Saya masih ingat bagaimana orang Karo siadi juga sering bikin 
ramalan, terutama yang ada hubungannya dengan alam atau kejadian 
alam. Saya ingat laki saya (bulang, bolang) meletakkan sarung 
parangnya diatas sesuatu dan mulai ertabas sambil mutar-mutar arah 
sarung parang itu. 
Apakah masih ada orang tua Karo yang bisa meramalkan alam? Menarik 
juga kalau ada. 
Tapi kalau menurut ramalan selikuran, mestinya angkanya 22, pasti 
sakralnya hehehe . . . 
Bujur ras mejuah-juah
MUG 


--- In [email protected], Alexander Firdaust 
<daustco...@...> wrote:
>
> Mungkin ada ribuan bahkan jutaan artikel yang membahas tentang ini 
di situs-situs internet, bahkan ada yang melengkapi dengan ilustrasi 
video, bahkan sebentar lagi "kiamat 2012" akan difilm kan dan 
filmnya akan keluar pada bulan november mendatang? namun mengingat 
belum ada media lokal yang meliput pemberitaanya secara serius maka 
saya kira tabu membahas hal tersebut ke milist tempat kita 
berdiskusi selama ini, namun ketika hari di situs kompas juga telah 
mulai memuat beritanya, maka saya juga ikut tertarik untuk 
memposting artikel yang ditulis kompas tersebut ke milist kita, 
berikut adalah berita selengkapnya:
> 
> Sumber: 
http://kompas.com/read/xml/2009/02/23/09541073/2012.masa.paling.sakra
l.dan.berbahaya
> 
> Heboh ramalan tahun 2012 sudah berlangsung lama, tetapi baru meluas
> sekitar 10 tahun terakhir. Penelitian tentang hal itu dilakukan 
banyak
> ahli dari berbagai bidang ilmu dan puluhan buku sudah 
diterbitkan.Observasi
> astronomi sangat akurat selama berabad-abad para astronom genius 
Maya
> memberi pertanda, tanggal 21/12/2012 akan menjadi kelahiran zaman 
baru.
> Masa itu paling sakral sekaligus paling berbahaya dalam sejarah 
Bumi.Menurut
> Laurence E Joseph dalam Apocalypse 2012, tanggal 21/12/2012 
merupakan
> titik balik musim dingin tahunan ketika belahan Utara Bumi berada 
di
> titik terjauh dari Matahari sehingga siang sangat pendek.Pada
> tanggal itu, tata surya dengan Matahari sebagai pusatnya, seperti
> diyakini bangsa Maya, akan menutupi pemandangan pusat Bimasakti 
dari
> Bumi. Para astronom Maya Kuno menganggap titik pusat ini sebagai 
rahim
> Bimasakti. Keyakinan itu didukung banyak pembuktian para astronom
> kontemporer bahwa di situlah tempat terciptanya bintang-bintang 
galaksi.Saat
> ini, sejumlah lembaga penelitian ilmiah mengenai atmosfer, ruang
> angkasa, dan teknologi di Barat menduga ada lubang hitam tepat di 
pusat
> itu yang menyedot massa, energi, dan waktu, yang menjadi bahan baku
> penciptaan bintang masa depan.Untuk pertama kalinya dalam 26.000
> tahun, energi yang mengalir ke Bumi dari titik pusat Bimasakti akan
> sangat terganggu pada 21/12/2012, tepatnya pukul 11.11 malam. 
Semua itu
> disebabkan guncangan kecil pada rotasi Bumi.Bangsa Maya yakin,
> sesingkat apa pun terputusnya pancaran dari pusat galaksi akan 
merusak
> keseimbangan mekanisme vital Bumi dan tubuh semua makhluk, termasuk
> manusia.Memaknai ramalanAda yang menginterpretasikan 21/12/2012 
sebagai ”kiamat”, tetapi banyak pula yang memaknainya secara 
kontemplatif.Pakar
> psikologi transpersonal dari AS, Dr Beth Hedva, yang ditemui di 
Jakarta
> beberapa waktu lalu, mengibaratkan Ibu Bumi sudah sangat dekat 
waktunya
> melahirkan. Proses kelahiran tak hanya diiringi darah dan 
penderitaan,
> tetapi juga harapan dan janji.”Selalu terjadi kontraksi,” ujar
> Beth Hedva. Wujudnya perang, kekejian, dan bencana akibat 
penghancuran
> lingkungan dan perusakan atmosfer Bumiâ€"dampak kebencian dan 
keserakahan
> manusiaâ€"serta bencana yang disebabkan faktor manusia dan 
nonmanusia.Dalam
> antologi The Mystery 2012: Predictions, Prophecies & Possibilities
> (2007), ahli sistem komputer untuk ruang angkasa yang menjembatani 
ilmu
> pengetahuan dan spiritualitas, Gregg Braden, menyatakan, yang
> terpenting bukan apa yang akan terjadi, tetapi bagaimana potensi
> kolektif muncul dari pemahaman holistik dan kesadaran tentang siapa
> diri kita di tengah Semesta Raya.Ahli fisika biologi dan ahli
> kanker pada Organisasi Kesehatan Dunia, Carl Johan Calleman, 
peneliti
> Kalender Maya, mengingatkan pada transformasi kesadaran 
manusia.Robert
> K Stiler, Direktur Program Kajian Amerika Latin Universitas 
Stetson di
> DeLand, Florida, AS, menambahkan, ”Apa pun maknanya, bangsa Maya
> mengajak kita merengkuh hidup berkualitas dan kesehatan planet 
Bumi.”Tahun
> 2012 adalah tahun berjaga dengan menyadari teknologi saja tak 
menjamin
> keberlangsungan Bumi. Begitu diingatkan José Argüelles, PhD, ahli
> Kalender Maya dan pakar sejarah seni dan estetika dari Universitas
> Chicago.”Kalau kita tidak berjaga, planet Bumi akan hancur
> secara alamiah karena sekarang sudah jauh dari seimbang,” ia
> menambahkan. ”Pikiran manusia secara massal dikontrol dan 
dimanipulasi
> pemerintah dan institusi-institusi yang menjadi faktor kunci 
kehidupan
> modern.”Christine Page, dokter medis, ahli homeopati dan
> kesehatan holistik, menjelaskan, tanggapan pada zaman baru sangat
> tergantung pada kemampuan memahami kesalingterkaitan dan 
menghargai Ibu
> Bumi. ”Alam dan semua makhluk hidup di Bumi adalah bagian diri 
kita
> yang harus diperlakukan penuh martabat, penghargaan, dan cinta,”
> ujarnya.Jadi, pilihan ada di tangan manusia: membiarkan planet 
Bumi hancur atau melanjutkan evolusinya. Mari kita renungkan….
> 
> Salam Mejuah Juah
> 
> Karo Cyber Community
>


Kirim email ke