Mohon ijin copy paste ke Group Mejuahjuah. Bujur.
--- In [email protected], Alexander Firdaust <daustco...@...> wrote: > > Oleh : Ris Pasha Suku Karo > terlebih di Desa Lingga, sampai saat ini masih memiliki > bangunan-bangunan tradisional seperti: rumah adat, Jambur, Lesung, > Geriten dan Sapo Page. Bentuk, bahan dan teknik mendirikan bangunan itu > hampir sama. Letak dindingnya miring ke arah luar, mempunyai dua pintu > yang menghadap ke arah barat dan timur. > > Pada > kedua ujung atap terdapat tanduk atau patung kepala kerbau. Dinding > lantai dan tiang-tiangn terbuat dari kayu. Untuk tangga ture atau tea > dibuat dari bambu. Alat pengikat dan atap digunakan ijuk. Pada beberapa > bagian rumah terdapat relief yang dicat dengan warna merah, putih, > kuning, hitam dan biru. Bangunan-bangunan itu berbentuk khusus, > melambangkan sifat-sifat khas dan suku bangsa Karo. Rumah > adat Karo mempunyai ciri-ciri serta bentuk yang khusus. Rumah ini > sangat besar dan didalammya terdapat ruangan yang luas, tidak mempunyai > kamar-kamar. Namun mempunyai bagian-bagian yang ditempati oleh keluarga > batih atau jabu tertentu. Rumah adat berdiri di atas tiang-tiang besar > serupa rumah panggung yang tingginya kira-kira dua merter lebih dari > tanah. Lantai dan dinding dari papan yang tebal dan letak dinding rumah > agak miring keluar, mempunyai dua buah pintu menghadap ke sebelah barat > satu lagi ke sebelah Timur. Tangga masuk ke > rumah juga ada dua, sesuai dengan letak pintu dan terbuat dari bambu > bulat. Menurut kepercayaan mereka, jumlah anak tangga harus ganjil. Di > depan masing-masing pintu terdapat serambi, dibuat dari bambu-bambu > bulat, besar dan kuat disebut Ture. Ture ini digunakan untuk anak gadis > bertenun. Sedang pada malam hari, Ture atau serambi ini, berfungsi > sebagai tempat naki-naki atau tempat perkenalan para pemuda dan pemudi > untuk memadu kasih. Sesuai dengan atapnya, rumah > adat karo terdiri dari dua macam, yaitu rumah adat biasa dan rumah > anjung-anjung. Pada rumah adat biasa mempunyai dua ayo-ayo dan dua > tanduk kepala kerbau. Sedangkan pada rumah anjung-anjung terdapat > paling sedikit ayo-ayo dan tanduk kepala kerbau. Teknologi > tradisional lainnya yang masih ada peninggalannya di desa Lingga adalah > Sapo Page yang artinya lumbung padi. Bentuk Sapo Page, seperti rumah > adat. Letaknya di halaman depan rumah adat. Tiap-tiap Sapo Page milik > dari beberapa jambu atas rumah adat. Sama dengan Geriten, Sapo Page > terdiri dari dua tingkat dan berdiri di atas tiang. Lantai bawah tidak > berdinding. Ruang ini digunakan untuk tempat duduk-duduk, beristirahat > dan sebagai ruang tamu. Lantai bagian atas mempunyai dinding untuk > menyimpan padi. Warisan budaya berupa bangunan > lain yang masih dapat kita jumpai di desa Lingga, lesung antik. Lesung > ini dibuat dari kayu pangkih sejenis kayu keras. Lesung ini mempunyai > tiga puluh empat buah lubang tempat menumbuk padi. Letak lubang ada > yang berpasang-pasang dan ada pula yang sebaris memanjang. Lesung ini > terletak dalam sebuah bangunan tradisional yang tidak berdinding. > Bangunan ini mempunyai enam buah tiang-tiang besar, tiga sebelah kanan > yang