Bujur Eddy
Mejuah-juah man permilis kerina
Usulku, Patimpus atau Badiuzzaman Surbakti
MUG
--- In [email protected], "Radio Karo Accees Global" 
<radiokaroaccessglo...@...> wrote:

Mejuah juah,

Ibas wari sisendah aku ercakap cakap ras salah sada wartawan waspada 
si mengelola data untuk website. reh nina ibas piga piga wari 
silewat ia i panggil redaksi guna encakapken ise nge endai tokoh 
masyarakat karo si banci i ikut sertaken ibas polling online waspada.

Enggo ku cidahken kerina tanggapen simenyangkut diskusita i bas 
jambur enda. ibas sidenda ise saja nge siakap cocok gelah si ikut 
ibas polling , gelah banci i ajuken ku redaksi gelar gelarna. ibas 
pengajun gelar enda, endai sitik ku kataken, pengajun gelar enda 
rehna bas komunitas kalak karo silit ibas internet, si ringan i bas 
piga piga kuta, baik ia i dalam negeri ras luar negeri.

ibas sidenda man kam kerina sipeduli mari ras ras kita mengajuken 
nama tokoh kalak karo, sibagi sipernah i sura suraken i bas milis 
enda.

jadi dalan enggo me teridah "bola" gundari ibas tanta, uga ka ninta..

Bujur : Eddy Surbakti


2008/12/10, Alexander Firdaust <daustco...@...>:
Lokasi Bandara Kuala Namo yang terdapat di kabupaten Deli Serdang 
Sumatera Utara merupakan areal pemukiman Masyarakat Karo secara 
turun temurun dari dulu sampai saat ini, dimana dari namanya saja 
yaitu "Kuala" yang dalam bahasa Karo artinya pertemuan antara dua 
buah sungai dan "Namo" yang artinya adalah pulau kecil di tengah-
tengah sungai, maka sudahlah jelas nama daerah ini merupakan daerah 
asli orang Karo (namun ironis akhir-akhir ini "Kuala Namo" sering 
ditulis dimedia massa dengan nama "Kuala Namu") dan apakah ini 
sebuah cara untuk menghilangkan jejak agar daerah ini tidak lagi 
dikenal sebagai daerah karo oleh masyarakat umum yang tidak begitu 
mengenal Kuala Namo?




Foto: Screen Shot Polling Waspada Online Yang Memprihatinkan Itu


Di situs Harian Waspada salah satu koran nasional yang terbit di 
kota medan tepatnya di www.waspada.co.id terdapat beberapa polling 
dan salah satu diantaranya adalah polling tentang nama yang pantas 
untuk bandara Internasional Kuala Namo yang saat ini sedang dalam 
tahap pengerjaan dan beberapa tahun kedepan mungkin sudah dapat 
digunakan.

Dan yang patut disesalkan dari polling yang dibuat oleh yang katanya 
koran Nasional dan yang mengklaim dirinya sebagai media terbesar di 
Sumatera Utara ini adalah bahwa tidak ada satu orang Karopun yang 
disertakan didalam polling tersebut untuk masuk dalam kandidat 
bakalan nama Bandara yang kelak mungkin akan digunakan, meskipun 
seperti yang saya sebutkan tadi diatas bahwasannya daerah Kuala Namo 
sendiri adalah daerah orang Karo.

Dengan hal sepele semacam yang dibuat oleh Waspada Online ini bukan 
tidak mungkin kecemburuan sosial akan muncul ditengah-tengah 
masyarakat Sumatera Utara yang dikenal sebagai masyarakat pluralis 
dengan berbagai ragam suku dan agamanya yang selama ini hidup rukun, 
aman ,dan damai.

Bila kecemburuan sosial itu suatu saat kelak berada dalam posisi 
puncak, maka bukan tidak mungkin pula kerukunan antar suku yang 
selama ini terjalin dengan baik berubah menjadi hal terburuk dan 
tidak diinginkan oleh semua lapisan masyarakat.

Oleh sebab itu maka selayaknyalah sebuah media seperti halnya 
waspada online agar lebih teliti dalam menerbitkan sebuah polling 
dan salah satunya polling tentang bandara Kuala Namo ini, sebab 
media adalah sebuah alat yang dapat diibaratkan sebagai pisau 
bermata dua, dimana disatu sisi bisa menjadikan sebuah kebaikan, dan 
sebaliknya media juga malah bisa membuat suatu keburukan yang tidak 
diinginkan.

Sumber: http://karodalnet.blogspot.com/2008/12/prihatin-dengan-
polling-waspada-online.html

Salam Mejuah Juah

Karo Cyber Community
 





Kirim email ke