MJJ:
Seingat saya "namo" adalah bagian sungai atau danau yang tenang dan relatif 
'dalam'. Namo, biasanya dicari oleh para pemancing.

Terlepas dari itu, seputar Kuala Namo adalah bagian wilayah yang didiami oleh 
mayoritas Karo. Cuma saja "kini-Karo-n" disana sudah sangat luntur. Pertengahan 
80-an dalam acara 'nungkuni kata'  seorang 'Mama' dari gunung  ke daerah Kuala 
Namo, pihak ayah saya almarhum sebagai anak beru, mengatur saja sendiri acara 
peradatan Karo-nya. Pihak perempuan, orang tua maupun tetua lain yang bahasa 
Karo-nya sudah betat-betat, masih tahu merga-beru mereka tetapi sudah sangat 
jauh dari adat istiadat Karo. 

Ethno revival yang sering di dengungkan MUG tidak punya base disana.

Bujur, sentabi,
Bp Nona Sampaguita






________________________________
From: Alexander Firdaust <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[email protected]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, December 10, 2008 5:06:30 AM
Subject: [tanahkaro] Prihatin Dengan Polling Waspada Online


Lokasi Bandara Kuala Namo yang
terdapat di kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara merupakan areal
pemukiman Masyarakat Karo secara turun temurun dari dulu sampai saat
ini, dimana dari namanya saja yaitu "Kuala" yang dalam bahasa Karo artinya 
pertemuan antara dua buah sungai dan "Namo" yang artinya adalah pulau
kecil di tengah-tengah sungai, maka sudahlah jelas nama daerah ini
merupakan daerah asli orang Karo (namun ironis akhir-akhir ini "Kuala
Namo" sering ditulis dimedia massa dengan nama "Kuala Namu") dan apakah
ini sebuah cara untuk menghilangkan jejak agar daerah ini tidak lagi
dikenal sebagai daerah karo oleh masyarakat umum yang tidak begitu
mengenal Kuala Namo?



Foto: Screen Shot Polling Waspada Online Yang Memprihatinkan Itu

Di
situs Harian Waspada salah satu koran nasional yang terbit di kota
medan tepatnya di www.waspada. co.id terdapat beberapa polling dan salah
satu diantaranya adalah polling tentang nama yang pantas untuk bandara 
Internasional Kuala Namo yang saat ini sedang dalam tahap pengerjaan dan 
beberapa tahun kedepan mungkin sudah dapat digunakan.

Dan
yang patut disesalkan dari polling yang dibuat oleh yang katanya koran
Nasional dan yang mengklaim dirinya sebagai media terbesar di Sumatera
Utara ini adalah bahwa tidak ada satu orang Karopun yang disertakan
didalam polling tersebut untuk masuk dalam kandidat bakalan nama
Bandara yang kelak mungkin akan digunakan, meskipun seperti yang saya
sebutkan tadi diatas bahwasannya daerah Kuala Namo sendiri adalah
daerah orang Karo.

Dengan hal
sepele semacam yang dibuat oleh Waspada Online ini bukan tidak mungkin
kecemburuan sosial akan muncul ditengah-tengah masyarakat Sumatera
Utara yang dikenal sebagai masyarakat pluralis dengan berbagai ragam
suku dan agamanya yang selama ini hidup rukun, aman ,dan damai.

Bila
kecemburuan sosial itu suatu saat kelak berada dalam posisi puncak,
maka bukan tidak mungkin pula kerukunan antar suku yang selama ini
terjalin dengan baik berubah menjadi hal terburuk dan tidak diinginkan
oleh semua lapisan masyarakat.

Oleh
sebab itu maka selayaknyalah sebuah media seperti halnya waspada online
agar lebih teliti dalam menerbitkan sebuah polling dan salah satunya
polling tentang bandara Kuala Namo ini, sebab media adalah sebuah alat
yang dapat diibaratkan sebagai pisau bermata dua, dimana disatu sisi
bisa menjadikan sebuah kebaikan, dan sebaliknya media juga malah bisa
membuat suatu keburukan yang tidak diinginkan.

Sumber: http://karodalnet. blogspot. com/2008/ 12/prihatin- dengan-polling- 
waspada-online. html

Salam Mejuah Juah

Karo Cyber Community
 
    


      

Kirim email ke