempuan lain dipersilahkan untuk maju? 
Itulah
> > analisis saya dalam persoalan Perkoeah yang diributkan oleh 
Christina
> > br Ginting. Masalah kecemburuan dan iri (sedikit ditambah 
dengki). Dia
> > punya pandangan, saya juga punya pandangan. 
> > 
> > Kalau mengenai pandangan tentang Anda dan saya.
> > Semua kade2nta i Eropah, terutama kade2nta yang di Belanda tau 
siapa
> ANDA, dan tau siapa saya.
> > Silahkan Turang senina sikunihamati bas milist enda nungkun secara
> pribadi siapa sdr Juara ginting ku kade2nta si lit i Eropa. Enda 
mail
> pribadina Pakutanta@
> > Surbakti@
> > 
> > Soal mengundurkan
> > diri, di milis ini juga Christina br Ginting pernah menghujat 
Perkoeah.
> > Mengapa tidak saat itu dia mengundurkan diri dari kepengurusan?
> > 
> > Saya tidak pernah menghujat "perkoeah", anda saja yang
> menginterprestasika n kata2 saya.
> > Saya mengeluarkan surat pengunduran diri biar nggak ada lagi 
sangkut
> pautnya dgn perkumpulan ini makanya saya menyatakan mundur dari
> kepengurusan itu. 
> > Supaya saya merasa aman saja.
> > Itu saja maksud saya. 
> > 
> > Christina gtg.
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > ____________ _________ _________ __
> > From: Si Laga Man <juara_ginting@ >
> > To: [EMAIL PROTECTED] s.com
> > Sent: Monday, October 27, 2008 11:26:38 AM
> > Subject: [infokaro] Re: Mengundurkan Diri.
> > 
> > 
> > --- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, Ginting Christina 
<christina_gtg@
> ...> wrote:
> > "... Kepengurusan terbentuk lewat komunikasi jarak jauh itu tadi, 
ya
> > memang begitu dari dulu, tapi kan nggak bisa dianggap 
kepengurusan itu
> > ecek-ecek ..."
> > 
> > 
> > Dari
> > dulu, Perkoeah eksis dan bahkan sempat dikagumi karena
> > kegiatan-kegiatan dan pemberitaan- pemberitaan atas
> > kegiatan-kegiatanny a. Setelah Christina br Ginting masuk ke dalam
> > kepengurusan Perkoeah, persoalan yang dihadapi setiap harinya 
adalah
> > soal perubaten antar pribadi-pribadi.
> > 
> > 
> > "... Masa Hartawati br Gurusinga jadi ketua Perkoeah (itu masa
> > keemasan perkumpulan ini) ada rencana membuat akte notaris tapi 
tdk
> > jadi karena Hartawati (Nd Budi) pulang ke Indonesia ..."
> > 
> > 
> > Apakah
> > itu masa keemasan? Saat itu saya tahu Sdr. Christina br Ginting 
sangat
> > anti terhadap ketua Perkoeah. Entah mengapa, saya tidak tahu. Saya
> > sebagai wakil ketua Perkoeah mencoba menjembataninya.
> > 
> > Soalnya
> > begini, saya adalah tim sukses yang mengupayakan sdr. Hartawati
> > Gurusinga terpilih menjadi ketua Perkoeah dengan menempatkan diri 
saya
> > sendiri sebagai wakil ketua. Karena Hartawati Gurusinga terpilih
> > sebagai ketua, beberapa orang mengambil jarak dari Perkoeah. 
Salah
> > satu diantaranya adalah Christina br Ginting. Selanjutnya saya 
mencoba
> > menjembatani masalah ini dengan melakukan pendekatan terhadap 
Christina
> > br Ginting. Ketika Christina br Ginting terpilih sebagai wakil 
ketua,
> > beberapa orang lainnya lalu mengambil jarak pula dari Perkoeah.
> > 
> > 
> > " ... ada rencana membuat akte notaris tapi tdk jadi karena
> Hartawati (Nd Budi) pulang ke Indonesia ..."
> > 
> > 
> > 
> > Perkoeah
> > sudah punya akte notaris dengan status sebagai yayasan 
(stichting). 
> > Hartawati Gurusinga termasuk salah seorang pendirinya. Akte itu 
telah
> > dibuat jauh sebelum Hartawati pulang ke Indonesia. Ini artinya 
kam
> > memang sok tahu tentang Perkoeah, makanya kam membencinya, tapi 
mau
> > menerima ketika saya menawarkan agar kam menjadi wakil ketua 
(untuk
> > diusulkan kepada teman-teman, bukan mengangkat kam. Kalau akhirnya
> > lobiku berhasil membuat kam jadi wakil ketua, itu lain lagi 
soalnya;
