Payo pa, nina sahabat 3 klan enda ndai (yang menjadi saksi dan pelaku langsung sejarah era 40an sd 60-an), Tan Malaka pernah i Tanjung Merawa. Janah, enggo ka pe ngeipar lawit, lit denga ka ia mulihken ku Taneh Karo, nina. Kalak Karo si kubegi pernah langsung temanna sada aron, enggo i dilo Dibata. Tading dua kalak nari juniorenna. Informasi-informasi yang bersumber dari mereka yang pernah terlibat mengatakan, bahwa Tan Malaka adalah sosok yang misterius, dan sering dikejar-kejar tentara rahasia penjajah, terutama Belanda. Erkite-kiteken si e, emaka asakai sumber informasi yang berasal dari penjajah, terutama yang dibuatnya pernah gerah sangat, aku pribadi meragukan.. Belanda merasa kecolongan, karena mereka tahu bahwa Tan Malaka salah seorang tokoh dibalik layar, gerakan proklamasi kemerdekaan Indonesia... Tan Malaka sadar, kalau dirinya yang seorang Sumatera Barat, dan lebih sering berada di "gerakan bawah tanah", akan kurang populer bila mengambil alih proklamasi. Akhirnya, berkoordinasi dengan 7 pemuda Rengas Dengklok....guna "menculik" Soekarno-Hatta terkait upaya proklamasi kemerdekaan RI.... Kemungkinan Tan Malaka meninggal dan dikubur di Taneh Karo, juga ada.... Amin bage gia, nta sitimai dage hasil pendahin tim si enggo i bentuk ndai.... Mjj man banta kerina MJS
--- On Tue, 9/15/09, Pa Canggah <[email protected]> wrote: From: Pa Canggah <[email protected]> Subject: Re: [komunitaskaro] Re: Kerangka Jasad Tan Malaka Tes DNA di Jakarta To: [email protected] Date: Tuesday, September 15, 2009, 8:15 PM Mejuah-juah, Wari minggu nderbih ngerana-ngerana aku ras sekalak angkatan tua. Bual sipaya-paya, dungna tersinget kerna Tan Malaka. Reh nina teman enda ndai, kemungkinan besar Tan Malaka tewas di daerah Tanah Karo atau setidaknya di Sumatera Timur. Sahabat seperjuangan beliau yang berasal dari Karo bisa jadi tahu akan hal itu, bagem nina. Tah payo tah lang, sitimai test DNA nda. Tapi test DNA enda nda pe meraguken denga kang, sebab keturunen langsung beliau lanai lit. Bage kam lebe sitik tambahen jenda nari. --- On Tue, 9/15/09, medi sembiring <medy_sembiring@ yahoo.com> wrote: From: medi sembiring <medy_sembiring@ yahoo.com> Subject: [komunitaskaro] Re: Kerangka Jasad Tan Malaka Tes DNA di Jakarta To: infok...@yahoogroup s.com, tanahk...@yahoogrou ps.com, komunitaskaro@ yahoogroups. com Date: Tuesday, September 15, 2009, 1:56 PM Jelang pemilu 1999, petinggi Partai Murba Sumut pernah memaparkan, " pencarian jejak" Tan Malaka akan dilakukan. Program yang telah dicanangkan bertahun-tahun ini, kelihatan baru sekarang dijalankan. Setelah jatuhnya Rezim Diktator Soeharto, para tokoh-tokoh tua cerdas-ideolog, baik yang berlatarbelakang Murba, PKI dan PNI, kembali bermunculan di panggung Indonesia. Beberapa diantara sahabat-sahabat tersebut masih hidup, dan telah berusia 80-an. Dari bincang-bincang terpisah yang pernah saya dengar dari ketiga kelompok ini (Murba, PKI dan PNI), ditemukan nada yang sama soal latarbelakang kematian Tan Malaka. Yakni, disebabkan konflik politik yang terjadi pada saat itu. Mempelajari bagaimana hubungan Murba, PKI dan PNI masa 40-an, maka saya pikir, sumber info dari mereka inilah yang paling layak dipercaya. Memanasnya konflik politik ini, yakni ketika Soekarno membuat "surat sakti" yang menyatakan, bilamana Soekarno-Hatta tidak memungkinkan lebih lanjut mengemban tugas revolusi, maka pimpinan revolusi diserahkan kepada Tan Malaka, kemudian dilibatkan nama-nama lainnya. Ini yang memicu kecemburuan politik. Latarbelakang pembuatan surat itu tadi, karena Tan Malaka adalah seseorang yang cerdas dan revolusioner. Dan yang paling utama adalah, Tan Malaka didukung barisan Jendral Soedirman. Saat itu, AH Nasution masih TNI "danak-danak" Jadi lebih tepatnya kurasa, Tan Malaka dibunuh oknum TNI karena gejolak politik. Saya tidak tahu persis, apakah ada faktor Non Jawa, mengingat Tan Malaka dari Sumatera. Einda ka kuakap adi si arah aku. Kalau ada sumber yang diyakini bisa lebih akurat, juga sangat menarik untuk dibedah-bedah lebih lanjut nake... bujur Mjj Man Banta Kerina MJS
