Re: [komunitaskaro] Majulah anak perjuang! 
 
"Tapi coba kita lihat siapa yg akan kita pilih.
Pejuangnyakah atau anaknya.Kalau anaknya ya mari kita bicarakan kapabilitas 
dari org tersebut, supaya warga jambur ini bisa tau isinya." (Mazmur Tarigan)


Mejuah-juah permilis kerina
Kai si turiken Tarigan mergana enda bas postingna payo nggugah perukurenta 
kerina, terutama kita Karo bas milis enda. Ise si ipilih jadi bupati tentu ia 
ka nge kari simenentuken uga perkembangen kab Karo 5 th kulebe. Maka payo perlu 
nge "kita bicarakan kapabilitas dari org tersebut" nina, arah ukur bujur janah 
kekelengen man Karo gelah ula ka kari terjadi bagi si enggo 2x5 th silepus. Adi 
salah ka kari milih sekali enda, maka 3x5 th enggo percuma atau salah milih. 
Encage seterusna lit denga kang kemungkinen salah jadi 4x5 th ka, menam bage 
bas kerina kabupaten, bagi kemerdekaanta enggo 65 th ntah ja ka ndai salahna 
lalap la lit ertina man jelma sienterem. 
Proses penentuan pemimpin enda, proses perdalanen bangsa enda, entah perbahan 
lenga kin lit lahir pemimpin si cocok maka kai pe ipilih salah kidah rusur? 
Pilkada silepus jelas salah pilih, lit kin ndai pilihen si la salah? Ise nge 
mindai si arus ipilih gelah ula salah pilih? Enda me rusur jadi penungkunen bas 
ukur bujur ras mehuli bas rayat sirulo nari. 
Bagi si enggo teridah bas pengalamenta kerina maka labo sada pe kita simungkin 
njawab pertanyaan enda, sebab labo ngenca bas daerah tapi bagepe pusat, 
eksekutif, legislatif bagepe yudikatifna. Uga ka kin kari daerah enda pang lain 
sisada (tampil beda, make different) ibas guru "kencing berdiri" ma pasti kang 
murid malah sambil berlari. Encage pusat enda niruken atau matuhi perintah 
internasional ka.  'Tampil beda' enda ndai luar biasa nge, tapi labo la 
mungkin. Perubahan, change, enda sada pedomanna, ise si nggit berubah, ise si 
pang berubah janah pang 'tampil beda' adah ndai. Risikona pe berat kang. Era 
duit berlimpah enda ndai . . . "Material abundance without character" nina 
Thomas Jefferson, 200 th kemudian baru menjadi kenyataan global yang sedang 
akan mencapai puncaknya, artinya kehancuran dunia dan kemanusiaan sedang 
diambang pintu hanya sebagai akibat dari moral keserakahan tak terbatas (duit 
tak terbatas, material abundance). Di zaman
 Jefferson baru permulaan thesis, dalam proses tesis-antites-syntes. 
Kelebihan manusia dari makhluk lain ialah, manusia bisa dan mampu mengendalikan 
dan mengarahkan kontradiksi mengelakkan akibat fatal proses tenang-kacau-tenang 
lagi atau order-disorder-oder lagi. Proses disorder dalam melawan diktatoris 
Orba membawa korban dan kerusakan minimal dibandingkan dengan revolusi 
Perancis, Rusia atau China. 
Ajakan Mazmur Tarigan "mari kita bicarakan kapabilitas dari org tersebut", 
adalah cara kemanusiaan sekarang untuk mencari kebenaran atau mendekati 
kebenaran, sangat mantap dan dibutuhkan mencari solusi persoalan, menghindari 
korban yang tak perlu seperti korban-korban dalam revolusi Perancis. 
Pengetahuan manusia sekarang tentang manusia dan kemanusiaan sangat jauh 
berbeda dari 200-300 th lalu. 
Salam mejuah-juah
MUG
 
--- In [email protected], Zoblok Entertainment <zob...@...> wrote:
 
Ehmmm.... Ya kita coba aja seperti Ibu Mega dahulu kita elu-elukan
bahkan sampai ngampaiken tudung sebagai warga kehormatan di
peninggaren.