> > seperti lobiku agar kam diterima sebagai wakil pemimpin umum Sora 
Mido
> > waktu itu). 
> > 
> > 
> > 
> > ".. Sejak itulah perkumpulan ini merosot terus karena beberapa
> > orang-orang Karo di Eropa yg dulu merasa bagian dari perkumpulan 
ini
> > tidak lagi merasa tertarik. Buktinya kerja tahun III tdk banyak 
lagi
> > org yg muncul, enggo teremen beligan panitia asangken kalak si 
reh ..."
> > 
> > 
> > Setahu
> > saya, Perkoeah hanya pernah mengadakan kegiatan kerja tahun.
> > Kegiatan-kegiatan masyarakat Karo di Belanda biasanya dilakukan 
oleh
> > Tartar Bintang. Dalam pemberitaannya, terutama di milis ini, saya
> > selalu menmpatkan kegiatan-kegiatan Tartar Bintang sebagai bagian
> > Perkoeah (karena saya ingin Perkoeah kelihatan aktif dan kreatif)
> > 
> > Kalau
> > itu yang dimaksud dengan Jaman Keemasan Perkoeah, 
berterimakasihlah
> > kepada Tartar Bintang yang saya bentuk. Sampai saat ini, Tartar 
Bintang
> > masih mendapat pesanan menari atau bermain musik. Hanya karena
> > kesibukan saya dan keberadaan saya di Indonesia yang membuat saya
> > menolak banyak pesanan.
> > 
> > Memang, Perkoeah berhasil menerbitkan
> > kembali Sora Mido. Herannya, karena saya selalu menekankan peran
> > Perkoeah dalam penerbitan kembali Sora Mido, orang-orang seperti 
tidak
> > melihat peran saya dalam menggalang kekuatan sehingga orang-orang 
Karo
> > di Eropah berkeinginan membantu penerbitan kembali Sora Mido. 
Bahkan
> > saya yang ikut menyumbang uang untuk penerbitan Sora Mido (100 
euro)
> > sepertinya hilang ditelan bumi (dan saya tidak bilang apa-apa. ) 
Dalam
> > catatan saya, Christina br Ginting tidak terlibat apa-apa dalam
> > penerbitan kembali Sora Mido. Nantinya, agar dia juga bisa 
terlibat,
> > saya ajak bergabung dengan Sora Mido dan, bahkan, menempatkan dia
> > sebagai wakil pemimpin umum (atas lobi saya ke teman-teman yang 
lain).
> > 
> > Bayangkan,
> > saya bersedia menempatkan perempuan menjadi ketua Perkoeah dan 
saya
> > sendiri sebagai wakilnya. Bayangkan lagi, saya bersedia 
menempatkan
> > Christina br Ginting sebaga wakil pemimpin umum Sora mido dan saya
> > sendiri hanya seorang anggota redaksi. Keduanya bisa begitu karena
> > lobi-lobi saya.
> > 
> > Sampai saat ini saya masih tetap positip
> > terhadap perempuan. Perjuangan saya mengemansipasi perempuan 
tidak akan
> > pernah berhenti hanya karena orang-orang menuduh saya "labo man
> acak-acakken ritik nggawang".
> > 
> > Sekarang,
> > tercatat di dalam sejarah Karo, pemimpin redaksi perempuan Karo 
yang
> > pertama adalah Ita Apulina Tarigan. Ini pula yang membuat beberapa
> > perempuan, termasuk Christina, membenci saya.
> > 
> > Apakah perempuan
> > selalu tidak suka bila perempuan lain dipersilahkan untuk maju? 
Itulah
> > analisis saya dalam persoalan Perkoeah yang diributkan oleh 
Christina
> > br Ginting. Masalah kecemburuan dan iri (sedikit ditambah 
dengki). Dia
> > punya pandangan, saya juga punya pandangan. 
> > 
> > Soal mengundurkan
> > diri, di milis ini juga Christina br Ginting pernah menghujat 
Perkoeah.
> > Mengapa tidak saat itu dia mengundurkan diri dari kepengurusan?
> > 
> > Dikatakannya,
> > siapa yang ingin tahu alasan pengunduran dirinya silahkan mengirim
> > email ke dia. Beberapa tahun lalu dia sudah mengirim email2 yang
> > menjelek-jelekkan saya ke seluruh dunia. Dan saya tetap melakukan
> > perjuangan untuk Karo, tak terpengaruh atas cekuraknya. Mengapa
> > sekarang ingin mengulangi kembali apa yang sudah dilakukannya dua 
tahun
> > lalu terhadap saya?
> > 
> > Saya jadi tertarik pada judul sebuah tulisan di milis ini: BEGU
> (sebuah renungan).
> > 
> > Juara R. Ginting
> >
>

 














      

Kirim email ke