Mejuah-juah Carlos
Sudah semakin jauh pembicaraan ini, menarik
Kalau kita masing-masing cerita lebih banyak 
dan lebih mendeteil, kurasa pasti akan lebih 
meriah lagi, apalagi dikaitkan dengan ethnic revival dunia, 
atau dengan munculnya rasists terbaru di Eropah, sebagai 
reaksi politik migrasi pemerintahannya. 
Ayo teman-teman sosialis, sosdem, murbais, komunis, sosdox
marhaenis, islamis, pancasilais, atau apa saja pahamnya . . . 
Diskusi terbuka, masing-masing sedapat mungkin perdalam 
analisanya atau perdangkal juga tak soal hehehe . . . 
Kita bisa saling belajar lebih banyak, dan dapat pengetahuan 
lebih banyak karena background kita yang sangat berlainan, dan 
situasi politik dunia yang sudah memungkinkan. 
Hanya itu keuntungan yang mungkin kita peroleh
'ntar saya coba berikan dongeng sosdem Swedia sebagai sosdem
paling berhasil memenangkan nasib rakyat dibandingkan dengan 
sosdem lainnya seluruh dunia, tapi pernah juga tercatat 
sebagai rasist paling menyedihkan.
Mari bersama bawa dongeng masing-masing
Salam MUG

--- In [email protected], "cpatriawgmail" <cpatr...@...> wrote:
Re: Renungan minggu 46 - Karo Ndai Denga 

> "The very purpose of our life is happiness, the very 
motion of our life is towards happiness.", kata 
Dalai Lama. Kekerabatan etnis, demokrasi, sosialisme, 
pasti juga untuk kebahagiaan manusia. Sosialisme China 
di Tibet tidak mendatangkan kebahagiaan bagi rakyat Tibet, sosialisme 
Yugoslavia tidak
mendatangkan kebahagiaan bagi Bosnia, Kosovo dsb, begitu juga sosialisme Rusia
atas Baltik, Moldavia dsb. Apa yang mereka berikan ialah dominasi tirani
mayoritas China, Serbia, Rusia, atas etnis-etnis minoritas didaerah 'nasional'
nya masing-masing. Mungkinkah Karo atau Gayo bisa dapat kebahagiaan dibawah
tirani mayoritas? Inikah fase pertama perjuangan menghilangkan ketidakadilan di
daerah? Atau haruskan perjuangan untuk keadilan ini dimulai didaerah?
>>

Hmmm cuman kan contoh yg dipakai itu (RUsia,Yugo) adalah SosDox , bukanya 
SosDem. SosDox = sosialis yg orthoDox :) bukan SosDem.

aku mau tahu juga kenapa bisa ditarik kesimpulan Sistem Kekerabatan Karo itu 
dekat dengan SosDem.

[ Walaupun mungkin memang benar demikian , tetapi ada contoh kesalahan 
pemahaman fundamental seperti "Pancasila" itu yg 
diyakini berasal dari "Kehidupan Asli
Leluhur Nenek Moyang kita". Padahal kan pancasila itu 
copy paste dari nasionalismenya Sun Yat Sen dan sosialisme Barat ]

bujur,

Carlos


Kirim email ke