disebut binangun Pinem. Kenangan Salah > satu karya tradisi yang mempertegas bahwa rumah tidak sekedar > menonjolkan efisiensi fungsi ruang, tapi juga tempat menumbuhkan > nilai-nilai. Salah satunya kebersamaan, salah satu nilai kuat > dipancangkan di rumah adat Karo Rumah Adat Karo merupakan simbol > kebersamaan masyarakat Karo itu sendiri. Bangunan > rumah Tradisional Karo memiliki dua belas, delapan, enam dan empat > keluarga yang hidup berdampingan dalam keadaan damai dan tenteram. > Rumah warisan budaya Karo berusia ratusan tahun dan terdapat di > sejumlah desa di Kabupaten Karo, termasuk di Desa Lingga. Rumah adat > itu di sebut di waluh jabu, sepulu dua jabu, enem jabu dan empat jabu. > Artinya dalam rumah adat sepuludua jabu, dalam rumah adat itu terdapat > 12 kepala keluarga dan seterusnya. Bahan > bangunan rumah tradisionil ini dari kayu bulat, papan, bambu dan > beratap ijuk tanpa menggunakan paku yang dikerjakan tenaga arsitektur > masa lalu. Rumah adat karo memiliki dua pintu, yang letaknya di bagian > depan dan yang satunya lagi di belakang. Jumlah jendela-nya ada > delapan. Empat ada di samping kiri dan kanan. Empatnya > lagi ada di bagian depan dan belakang. Organisasi rumah adat ini > berpola "linier" karena ruangan-nya menunjukkan bentuk garis. Pada > beberapa bagian rumah, terdapat relief yang dicat dengan warna merah, > putih, kuning, hitam dan biru. Bangunan-bangunan itu berbentuk khusus > yang melambangkan sifat-sifat khas dan suku Karo. Keunikan > dari rumah adat Karo dibandingkan dengan rumah adat lainnya yang ada di > Sumatera adalah pada atapnya. Atap rumah adat karo bertingkat dua dan > pada kedua ujung atap terdapat tanduk kerbau. Kondisi > rumah peninggalan nenek moyang Karo tersebut sangat memprihatinkan. Di > Desa Lingga terdapat sekitar 28 rumah adat. Kini tinggal 2 buah lagi > yang layak huni, yakni rumah Gerga (Raja) dan rumah Blang ayo. Sekitar > 5 rumah adat disana berdiri miring dan hampir rubuh. Sedangkan rumah > adat lainnya telah rubuh. Menurut Tokoh > Masyarakat Lingga, pernah ada upaya yang dilakukan untuk merehabilitasi > rumah adat melalui pihak pemerintah dan swasta, tapi sampai saat ini > belum terealisasi. Ada juga pernah membantu tapi belum mencukupi. Biaya > rehabilitasi rumah adat di Lingga memerlukan dana sekitar 2, 5 Miliar. "Kami > berharap dana rehabilitasi rumah adat Lingga dianggarkan dalam APBD Karo," > kata mereka. Dulu > Desa Lingga merupakan salah satu daerah tujuan wisata, Sumut yang juga > memiliki Lumbung Padi, Lesung Antik dan Geriten (bangunan tempat > menyimpan tengkorak sanak keluarga yang telah meninggal). Dengan > kurangnya keperdulian terhadap Rumah Adat Karo ini, diperkirakan, tak > lama lagi Rumah Adat Karo hanya tinga kenangan. Anak cucu yuang lahir > di abad sekarang, hanya mampu melihat foto-foto belaka. Kapan rumah > adat Karo dan relief-leriefnya yang memiliki makna cukup tinggi bisa > direhabilitasi? Kita hanya bisa menunggu saja. Dikutip dari berbagai sumber > Sumber: > http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=60610%3Arumah-adat-karo-dan-reliefnya&catid=95%3Aartikel-seni&Itemid=29 > Salam Mejuah Juah > > Karo Cyber Community >