Ternyata sosok sebagai anak Proklamator tidak menjamin kalau Ibu Mega
bisa suskses menjalankan roda pemerintahan.

Jadi ada baiknya saat ini kita selaku warga karo yg peduli pembangunan
tanah karo simalem memberi wawasan yg objektif kepada masyarakat karo
yg mempunyai hak pilih nantinya untuk menentukan siapa pemimpin tanah
karo 5 tahun kedepan.

Kalau saya baca secara seksama tulisan Pak Ginting ini bangga pada
pejuang, saya setuju. Tapi coba kita lihat siapa yg akan kita pilih.
Pejuangnyakah atau anaknya.Kalau anaknya ya mari kita bicarakan
kapabilitas dari org tersebut, supaya warga jambur ini bisa tau
isinya.

Bujur
On 8/23/10, MU Ginting <gintin...@...> wrote:
 Majulah anak perjuang!
Majulah anak perjuang! 
Saya teringat seorang pejuang kemerdekaan, Djamin Gintings di Sumatera Utara 
sebagai seorang yang dengan sekuat tenaga dan pikirannya melawan penjajahan dan 
setelah merdeka masih tetap begitu setia mempertahankan serta mendukung terus 
republik ini dari segala macam rongrongan imperialis yang pada akhir 50an dan 
awal 60an ditujukan dengan menghancurkan kekuasaan nasionalis Soekarno. Jiwa 
dan pikiran nasionalisme Djamin Gintings yang telah terpupuk dalam perang 
kemerdekaan serta sebagai warisan nyata dari kebesaran patriotisme Soekarno 
sebagai pejuang besar kemerdekaan Indonesia, telah membawa Djamin Gintings ke 
posisi pemikiran patriot nasional yang tak tergoyahkan. Dalam aksi lanjutan 
usaha kolonial menggagalkan kemerdekaan Indonesia dengan melancarkan agresi I 
dan II, Djamin Gintings dari Tentara Republik (kemudian TNI) serta Payung 
Bangun sebagai salah satu dari pimpinan Laskar Rakyat, kedua pejuang ini telah 
menjadi penghalang besar bagi usaha Belanda
 dan Sekutu menduduki kembali tanah air Indonesia di daerah Sumatera Utara 
terutama di daerah Sumatera Timur. 
Jiwa besar nsional patriotis Djamin Gintings seterusnya juga teruji dan 
terbukti dari sikap dan ketegasannya menghadapi pemberontakan PRRI/Dewa Gajah 
di Sumut, dengan cepat mengambil alih kekuasaan militer setelah mendapatkan 
penunjukan langsung dari presiden Soekarno di Jakarta. Dalam proses pengebiran 
kekuasaan nasionalis Soekarno diawal 60an (kudeta 65 adalah bentuk yang lebih 
sempurna dari PRRI/Permesta), berangsur-angsur posisi serta pemikiran pejuang 
patriotis Djamin Gintings juga semakin tak mungkin bertahan, dan setelah 
Soekarno secara definitif tersingkir, pada dasarnya sudah tidak ada tempat bagi 
semua pejuang nasionalis yang setia terhadap Soekarno dan ide-idenya. 
Keteguhan jiwa dan wataknya sebagai pejuang yang tak pernah menyerah demi 
kemerdekaan Indonesia dan keadilan, serta kejujurannya dalam menghadapi segala 
macam tantangan nyata, telah dan akan tetap menjadi contoh yang tak terlupakan 
bagi rakyat Indonesia yang cinta kemerdekaan dan keadilan. 
Dalam usahanya meringankan beban kehidupan di kab Karo, Riemenda Gintings dan 
Aksi Bangun terlihat berusaha keras mewarisi jiwa besar pejuang Djamin Gintings 
dan Payung Bangun. 
"Yes, we did produce a near-perfect republic. But will they keep it? Or will 
they, in the enjoyment of plenty, lose the memory of freedom? Material 
abundance without character is the path of destruction.",  Thomas Jefferson  
Mejuah-juah kita kerina 
MUG
 

Kirim email ke