Majulah pejuang...

Tak peduli bapak mu jenderal atau kopral
Tak peduli moyangmu raja atau jelata
Tak peduli mereka semua marhaen atau burjouis....
Tak peduli pada kepahlawanan atau pengkhianatan...

Majulah pejuang,
Masa depan Karo ada padamu
Tergantung sikap dan pilihanmu..

Majulah pejuang..
Walau kau tak kan menang
atau tak kan pernah dikenang...

Tapi aku berkata... KAULAH PEJUANG
Keturunanmu berkata KAULAH PEJUANG...





________________________________
From: Zoblok Entertainment <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Mon, August 30, 2010 8:28:29 AM
Subject: Re: [komunitaskaro] Majulah anak perjuang!

  


Link tambahan arogansi dari seorang anak pejuang...mudah mudahan ini juga bisa 
dijadikan Indikator tambahan
http://forum.detik.com/showthread.php?t=205753


Salam Mejuah Juah

 
Pada 29 Agustus 2010 14.10, Zoblok Entertainment <[email protected]> menulis:

Sangat menarik kalau memang kita kaji dari sisi akademisi, karena semua argumen 
dan pernyataan tentunya harus mempunyai indikator. Indikator kegagalan Megawati 
adalah bikin KTP saja masih bayar Rp 100.000 rupiah di kantor camat waktu itu, 
maaf ini hal kecil saja indikator kegagalan pemerintahan dimata masyarakat 
kecil.
>
>Kalau kita bicara yang besar, ya di masa Megawati praktek-praktek Mafia Pajak 
>tidak diungkap walaupun tau sama-sama tau. 
>
>
>Jadi menurut pandangan saya seorang pemimpin cuman berhak mendapat nilai : 
>SUKSES & GAGAL. Kalau seorang pemimpin mengharapkan nilai TIDAK MAKSIMAL maka 
>bisa kernep duluan warganya/karyawannya.
>
>Salam 
> 
>
>
>
>Pada 28 Agustus 2010 21.54, haryanto bode <[email protected]> menulis: 
>
>
>  
>>Kita tidak dapat menilai megawati gagal memimpin karena dia hanya kurang 3 
>>tahun 
>>memimpin, tapi kita harus juga mengetahui bagaimana menderitanya Mega saat 
>>semua 
>>dalam kondisi yang tidak mengenakkan disaat sorkarno harus menjadi tahanan. 
>>Tidak lebih mulia apa yang dilakukan pemerintah sekarang ketimbang yang 
>>dilakukan Mega. Coba buat indikatornya. Korupsi, penipuan hukum, KPK lemah, 
>>Irian tdk berubah, harga diri diinjak-injak malaysia........jadi tidak benar 
>>ada 
>>yang mengatakan gagal, namun tidak maksimal.
>>
>>Secara genetika darah pejuang diturunkan kepada anaknya. Pajuang itu jauh 
>>lebih 
>>mulia dari tugas seorang rohaniawan. Coba analisa kalimat itu, pejuang 
>>mempertahankan harga diri bangsa dan negara, itu jauh lebih mulia ketimbang 
>>hanya berkhotbah atau berdakwah. Karena berjuang mempertahankan harga diri 
>>negara artinya, matipun siap.
>>
>>Dengan pengalaman yang ada selama ini, maka kita berharap anak pejuang maju 
>>membawa genetika orang tuannya. Semangat juang, matipun rela itu yang kita 
>>harapkan. Apa yang dihasilkan oleh penguasa sebelumnya melakukan pendekatan 
>>ilmu 
>>dan pangkat dll, tapi sekali ini selain berilmu juga memilki Genetika seorang 
>>pahlawan.
>>
>>Menurut Jurnal biokimia, pembawa sifat ayah ibu itu 30+30 =60 % turun ke 
>>anak, 
>>secara sistem menyeluruh pada seorang individu. Jadi kalau bapak pejuang anak 
>>pasti memiliki darah pejuang. 
>>
>>
>>Salam memilihlah dengan semangat seorang pejuang.
>>BHTRG, Tw
>>
>>
>>
>>
________________________________
From: MU Ginting <[email protected]>
>>To: [email protected]; [email protected]; 
>>[email protected]
>>Sent: Sat, August 28, 2010 9:56:46 PM
>>Subject: Re: [komunitaskaro] Majulah anak perjuang!
