Ehmmm.... Ya kita coba aja seperti Ibu Mega dahulu kita elu-elukan
bahkan sampai ngampaiken tudung sebagai warga kehormatan di
peninggaren.

Ternyata sosok sebagai anak Proklamator tidak menjamin kalau Ibu Mega
bisa suskses menjalankan roda pemerintahan.

Jadi ada baiknya saat ini kita selaku warga karo yg peduli pembangunan
tanah karo simalem memberi wawasan yg objektif kepada masyarakat karo
yg mempunyai hak pilih nantinya untuk menentukan siapa pemimpin tanah
karo 5 tahun kedepan.

Kalau saya baca secara seksama tulisan Pak Ginting ini bangga pada
pejuang, saya setuju. Tapi coba kita lihat siapa yg akan kita pilih.
Pejuangnyakah atau anaknya.Kalau anaknya ya mari kita bicarakan
kapabilitas dari org tersebut, supaya warga jambur ini bisa tau
isinya.

Bujur



On 8/23/10, MU Ginting <[email protected]> wrote:
> Majulah anak perjuang!
> Saya teringat seorang pejuang kemerdekaan, Djamin Gintings di Sumatera Utara
> sebagai seorang yang dengan sekuat tenaga dan pikirannya melawan penjajahan
> dan setelah merdeka masih tetap begitu setia mempertahankan serta mendukung
> terus republik ini dari segala macam rongrongan imperialis yang pada akhir
> 50an dan awal 60an ditujukan dengan menghancurkan kekuasaan nasionalis
> Soekarno. Jiwa dan pikiran nasionalisme Djamin Gintings yang telah terpupuk
> dalam perang kemerdekaan serta sebagai warisan nyata dari kebesaran
> patriotisme Soekarno sebagai pejuang besar kemerdekaan Indonesia, telah
> membawa Djamin Gintings ke posisi pemikiran patriot nasional yang tak
> tergoyahkan. Dalam aksi lanjutan usaha kolonial menggagalkan kemerdekaan
> Indonesia dengan melancarkan agresi I dan II, Djamin Gintings dari Tentara
> Republik (kemudian TNI) serta Payung Bangun sebagai salah satu dari pimpinan
> Laskar Rakyat, kedua pejuang ini telah menjadi penghalang besar bagi usaha
> Belanda
>  dan Sekutu menduduki kembali tanah air Indonesia di daerah Sumatera Utara
> terutama di daerah Sumatera Timur.
> Jiwa besar nsional patriotis Djamin Gintings seterusnya juga teruji dan
> terbukti dari sikap dan ketegasannya menghadapi pemberontakan PRRI/Dewa
> Gajah di Sumut, dengan cepat mengambil alih kekuasaan militer setelah
> mendapatkan penunjukan langsung dari presiden Soekarno di Jakarta. Dalam
> proses pengebiran kekuasaan nasionalis Soekarno diawal 60an (kudeta 65
> adalah bentuk yang lebih sempurna dari PRRI/Permesta), berangsur-angsur
> posisi serta pemikiran pejuang patriotis Djamin Gintings juga semakin tak
> mungkin bertahan, dan setelah Soekarno secara definitif tersingkir, pada
> dasarnya sudah tidak ada tempat bagi semua pejuang nasionalis yang setia
> terhadap Soekarno dan ide-idenya.
> Keteguhan jiwa dan wataknya sebagai pejuang yang tak pernah menyerah demi
> kemerdekaan Indonesia dan keadilan, serta kejujurannya dalam menghadapi
> segala macam tantangan nyata, telah dan akan tetap menjadi contoh yang tak
> terlupakan bagi rakyat Indonesia yang cinta kemerdekaan dan keadilan.
> Dalam usahanya meringankan beban kehidupan di kab Karo, Riemenda Gintings
> dan Aksi Bangun terlihat berusaha keras mewarisi jiwa besar pejuang Djamin
> Gintings dan Payung Bangun.
> "Yes, we did produce a near-perfect republic. But will they keep it? Or will
> they, in the enjoyment of plenty, lose the memory of freedom? Material
> abundance without character is the path of destruction."
> Thomas Jefferson
>
> Mejuah-juah kita kerina
> MUG
>
>

-- 
Sent from Gmail for mobile | mobile.google.com

Zoblok Entertainment
Komp. Pengayoman
Jl. Pidana IV Blok A9/7A Tangerang
Phone. +62 21 71596414
Mobile. +62 819 2126 232
Fax.+62 21 558 1674
YM: onda_good
Email: [email protected], http://www.zoblok.com

Kirim email ke