Mejuah-juah permilis, Sejarah mencatat, kemajuan pendidikan berbanding lurus dengan kemajuan suatu bangsa. Tidak pernah ada bangsa-bangsa di dunia ini menjadi maju sementara pendidikannya bobrok. Jangan mimpi! Hal ini pernah juga saya ungkapkan di hadapan guru-guru di Medan ketika diberi tugas membacakan sambutan direktur pendidikan dasar dan menengah diknas saat penyaringan tim OSN 2006. Seringkali orang pada berdebat, memperbaiki bangsa yang sudah banyak rusaknya dimulai dari mana? Saya katakan, mulai dari pendidikan. Pendidikan nomor satu! Jangan main-main dengan kualitas pendidikan, kalau mau maju. Kita mesti sadar, guru adalah pejuang terdepan pendidikan. Jika guru-guru masih disakiti dengan berbagai cara, itu berarti, sadar atau tidak, sesungguhnya kita terus menghambat majunya kualitas pendidikan itu sendiri. Dampak lebih jauh, kemajuan bangsa terus ditunda-tunda oleh kita sendiri. Sibarem lebe, Bang KT
--- On Thu, 12/18/08, MU Ginting <[email protected]> wrote: From: MU Ginting <[email protected]> Subject: [tanahkaro] DPRD hanya jembatani atau tukang tampung aspirasi . . . To: [email protected], [email protected], [email protected] Date: Thursday, December 18, 2008, 6:22 AM Seratusan Guru Desak Pemkab Karo Segera Cairkan Tundik Kabanjahe (Analisa) Seratusan guru sekolah negeri tingkat SD, SMP, SMA dan SMK di Kabupaten Karo menggelar long march sambil menerikkan yel-yel hidup guru dan menyanyikan lagu Maju Tak Gentar serta membawa sejumlah poster berunjuk rasa ke DPRD, Rabu (17/12) mendesak Pemkab Karo segera realisasikan Tundik (Tunjangan Tenaga Kependidikan) tahun 2007 dan tahun 2008 untuk 4370 guru yang berhak memperoleh tunjangan tersebut sebesar Rp 11 miliar lebih. Para pahlawan tanpa tanda jasa itu juga menuding oknum Plt Kadis Diknas Kabupaten Karo Drs Seruan Sembiring pembohongan yang menjanjikan tunjangan kependidikan akan dicairkan pada 15 Desember lalu namun hingga saat ini belum direalisasikan sebagaimana dijanjikan orang nomor satu di jajaran Diknas Karo itu. Mereka melakukan titik kumpul di sekolah SMA Negeri 2 Kabanjahe dengan membawa sejumlah poster yang bertuliskan di antaranya "Seruan Kau Pembohong Besar dan Oknum KKN, Kepala Sekolah Jangan Diintimidasi Guru-Guru ". Para guru ini didampingi sejumlah pengurus LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Kabupaten Karo antara lain Bupati LIRA Aditya Sebayang SE, Wakil Robinson, Sekda LIRA Julianus, Koordinator Aksi Adil Bangun dan pengurus lainnya Akorta Gel. Para guru langsung diterima Ketua DPRD Rapat Romanus Purba SH, Wakil Adil Bangun dan sejumlah anggota DPRD lainnya Frans Dante Ginting, Dinasti Tarigan, Teken Barus, Makmur Jambak dan Plt Kadis Diknas Drs Seruan Sembiring. Menurut Ceranta Peranginangin, guru SMA Negeri 1 Tiga Panah, Plt Kadis Diknas Drs Seruan Sembiring pada waktu pertemuan dengan anggota DPRD Karo Komisi C bersama guru pada 21 Nopember lalu pejabat bersangkutan telah menjanjikan paling lambat akan dicairkan tunjangan pendidikan itu pada 15 Desember 2008, namun hingga saat ini belum direalisasikan. "Disini Kadis Diknas telah melakukan pembohongan sehingga para guru menagih janji Kadis Diknas," ungkapnya. Padahal, katanya, pembayaran tunjangan fungsional yang seharusnya telah dibagikan sejak Januari 2007 lalu sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 108 Tahun 2007 tentang Tunjangan Tenaga Kependidikan. Pembohongan Hal senada juga disampaikan Simon Ginting, guru SMK 1 Berastagi bahwasannya Plt Kadis Diknas telah melakukan pembohongan yang menjanjikan tunjangan kependidikan itu akan cair pada 15 Desember, namun hingga saat ini belum juga terealisasi. Karena itu anggota dewan harus tegas mengontrol segala kebijakan setiap SKPD. Plt Kadis Diknas Drs Seruan Sembiring mengatakan rencana semula tunjangan kependidikan akan terealisasi pada 15 Desember 2008 lalu, namun karena ada kendala mengenai data yang diserahkan guru-guru berkaitan dengan data tunjangan pendidikan berdampak kepada keterlambatan realisasi pencairan dana tunjangan tersebut. Salah satu contoh kendala yang dimaksud adalah adanya data guru yang masuk ke Dinas Pendidikan ada nama ganda. Hal ini terjadi dikarenakan sebelumnya ada guru-guru yang dimutasi. Meski demikian, pihaknya akan berupaya secepat mungkin untuk merealisasikan tuntutan guru tersebut paling lambat, Senin (22/12) mendatang dengan catatan seluruh data guru yang berhak memperoleh tunjangan tersebut tidak ada lagi terdapat kesalahan . Menanggapi desakan guru tersebut, Ketua DPRD Rapat Romanus Purba SH menjelaskan lembaga legislatif bukan sebagai tempat lembaga pengadilan tetapi lembaga dewan sebagai penampung aspirasi rakyat hanya menjembatani mencari solusi yang terbaik antara guru dengan Diknas Karo. Purba menyarankan agar Diknas Karo membuat surat edaran kepada setiap Kepsek bahwasannya tunjangan pendidikan akan terealisasi pada, Senin (22/12) mendatang sebagai jaminan kepercayaan kepada guru-guru yang berhak menerima tundik tersebut. Disela-sela pertemuan itu, dua orang pengurus LSM LIRA Kabupaten Karo, Aditya Sebayang dan Julianus meminta waktu berbicara kepada pimpinan sidang untuk menyampaikan aspirasinya sebagai pendamping guru yang datang ke lembaga legislatif. Menyikapi hal itu, Rapat Romanus Purba menjelaskan kepada mereka bahwa sesuai dengan surat dari pihak kepolisian tentang unjuk rasa damai ke gedung DPRD Karo hanya tertera para guru yang belum menerima tundik. Untuk itu kepada utusan LIRA, karena nama-nama LSM LIRA tidak terangkai di dalam surat tersebut maka dengan kerendahan hati agenda pertemuan pada hari ini hanya antara DPRD dan guru. Setelah mendengar penjelasan dari Plt Kadis Diknas, para guru membubarkan diri dengan tertib. Di tempat terpisah, Bendahara Diknas Karo, Mariyati br Barus kepada wartawan di ruang kerjanya mengatakan sebanyak 4370 guru se Kabupaten Karo yang berhak menerima tundik tersebut dengan jumlah nominal Rp 11.101.724.025 dan belum dipotong PPH per orang 5%. (ps) Låna pengar utan säkerhet. Sök och jämför lån hos Kelkoo.
