Banyaknya calon yang maju dan lulus merupakan ciri khas Karo sebagai masyarakat egaliter. Dalam masyarakat hierarkis akan susah mencapai keadaan demikian. Partai-partai ideologis dalam era lalu telah atau sedang melalui proses perkembangan menuju 'ideologi baru dunia'. Perkembangan duit sedikit jadi duit tak terbatas, perkembangan korupsi sedikit jadi korupsi tak terbatas, perkembangan harta kekayaan seluruh dunia ketangan segelintir orang menuju ke power dunia ditangan beberapa orang tetapi tidak bisa ditunjuk siapa. 'Trend', kata sebagian orang. trend (diatas) kontra anti-trend, masih dalam dominasi fase tesis dalam proses tak berkesudahan tesis-antitesis-syntesis atau order-disorder-order lagi. 'Trend' jadi bupati juga masih dalam fase tesis, jelas dalam periode 2x5 th ini dan agaknya 1x5 th selanjutnya (periode ke 3 setelah reformasi) dalam proses keseimbangan antara trend dan anti trend. Untuk selanjutnya menuju trend baru (syntesis) dalam proses trend-antitrend-trend baru. Tetapi semua juga tergantung dari kecepatan perubahan dan perkembangan atau pergolakan pikiran Karo, dan Indonesia umumnya. Perkembangan 'ideologi dunia' kelihatannya cenderung mengikuti perkembangan dunia dalam kontradiksi pokok dunia sekarang yaitu perjuangan untuk keadilan. Perjuangan keadilan ini diterima dan dirasakan oleh rakyat dúnia, dinegeri maju atau dinegeri berkembang. Salam janah bujur MUG
--- In [email protected], thinx...@... wrote: Tapi luar biasa juga ya, bisa sampai 10 pasang? Kok gampang kali ya jadi calon? Lebih luar biasa, pasangan calon juga banyak dari dari independen. Apakah ini menjadi fenomena baru dalam konteks politik lokal di Tanah Karo? Konon, masyarakat karo adalah masyarakat yg sangayt ideologis. Dgn fakta ini, apakah calon perorangan ini berpolitik secara ideologis, hingga banyak masyarakat mendukung mereka. Atau fakta lainnya, apakah PDIP di Tanah Karo sudah tidak identik lagi dengan Soekarno? Artinya PDIP memang bukanlah partai politik berbasiskan ideologis. Selama ini hanya menumpang nama besar Soekarno saja. Jawabannya, kita tunggu saja pada hari pemilihannya. Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! -------------------------------------------------------------------------------- From: Inigo Tarigan <kikintari...@...> Sender: [email protected] Date: Tue, 7 Sep 2010 00:29:24 -0700 (PDT) To: <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: [tanahkaro] Ada yang tahu nomor urutnya?? 10 Pasang....menuju 2 putaran?? 1. Kena Ukur Surbakti/Terkelin Brahmana (PKPB, PKPI, Partai Gerindra, PPIB, PNBKI, PKB, PPI, PBB, Partai Buruh dan Partai Merdeka) 2. Abed Nego Sembiring/Sanusi Surbakti (18.919 suara ) 3. Sumbul Sembiring/Paham Ginting (PIS dan PAN) 4. M Ramli Purba/Rony Barus (Partai Barnas, Partai Patriot, Partai Pelopor, PPRN, PKS dan PPP) 5. Riemenda Ginting SH MH/Aksi Bangun (Partai Demokrat, PDK dan PPPI) 6. Roberto Sinuhaji/Firman Amin Kaban (18.669 suara) 7. Andy Natanael Ginting/Fakhry Samadin Tarigan (19.794 suara) 8. Siti Aminah br Peranginangin/Sumihar Sagala (PDI Perjuangan) 9. Petrus Sitepu/Kornalius Tarigan (19.480 suara) 10. Nabari Ginting/Paulus Sitepu (Partai Golkar, Partai Hanura dan Partai Republikan)
