"Dari 17 kecamatan di Kabupaten Tanah Karo, sejauh ini hanya ada lima SMP negeri dan delapan SMA negeri". Baru sekarang kita dapatkan angka jumlah sekolah ini, sehingga tak pernah tahu sesungguhnya. Alokasi pendidikan selalu terkecil ke kab Karo, sepertinya sesuai semua . . . siapa yang butuh sekolah? Angka kecil ini perlu dikumandangkan ke balon kada sekarang, merencanakan jatah 17 SMP negeri dan 17 SMA negeri. Yang lebih menyedihkan lagi ialah jarak ke sekolah sering terlalu jauh bagi anak-anak kecil (SD), kalaupun atapnya tidak bocor. MUG
--- In [email protected], Alexander Firdaust <daustco...@...> wrote: MEDAN - Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan DPRD Sumatera Utara menyatakan keprihatinannya karena pembangunan pendidikan di Kabupaten Tanah Karo dinilai tidak mendukung upaya pencapaian visi-misi gubernur, yakni "rakyat tidak bodoh" dan "rakyat punya masa depan". "Pembangunan pendidikan di Karo belum mendukung visi-misi gubernur. Buktinya SMP dan SMA negeri di daerah itu masih sangat sedikit dan hingga kini belum ada upaya untuk menambahnya," ujar ketua fraksi PDI Perjuangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut, Budiman P Nadapdap, siang ini. Ia mengaku mendapati kondisi tersebut ketika melakukan kunjungan kerja guna melihat kondisi pendidikan di daerah itu, akhir pekan lalu. Dari 17 kecamatan di Kabupaten Tanah Karo, sejauh ini hanya ada lima SMP negeri dan delapan SMA negeri. "Seharusnya di setiap kecamatan ada SMP dan SMA negeri," katanya. Melihat kondisi tersebut, ia menilai visi-misi Gubernur Sumut di daerah itu bakal terancam tidak terealisasi dengan baik. "Sudah 65 tahun kita merdeka, ternyata kondisinya masih seperti itu. Di sini pemerintah harus lebih peka untuk memberikan bekal pendidikan lebih baik kepada rakyatnya, apalagi sudah menjadi bagian dari visi-misi gubernur," ujarnya. Sumber: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=138558:pendidikan-di-karo-belum-baik&catid=15:sumut&Itemid=28 Salam Mejuah Juah Karo Cyber Community
