Mungkin ada ribuan bahkan jutaan artikel yang membahas tentang ini di 
situs-situs internet, bahkan ada yang melengkapi dengan ilustrasi video, bahkan 
sebentar lagi "kiamat 2012" akan difilm kan dan filmnya akan keluar pada bulan 
november mendatang? namun mengingat belum ada media lokal yang meliput 
pemberitaanya secara serius maka saya kira tabu membahas hal tersebut ke milist 
tempat kita berdiskusi selama ini, namun ketika hari di situs kompas juga telah 
mulai memuat beritanya, maka saya juga ikut tertarik untuk memposting artikel 
yang ditulis kompas tersebut ke milist kita, berikut adalah berita selengkapnya:

Sumber: 
http://kompas.com/read/xml/2009/02/23/09541073/2012.masa.paling.sakral.dan.berbahaya

Heboh ramalan tahun 2012 sudah berlangsung lama, tetapi baru meluas
sekitar 10 tahun terakhir. Penelitian tentang hal itu dilakukan banyak
ahli dari berbagai bidang ilmu dan puluhan buku sudah diterbitkan.Observasi
astronomi sangat akurat selama berabad-abad para astronom genius Maya
memberi pertanda, tanggal 21/12/2012 akan menjadi kelahiran zaman baru.
Masa itu paling sakral sekaligus paling berbahaya dalam sejarah Bumi.Menurut
Laurence E Joseph dalam Apocalypse 2012, tanggal 21/12/2012 merupakan
titik balik musim dingin tahunan ketika belahan Utara Bumi berada di
titik terjauh dari Matahari sehingga siang sangat pendek.Pada
tanggal itu, tata surya dengan Matahari sebagai pusatnya, seperti
diyakini bangsa Maya, akan menutupi pemandangan pusat Bimasakti dari
Bumi. Para astronom Maya Kuno menganggap titik pusat ini sebagai rahim
Bimasakti. Keyakinan itu didukung banyak pembuktian para astronom
kontemporer bahwa di situlah tempat terciptanya bintang-bintang galaksi.Saat
ini, sejumlah lembaga penelitian ilmiah mengenai atmosfer, ruang
angkasa, dan teknologi di Barat menduga ada lubang hitam tepat di pusat
itu yang menyedot massa, energi, dan waktu, yang menjadi bahan baku
penciptaan bintang masa depan.Untuk pertama kalinya dalam 26.000
tahun, energi yang mengalir ke Bumi dari titik pusat Bimasakti akan
sangat terganggu pada 21/12/2012, tepatnya pukul 11.11 malam. Semua itu
disebabkan guncangan kecil pada rotasi Bumi.Bangsa Maya yakin,
sesingkat apa pun terputusnya pancaran dari pusat galaksi akan merusak
keseimbangan mekanisme vital Bumi dan tubuh semua makhluk, termasuk
manusia.Memaknai ramalanAda yang menginterpretasikan 21/12/2012 sebagai 
”kiamat”, tetapi banyak pula yang memaknainya secara kontemplatif.Pakar
psikologi transpersonal dari AS, Dr Beth Hedva, yang ditemui di Jakarta
beberapa waktu lalu, mengibaratkan Ibu Bumi sudah sangat dekat waktunya
melahirkan. Proses kelahiran tak hanya diiringi darah dan penderitaan,
tetapi juga harapan dan janji.”Selalu terjadi kontraksi,” ujar
Beth Hedva. Wujudnya perang, kekejian, dan bencana akibat penghancuran
lingkungan dan perusakan atmosfer Bumi—dampak kebencian dan keserakahan
manusia—serta bencana yang disebabkan faktor manusia dan nonmanusia.Dalam
antologi The Mystery 2012: Predictions, Prophecies & Possibilities
(2007), ahli sistem komputer untuk ruang angkasa yang menjembatani ilmu
pengetahuan dan spiritualitas, Gregg Braden, menyatakan, yang
terpenting bukan apa yang akan terjadi, tetapi bagaimana potensi
kolektif muncul dari pemahaman holistik dan kesadaran tentang siapa
diri kita di tengah Semesta Raya.Ahli fisika biologi dan ahli
kanker pada Organisasi Kesehatan Dunia, Carl Johan Calleman, peneliti
Kalender Maya, mengingatkan pada transformasi kesadaran manusia.Robert
K Stiler, Direktur Program Kajian Amerika Latin Universitas Stetson di
DeLand, Florida, AS, menambahkan, ”Apa pun maknanya, bangsa Maya
mengajak kita merengkuh hidup berkualitas dan kesehatan planet Bumi.”Tahun
2012 adalah tahun berjaga dengan menyadari teknologi saja tak menjamin
keberlangsungan Bumi. Begitu diingatkan José Argüelles, PhD, ahli
Kalender Maya dan pakar sejarah seni dan estetika dari Universitas
Chicago.”Kalau kita tidak berjaga, planet Bumi akan hancur
secara alamiah karena sekarang sudah jauh dari seimbang,” ia
menambahkan. ”Pikiran manusia secara massal dikontrol dan dimanipulasi
pemerintah dan institusi-institusi yang menjadi faktor kunci kehidupan
modern.”Christine Page, dokter medis, ahli homeopati dan
kesehatan holistik, menjelaskan, tanggapan pada zaman baru sangat
tergantung pada kemampuan memahami kesalingterkaitan dan menghargai Ibu
Bumi. ”Alam dan semua makhluk hidup di Bumi adalah bagian diri kita
yang harus diperlakukan penuh martabat, penghargaan, dan cinta,”
ujarnya.Jadi, pilihan ada di tangan manusia: membiarkan planet Bumi hancur atau 
melanjutkan evolusinya. Mari kita renungkan….

Salam Mejuah Juah

Karo Cyber Community



      

Kirim email ke