>>
>>
>>  
>>Re: [komunitaskaro] Majulah anak perjuang! 
>>  
>>"Tapi coba kita lihat siapa yg akan kita pilih.
>>Pejuangnyakah atau anaknya.Kalau anaknya ya mari kita bicarakan kapabilitas 
>>dari 
>>org tersebut, supaya warga jambur ini bisa tau isinya." (Mazmur Tarigan)
>>
>>
>>Mejuah-juah permilis kerina 
>>Kai si turiken Tarigan mergana enda bas postingna payo nggugah perukurenta 
>>kerina, terutama kita Karo bas milis enda. Ise si ipilih jadi bupati tentu ia 
>>ka 
>>nge kari simenentuken uga perkembangen kab Karo 5 th kulebe. Maka payo perlu 
>>nge 
>>"kita bicarakan kapabilitas dari org tersebut" nina, arah ukur bujur janah 
>>kekelengen man Karo gelah ula ka kari terjadi bagi si enggo 2x5 th silepus. 
>>Adi 
>>salah ka kari milih sekali enda, maka 3x5 th enggo percuma atau salah milih. 
>>Encage seterusna lit denga kang kemungkinen salah jadi 4x5 th ka, menam bage 
>>bas 
>>kerina kabupaten, bagi kemerdekaanta enggo 65 th ntah ja ka ndai salahna 
>>lalap 
>>la lit ertina man jelma sienterem. 
>>
>>Proses penentuan pemimpin enda, proses perdalanen bangsa enda, entah perbahan 
>>lenga kin lit lahir pemimpin si cocok maka kai pe ipilih salah kidah rusur? 
>>Pilkada silepus jelas salah pilih, lit kin ndai pilihen si la salah? Ise nge 
>>mindai si arus ipilih gelah ula salah pilih? Enda me rusur jadi penungkunen 
>>bas 
>>ukur bujur ras mehuli bas rayat sirulo nari. 
>>
>>Bagi si enggo teridah bas pengalamenta kerina maka labo sada pe kita 
>>simungkin 
>>njawab pertanyaan enda, sebab labo ngenca bas daerah tapi bagepe pusat, 
>>eksekutif, legislatif bagepe yudikatifna. Uga ka kin kari daerah enda pang 
>>lain 
>>sisada (tampil beda, make different) ibas guru "kencing berdiri" ma pasti 
>>kang 
>>murid malah sambil berlari. Encage pusat enda niruken atau matuhi perintah 
>>internasional ka.  'Tampil beda' enda ndai luar biasa nge, tapi labo la 
>>mungkin. 
>>Perubahan, change, enda sada pedomanna, ise si nggit berubah, ise si pang 
>>berubah janah pang 'tampil beda' adah ndai. Risikona pe berat kang. Era duit 
>>berlimpah enda ndai . . . "Material abundance without character" nina Thomas 
>>Jefferson, 200 th kemudian baru menjadi kenyataan global yang sedang akan 
>>mencapai puncaknya, artinya kehancuran dunia dan kemanusiaan sedang diambang 
>>pintu hanya sebagai akibat dari moral keserakahan tak terbatas (duit tak 
>>terbatas, material abundance). Di zaman Jefferson baru permulaan thesis, 
>>dalam 
>>proses tesis-antites-syntes. 
>>
>>Kelebihan manusia dari makhluk lain ialah, manusia bisa dan mampu 
>>mengendalikan 
>>dan mengarahkan kontradiksi mengelakkan akibat fatal proses 
>>tenang-kacau-tenang 
>>lagi atau order-disorder-oder lagi. Proses disorder dalam melawan diktatoris 
>>Orba membawa korban dan kerusakan minimal dibandingkan dengan revolusi 
>>Perancis, 
>>Rusia atau China. 
>>
>>Ajakan Mazmur Tarigan "mari kita bicarakan kapabilitas dari org tersebut", 
>>adalah cara kemanusiaan sekarang untuk mencari kebenaran atau mendekati 
>>kebenaran, sangat mantap dan dibutuhkan mencari solusi persoalan, menghindari 
>>korban yang tak perlu seperti korban-korban dalam revolusi Perancis. 
>>Pengetahuan 
>>manusia sekarang tentang manusia dan kemanusiaan sangat jauh berbeda dari 
>>200-300 th lalu. 
>>
>>Salam mejuah-juah 
>>MUG 
>>  
>>--- In [email protected], Zoblok Entertainment <zob...@...> 
>>wrote: 

