Kalaulah banyaknya calon yang yang ditetapkan oleh KPU berdasarkan ketentuan, 
saya rasa sah-sah saja. Dan kalau hal itu juga menggambarkan ciri khas 
masyarakat Karo, saya juga mengapresiasinya. Namun, benarkah demikian? Belajar 
dari banyak pemilu daerah di Indonesia, ternyata tidaklah menggambarkan seperti 
yang disebutkan dalam postingan sebelumnya.

Faktanya, KPU daerah banyak yang terjebak dan tergiur untun bermain curang. 
Apalagi kalau bukan untuk uang dan kekuasaan (korupsi). Menggunakan kajian 
dialektis, seharusnya menggunakan fakta empiris (materialisme historis). Tidak 
hanya sekadar melihat kontradiksi-kontradiksi yang ada. Tapi, pertanyaan 
mendasrnya adalah benarkah kita sedang menuju perkembangan ideologis baru 
(antitesis) dan meninggalkan yg lama (tesis)? Bukankah saat ini antitesa yg 
lama (pemerintahan yang korup) belum muncul? Kita masih saja bercokol di tesis 
yg lama.

Sehingga keheranan saya akan banyaknya calon di Kab. Karo berdasrkan pengalaman 
di pemilu daerah lainnya. Harapan saya penetapan KPU atas calon-calon tsb 
kiranya sesuai dn ketentuan. Kenapa? Karena  potensi kekisruhan pun menjadi 
lebih besar disamping potensi dua putaran. Semoga saja, pasca pemilu tidak ada 
konflik antarpendukung ataupun antarcalon. Dan saya kira, tidak adalagi 
pembakaran kantor DPRD untuk kedua kalinya, meski secara hukum kasus tsb belum 
terselesaikan. Dan bukan tidak mungkin hal itu terjadi. 

Salam,

Kristian Ginting
Jurnalis di Jakarta
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: "gintingmu" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 07 Sep 2010 20:24:25 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [tanahkaro] Re: Ada yang tahu nomor urutnya??

Banyaknya calon yang maju dan lulus merupakan ciri khas Karo sebagai masyarakat 
egaliter. Dalam masyarakat hierarkis akan susah mencapai keadaan demikian. 
Partai-partai ideologis dalam era lalu telah atau sedang melalui proses 
perkembangan menuju 'ideologi baru dunia'. Perkembangan duit sedikit jadi duit 
tak terbatas, perkembangan korupsi sedikit jadi korupsi tak terbatas, 
perkembangan harta kekayaan seluruh dunia ketangan segelintir orang menuju ke 
power dunia ditangan beberapa orang tetapi tidak bisa ditunjuk siapa. 'Trend', 
kata sebagian orang.
trend (diatas) kontra anti-trend, masih dalam dominasi fase tesis dalam proses 
tak berkesudahan tesis-antitesis-syntesis atau order-disorder-order lagi. 
'Trend' jadi bupati juga masih dalam fase tesis, jelas dalam periode 2x5 th ini 
dan agaknya 1x5 th selanjutnya (periode ke 3 setelah reformasi) dalam proses 
keseimbangan antara trend dan anti trend. Untuk selanjutnya menuju trend baru 
(syntesis) dalam proses trend-antitrend-trend baru. Tetapi semua juga 
tergantung dari kecepatan perubahan dan perkembangan atau pergolakan pikiran 
Karo, dan Indonesia umumnya. Perkembangan 'ideologi dunia' kelihatannya 
cenderung mengikuti perkembangan dunia dalam kontradiksi pokok dunia sekarang 
yaitu perjuangan untuk keadilan. Perjuangan keadilan ini diterima dan dirasakan 
oleh rakyat dúnia, dinegeri maju atau dinegeri berkembang. 
Salam janah bujur
MUG

--- In [email protected], thinx...@... wrote:
Tapi luar biasa juga ya, bisa sampai 10 pasang? Kok gampang kali ya jadi calon? 
Lebih luar biasa, pasangan calon juga banyak dari dari independen. Apakah ini 
menjadi fenomena baru dalam konteks politik lokal di Tanah Karo? Konon, 
masyarakat karo adalah masyarakat yg sangayt ideologis. Dgn fakta ini, apakah 
calon perorangan ini berpolitik secara ideologis, hingga banyak masyarakat 
mendukung mereka.

Atau fakta lainnya, apakah PDIP di Tanah Karo sudah tidak identik lagi dengan 
Soekarno? Artinya PDIP memang bukanlah partai politik berbasiskan ideologis. 
Selama ini hanya menumpang nama besar Soekarno saja. Jawabannya, kita tunggu 
saja pada hari pemilihannya.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

--------------------------------------------------------------------------------

From: Inigo Tarigan <kikintari...@...> 
Sender: [email protected] 
Date: Tue, 7 Sep 2010 00:29:24 -0700 (PDT)
To: <[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>
ReplyTo: [email protected] 
Subject: [tanahkaro] Ada yang tahu nomor urutnya??

10 Pasang....menuju 2 putaran??
 
1. Kena Ukur Surbakti/Terkelin Brahmana (PKPB, PKPI, Partai Gerindra, PPIB, 
PNBKI, PKB, PPI, PBB, Partai Buruh dan Partai Merdeka)
2. Abed Nego Sembiring/Sanusi Surbakti (18.919 suara )
3. Sumbul Sembiring/Paham Ginting (PIS dan PAN)
4. M Ramli Purba/Rony Barus (Partai Barnas, Partai Patriot, Partai Pelopor, 
PPRN, PKS dan PPP)
5. Riemenda Ginting SH MH/Aksi Bangun (Partai Demokrat, PDK dan PPPI)
6. Roberto Sinuhaji/Firman Amin Kaban (18.669 suara)
7. Andy Natanael Ginting/Fakhry Samadin Tarigan (19.794 suara)
8. Siti Aminah br Peranginangin/Sumihar Sagala (PDI Perjuangan)
9. Petrus Sitepu/Kornalius Tarigan (19.480 suara)
10. Nabari Ginting/Paulus Sitepu (Partai Golkar, Partai Hanura dan Partai 
Republikan) 
 
 







Kirim email ke