2008/10/29 Adi Nugroho <[EMAIL PROTECTED]>:
> On Wednesday 29 October 2008 14:55:53 ░▒▓ ɹɐzǝupɐɥʞ ɐzɹıɯ ▓▒░ wrote:
>> yup satuju ^^
>> sekedar info pak
>> virus di linux dah ada loh pak ^^
>>
>> btw saya punya teori tentang AV dan virus itu sendiri
>
> Ada sedikit perbedaan soal penanganan virus di Windows dan Linux.
> Seperti yang kita tahu, virus itu memanfaatkan celah keamanan yang ada.
>
> Di Microsoft, kalau ada virus, dibuatkan antivirusnya, dan celah keamanannya
> dibiarkan terus terbuka. Oleh sebab itu, orang tinggal membuat virus virus
> varian baru dengan memanfaatkan celah keamanan yang sama.
>
anda punya pendapat begini dasarnya apa? setahu saya, windows selalu
mengeluarkan patch windows untuk menutupi celah keamanannya

> Sampai terakhir aku pakai windows 8 tahun yang lalu, virus sudah ada lebih
> 100.000 buah, dan mayoritas isinya cuman ngurusin VB-Script di MS Office dan
> MS Outlook. Andaikan celah keamanan di MS Office dan outlook ditutup, maka
> sebenarnya kita bebas dari hampir semua virus. Tapi Microsoft tidak mau
> melakukannya. Terakhir aku tanya teman yang pake windows, katanya virus di
> Windows ya masih itu itu juga. Memanfaatkan celah keamanan yang itu itu juga.
>
> Nah, di Linux, kalau ada virus, maka yang dibuat adalah menutup celah
> keamanannya, sehingga linux versi berikutnya sudah tidak rentan pada varian
> virus tersebut. Makanya kita aman seterusnya, walau tanpa antivirus.
>
> Sebenarnya, walaupun jalan under-windows, saya belum menemukan virus autocad,
> misalnya. Jadi ini bukan soal windows atau linux, tapi soal Microsoft.
>

dari sekian ratus ribu jenis virus tersebut, emangnya semuanya virus
aplikasi yah? kalau dalam pikiran saya sih, salah satu tujuan virus
dibuat adalah untuk dapat mengontrol komputer tersebut (terserah
tujuannya apa:hancurkan file, penyebaran, dll), dan hal ini dapat
dilakukan melalui OS

--
What you Think and what you Feel and what Manifests is always a Match

Kirim email ke