(Akhir-akhir ini kita bisa membaca britanya di Harian Sib Medan
bahwa ada rencana untuk memekarkan Kabupatan Tanah Karo menjadi 2
dan Rencana Pembentukan Kabupaten Deli, mengapa kita tidak mendukung
dan Mendoakannya.)
Sebenarnya isu Pemekaran ini sudah mengemuka pada tahun 2003
pada bulan November lalu. Beberapa tokoh Karo berkumpul di hotel
Sumatera Village Ressort, mereka mencoba untuk mendiskusikan Isu
Provinsi "Karo Area". Kala itu memang isu pemekaran sangat hangat
dibicarakan dimana-mana, sehingga beberapa tokoh-tokoh (mohon maaf
Penulis lupa nama-namanya) Karo berkumpul untuk membicarakannya
secara serius. Rencana Kabupaten-Kabupaten yang mau dimekarkan saat
itu adalah Kabupaten Deliserdang menjadi Kabupaten Serdang Karo atau
Karo Serdang yaitu semua wilayah Kabupaten Deliserdang yang banyak
penduduknya "Orang-orang Karo". Demikian juga Kabupaten Langkat mau
di mekarkan menjadi Kabupaten Langkat Karo atau Karo Langkat. Pada
saat itu sangat tepat sekali bila di lakukan pemekaran Kabupaten-
Kabupaten. Dimana "kesempatan emas" yang sangat memungkinkan sekali,
di dalam DPRD Deliserdang dan Langkat banyak sekali anggotanya Orang
Karo. Dan yang sangat mendukung lagi adalah kebetulan Ketuanya juga
adalah orang Karo, di Deliserdang pada saat itu dijabat oleh
(bermarga Tarigan) dan di Kabupaten Langkat kalau tidak salah
(bermarga Bangun) Maaf kalau salah penulisan marga.Tapi apa yang
terjadi, seperti istilah "Ketinggalan Kereta" kita selalu
ketinggalan dan hanya sebagai penonton.Tim Pemekaran pada saat itu
kurang didukung oleh "Bapak-Bapak" kita yang berada di DPRD itu
sendiri. Kita tahu, pada tahun 1999-2004 orang-orang Karo sangat
banyak menjadi anggota DPRD dan yang menjadi anggota DPR RI.
Termasuk di DPRD TK I Sumut kalau tidak salah ada 11 orang, yang
berasal dari orang Karo. Sedangkan di DPR RI ada 4 atau 5 orang
Karo. Yakni Mayjend Raja Kami Sembiring, Partai Tarigan, NS
Sembiring dan DR Sutradara Ginting. Kini semua hanya
menjadi "Kenangan Yang Terindah" nina lagu Bams Reguna Bukit dari
Grup Samsons. Akan tetapi kita jangan berputus asa, mungkin saja
pada saat itu bukanlah saat yang tepat. Mungkin saat inilah saat
yang tepat itu!!
Beberapa waktu yang lalu Penulis membaca sebuah Berita di
Internet bahwa ada Teman-teman kita yang berasal dari Berastagi yang
memprakarsai berdirinya Kabupaten/Kota Brastagi. Secara Pribadi
Penulis sangat mendukung sekali, mengapa Penulis katakan demikian?
Bila hal ini terlaksana maka pasti Kabupaten atau Kota Berastagi itu
membutuhkan Tenaga Kerja yang baru. Berarti "teman-teman Pemrakarsa
Kabupaten atau Kota" baru itu menciptakan sebuah lapangan Pekerjaan
yang sangat banyak (pastilah Kabupaten/Kota Berastagi menerima
Ratusan PNS maupun puluhan Anggota DPRD baru). Dan yang satunya lagi
kita telah memiliki 2 pemerintahan di Tanah Karo ada Bupati Tanah
Karo dan ada Walikota Berastagi Umpamanya.
Sangat menarik untuk didukung. Penulis tidak mengenal "nama-
nama para Pemrakarsa" atau "Aktor Intelektual" yang telah
menggulirkan Inisiatip agar berdirinya Kabupaten atau Kota
Berastagi ini. Tapi penulis berpikir Positip saja, pastilah ide dan
gagasan ini lahir dari keinginan untuk mengembangkan atau menata
kota Berastagi dan Kecamatan-Kecamatan yang berada didalamnya kearah
yang lebih baik. Akan tetapi penulis sangat mengharapkan kepada "Tim
Pemrakarsa Kabupaten atau Kota Berastagi" ini hendaknya memaparkan
Misi dan Visi dari keinginan Tim ini di Koran, Internet maupun di
majalah Maranatha GBKP. Agar seluruh masyarakat Karo tahu bahwa
rencana ini adalah rencana Mulia dan kita harapkan didukung oleh
segenab rakyat Tanah Karo dan secara Khusus warga Berastagi
sekitarnya. Seperti yang dilakukan oleh Ketua Presidium Pemekaran
Pembentukan Kabupaten Deli oleh Pt. Timbangen Ginting, BBA. Di
majalah Maranatha GBKP edisi bulan Maret 2008 NO 203. Beliau
menjelaskan bahwa tujuan pemekaran Kabupaten Deli adalah untuk
Percepatan Pembangunan yang menyentuh Kesejahteraan Masyarakat
Terpencil. Dan menurut Pt Timbangen Ginting BBA ini bahwa Pemekaran
Kabupaten Deli ini adalah Aspirasi dari 10 Kecamatan diantaranya
Kecamatan Sibolangit, Pancurbatu, Patumbak, Biru-Biru, STM Hilir,
STM Hulu, Kutalimbaru, Delitua, Sunggal dan Namorambe. Mengapa kita
tidak dukung dan doakan!! Ini juga adalah ide yang baik sekali untuk
menciptakan lapangan Kerja yang baru.