>>  
>>Ehmmm.... Ya kita coba aja seperti Ibu Mega dahulu kita elu-elukan
>>bahkan sampai ngampaiken tudung sebagai warga kehormatan di
>>peninggaren.
>>
>>Ternyata sosok sebagai anak Proklamator tidak menjamin kalau Ibu Mega
>>bisa suskses menjalankan roda pemerintahan.
>>
>>Jadi ada baiknya saat ini kita selaku warga karo yg peduli pembangunan
>>tanah karo simalem memberi wawasan yg objektif kepada masyarakat karo
>>yg mempunyai hak pilih nantinya untuk menentukan siapa pemimpin tanah
>>karo 5 tahun kedepan.
>>
>>Kalau saya baca secara seksama tulisan Pak Ginting ini bangga pada
>>pejuang, saya setuju. Tapi coba kita lihat siapa yg akan kita pilih.
>>Pejuangnyakah atau anaknya.Kalau anaknya ya mari kita bicarakan
>>kapabilitas dari org tersebut, supaya warga jambur ini bisa tau
>>isinya.
>>
>>Bujur 
>>On 8/23/10, MU Ginting <gintin...@...> wrote: 
>> Majulah anak perjuang! 
>>Majulah anak perjuang!
>>Saya teringat seorang pejuang kemerdekaan, Djamin Gintings di Sumatera Utara 
>>sebagai seorang yang dengan sekuat tenaga dan pikirannya melawan penjajahan 
>>dan 
>>setelah merdeka masih tetap begitu setia mempertahankan serta mendukung terus 
>>republik ini dari segala macam rongrongan imperialis yang pada akhir 50an dan 
>>awal 60an ditujukan dengan menghancurkan kekuasaan nasionalis Soekarno. Jiwa 
>>dan 
>>pikiran nasionalisme Djamin Gintings yang telah terpupuk dalam perang 
>>kemerdekaan serta sebagai warisan nyata dari kebesaran patriotisme Soekarno 
>>sebagai pejuang besar kemerdekaan Indonesia, telah membawa Djamin Gintings ke 
>>posisi pemikiran patriot nasional yang tak tergoyahkan. Dalam aksi lanjutan 
>>usaha kolonial menggagalkan kemerdekaan Indonesia dengan melancarkan agresi I 
>>dan II, Djamin Gintings dari Tentara Republik (kemudian TNI) serta Payung 
>>Bangun 
>>sebagai salah satu dari pimpinan Laskar Rakyat, kedua pejuang ini telah 
>>menjadi 
>>penghalang besar bagi usaha Belanda dan Sekutu menduduki kembali tanah air 
>>Indonesia di daerah Sumatera Utara terutama di daerah Sumatera Timur. 
>>
>>Jiwa besar nsional patriotis Djamin Gintings seterusnya juga teruji dan 
>>terbukti 
>>dari sikap dan ketegasannya menghadapi pemberontakan PRRI/Dewa Gajah di 
>>Sumut, 
>>dengan cepat mengambil alih kekuasaan militer setelah mendapatkan penunjukan 
>>langsung dari presiden Soekarno di Jakarta. Dalam proses pengebiran kekuasaan 
>>nasionalis Soekarno diawal 60an (kudeta 65 adalah bentuk yang lebih sempurna 
>>dari PRRI/Permesta), berangsur-angsur posisi serta pemikiran pejuang 
>>patriotis 
>>Djamin Gintings juga semakin tak mungkin bertahan, dan setelah Soekarno 
>>secara 
>>definitif tersingkir, pada dasarnya sudah tidak ada tempat bagi semua pejuang 
>>nasionalis yang setia terhadap Soekarno dan ide-idenya. 
>>
>>Keteguhan jiwa dan wataknya sebagai pejuang yang tak pernah menyerah demi 
>>kemerdekaan Indonesia dan keadilan, serta kejujurannya dalam menghadapi 
>>segala 
>>macam tantangan nyata, telah dan akan tetap menjadi contoh yang tak 
>>terlupakan 
>>bagi rakyat Indonesia yang cinta kemerdekaan dan keadilan. 
>>
>>Dalam usahanya meringankan beban kehidupan di kab Karo, Riemenda Gintings dan 
>>Aksi Bangun terlihat berusaha keras mewarisi jiwa besar pejuang Djamin 
>>Gintings 
>>dan Payung Bangun.
>>"Yes, we did produce a near-perfect republic. But will they keep it? Or will 
>>they, in the enjoyment of plenty, lose the memory of freedom? Material 
>>abundance 
>>without character is the path of destruction.",  Thomas Jefferson 
>>Mejuah-juah kita kerina
>>MUG 
>>  
>>
>>
>
>
>-- 
>
>Zoblok Entertainment
>Komp. Pengayoman
>Jl. Pidana IV Blok A9/7A Tangerang
>Phone. +62 21 71596414 
>Mobile. +62 819 2126 232 
>Fax.+62 21 558 1674
>YM: onda_good
>Email: [email protected], http://www.zoblok.com
>


-- 
Zoblok Entertainment
Komp. Pengayoman
Jl. Pidana IV Blok A9/7A Tangerang
Phone. +62 21 71596414 
Mobile. +62 819 2126 232 
Fax.+62 21 558 1674
YM: onda_good
Email: [email protected], http://www.zoblok.com




      

Kirim email ke