Camat Sei Bingei Kampanyekan ‘Kalimbubu’nya 
Stabat, (Analisa) 
Sosialisasi pemilihan kepala daerah Bupati dan Wakil Bupati (pilkada) Langkat 
tidak hanya melibatkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun, juga melibatkan 
aparatur pemerintahan, khususnya camat. Malah sebagai aparatur pemerintah ikut 
mengarahkan untuk memilih salah seorang kandidat Bupati dan Wakil Bupati yang 
ikut dalam putaran kedua pada Pilkada Langkat 20 Desember 2008 mendatang. 
Hal itu dibuktikan dalam pertemuan KPPS, PPK, kepala dusun, kepala desa se 
Kecamatan Sei Bingei. Camat Sei Bingei Siang Ginting Manik meminta kepada 
mereka untuk tidak berkhianat dalam memenangkan ‘kalimbubu’nya pada pilkada 
bupati dan wakil bupati putaran kedua. 
Soalnya, kata Camat yang baru menduduki jabatannya dua bulan itu, hanya orang 
seperti itulah yang mengerti tentang keadaan daerah mereka. “Kalau saya diminta 
petunjuk siapa yang akan kita pilih nanti pada pilkada putaran kedua nanti, 
bagaimana bapak-bapak saya minta memilih Naim,” tanya Camat Sei Bingei kepada 
peserta sosialisai pilkada. 
Ditanya seperti itu, para KPPS, PPK, kepala dusun, kepala desa dengan serentak 
menyatakan menolak. “Jika bapak-bapak tidak mau, saya juga tidak mau. Di sini 
kita semua orang Karo, saya juga Karo. Dan orang Karo tidak mau berkhianat. 
Jadi, mari kita menangkan orang yang sama dengan kita,” katannya sembari 
mengatakan, sebelum pilkada 20 Desember 2008 mendatang ia akan kembali 
memanggil mereka untuk menanyakan target yang bisa dicapai. 
Perlu 
Menurut Siang Ginting Manik, hal itu sangat perlu untuk memenangkan 
kalimbubunya. Bila tiap-tiap TPS sepuluh orang memilihnya, memang bisa menang. 
Namun, lanjutnya, tidak cukup memenangkan keluarga mereka itu dalam pilkada. 
Makanya, para KPPS, PPK, kepala dusun, kepala desan harus bisa menghadirkan 
masyarakat ke TPS. Dengan begitu, keluarga mereka bisa menang. 
“Saya baru dua bulan di sini dan bisa pindah kemana saja kalau ditugaskan, tapi 
bapak-bapak mungkin di Sei Bingei sudah 20 sampai 30 tahun tinggal di sini. 
Pernah nggak bapak-bapak merasakan jalan mulus. Untuk itulah mengapa orang yang 
sama dengan kita harus menang dalam pilkada,” ujarnya. 
Sebagai camat, kata Ginting Manik, tidak mungkin dirinya mengarahkan masyarakat 
memilih salahseorang cabup dan cawabup Langkat. Namun, secara pribadi 
ditekankannya ia mengharapkan agar masyarakat memilih orang yang sama dengan 
mereka dan paling faham dengan kondisi Sei Bingei. 
“Karena hanya satu yang dari suku mereka, apalagi selama Negara Kesatuan 
Republik Indonesia ini berdiri orang Karo tidak pernah berkhianat, maka saya 
sangat mengharapkan, kita juga melakukan hal sama seperti dilakukan pendahulu 
kita,” katanya. 
Di akhir sambutannya, Camat Sei Bingei mengatakan, karena dia dan masyarakat 
satu pilihan, secara pribadi akan memberikan uang pengganti minyak senilai Rp50 
ribu kepada peserta sosialisai pilkada. 
Ia mengingatkan kembali agar tidak berkhianat pada hari “H” Pilkada mendatang. 
(sug/rel) 



      __________________________________________________________
Går det långsamt? Skaffa dig en snabbare bredbandsuppkoppling. 
Sök och jämför priser hos Kelkoo.
http://www.kelkoo.se/c-100015813-bredband.html?partnerId=96914325

Kirim email ke