Tentunya Kabupaten-kabupaten atau Kotamadya yang baru atau
apapun namanya akan menciptakan lapangan kerja yang baru sekaligus
juga untuk menambah "Pejabat Bupati dan Walikota" yang berasal dari
orang-orang Karo sebagai Putera-putri terbaik Karo. Bahkan Penulis
juga berkeingingan agar Kabupaten Langkat juga di mekarkan.
Hal ini bisa juga di pikirkan oleh para "tokoh Karo seperti
Pak Nabari Ginting M.Si" yang berasal dari Langkat. Tentunya ide-ide
atau gagasan yang positip dan sangat baik ini perlu sekali kita
dukung dan kita Doakan. Tidak tertutup juga Kemungkinan pada saatnya
nanti akan lahir Provinsi Karo Area. Bila sudah ada 4-5
Kabupaten/Kota yang merupakan basis-basis daerah orang Karo yang
mungkin juga beberapa waktu yang lalu kurang di perhatikan oleh
Pemprov dan Pemerintah Pusat. Secara Pribadi Penulis mau mengusulkan
kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Karo dan Moderamen GBKP Agar
melakukan sesuatu! Misalnya Mengadakan sebuah Acara atau Kegiatan
tentang Pemekaran Kabupaen/Kota ini!
Panitia/penyelenggara Kegiatan sebaiknya mengundang semua
Lembaga-lembaga, LSM, Yayasan dan para tokoh Karo dalam acara yang
diselengarakan oleh Pemkab dan GBKP tersebut. Untuk membahas
topik Pemekaran ini. Penulis pikir ini sangat Menarik sekali. Usulan
penulis di acara tersebut Pembicara 8 orang saja, Pertama Ketua Umum
Moderamen GBKP Pdt Dr Jadiaman Perangin-angin (Topiknya Pandangan
GBKP terhadap Pemekaran atau Otonomi Daerah), Pembicara kedua Dr
Sutradara Ginting (Pemekaran Kabupaten/Kota ditinjau dari Politik
Dalam Negeri RI), Pembicara Ketiga Bapak Bupati Karo DD Sinulingga
(Pandangan Pemkab Tanah Karo tentang Pemekaran Wilayah), Ir Jonathan
Ikuten Tarigan (Pandangan LSM melihat Pemekaran-Pemekaran
Kabupaten/Kota tersebut), Pt Timbangen Ginting (Visi dan Misi
Pemekaran Kabupaten Deli), Pt Drs Paulus Sitepu (bagaimana Pendapat
Beliau sebagai Penduduk Berastagi tentang Pemekaran Berastagi) dr
Robert Valentino Tarigan S.Pd (tentang Pendidikan dan SDM Tanah
Karo), Pt Ir Budi D Sinulingga (UU Otonomi daerah). Penulis pikir
hal ini sangat baik untuk kita lakukan, terserah siapapun
Panitianya. Baik Biro Litbang GBKP maupun Pemkab Tanah Karo dan juga
mungkin Yayasan Ate keleng dan Permata Pusat GBKP. Penulis sangat
merindukan Kegiatan ini berlangsung agar segala duduk persoalannya
bisa di ketahui dan akhirnya bisa mendapatkan sebuah Rekomendasi
atau Kesepakatan. Hal ini juga sangat membantu untuk meminimalkan
Konflik karena sudah ada "Arih-arih atau Runggu bersama". Mengapa
kita tidak lakukan??. Panitianya bisa mengundang seluruh Elemen
Karo, Klasis-klasis, para Pendeta dan Permata juga Mahasiswa Karo
sebagai pesertanya. Usulan Penulis Kegiatan ini bisa dilakukan 3
kali pertama di Kabanjahe, kedua di Medan dan yang ketiga di
Jakarta. Mengapa harus tiga kali? Karena warga Karo banyak di ketiga
daerah ini. Dan agar seluruh warga Karo yang berada di ketiga daerah
ini bisa menjadi wakil atau saksi sejarahnya kelak!! Dan yang
terakhir seluruh hasilnya bisa di Bukukan dan disosialisasikan
keseluruh Tokoh dan Masyarakat Karo baik itu lewat surat kabar,
majalah Maranatha GBKP maupun lewat internet. Sekali lagi ini hanya
usulan. Bagi penulis, ini adalah tugas Gereja GBKP dan para Kaum
Muda Karo. Untuk masa depan Tanah Karo dan Generasi Karo juga.
Istilah Penulis kalau bukan kita yang membangun Tanah Karo dan
Daerah-daerah Karo ini lantas Siapa lagi?? Tidak mungkin
orang "Papua atau orang Jawa" yang akan membangunnya. Dengan
demikian perlu di pikirkan!! Penulis mengajak seluruh Pembaca
Majalah Maranatha GBKP agar mandukung dan Mendoakannya, sekali lagi
Selamat bagi panitia Pemekaran Berastagi dan Kabupaten Deli. Kiranya
tujuan anda yang mulia ini bisa BerhasiL Tuhan Yesus Memberkati
AMEN.
Penulis menutup Artikel ini dengan Firman Tuhan Yesus dari Matius
28:20
Dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah KUperintahkan
kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai
kepada akhir zaman.
Penulis
Pdt Masada Sinukaban Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga Jawa
Tengah
KESAKTIAN PEDULI GENERASI INDONESIA
http://kesaktianpeduligenerasi.blogspot.com/