On Tue, Nov 04, 2003 at 02:45:23PM +0700, Hans wrote: > gawat, suka tepu neh yg open source :P > dulu Sun kalo ga salah taon 99 kampanye besar2an, katanya software > harusnya gratis. Pake plang segala di depan kantor pusat Sun "Let > Software be Free". Begitu StarOffice didonlod hingga 1 juta org, ee... > jadi komersil, duit juga heehhee... Menipu?Apakah RH menipu? Apa yang dimaksud dengan pernyataan "Open Source suka tepu" diatas? RH ngak ada, tapi kan GNU/Linux masih bisa hidup. Itu kan hanya distro saja. Ndak ada Red Hat, pake yang lain, atau mungkin ingin mencoba dulu Fedoranya. Fedora sepertinya mengambil contoh Debian, dimana komunitaslah yang mengatur distro, bukan suatu perusahaan (situs resminya debian adalah www.debian.org). Makanya, Debian ketat sekali dalam pemilihan paket yang disertakan, harus benar-2 free bila ingin disertakan, serta lisensinya sesuai dengan "Debian Free Software Guidelines (http://www.debian.org/social_contract#guidelines)" jadi tidak akan timbul masalah seperti staroffice ituh. Makanya juga, karena alasan lisensi yang tidak sesuai dengan DFSG, tidak ada binary Pine,Qmail maupun Ezmlm (contohnya) yang disertakan dalam distribusinya. Pemakai ingin memakai? Bisa, install sendiri tapi atau mengambil port dari pihak ketiga (biasanya cari di www.apt-get.org/search.php)
Mengapa saya ingin berkomentar soal ini, karena kalo tulisan diatas dibaca orang yang ndak tahu soal GNU/Linux, akan membuat mereka menyangsikan penggunannya (apalagi : berapa lama yah perusahaanya ndak akan mati). Berita tsb sudah beredar sejak 25 September 2003: http://lwn.net/Articles/49963/ -- Unsubscribe: kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info di http://linux.or.id/milis.php
