2008/10/31 Rusmanto <[EMAIL PROTECTED]>:
> [EMAIL PROTECTED] wrote:
>>
>> kalau emang konsep nya seperti itu (memperbaiki di release
>> berikutnya), kenapa sampai muncul pemikiran Microsoft tidak mau
>> memperbaiki produknya.
>
> Imho, konsep bisnis software tertutup sangat memungkinkan
> itu semua terjadi, karena hanya perusahaan itu yang dapat
> memperbaiki jika ada bug (disengaja atau tidak).
> Mengapa perusahaan melakukan itu, hanya perusahaan itu yang tahu,
> misal karena persaingan bisnis, menjaga agar klien tergantung, dll.

Wah topik ini jadi semakin seru. Berawal dari pengalaman menggunakan
Linux sampai terjadi debat kursi eh... kusir. Saya setuju dengan
pendapat rekan-rekan disini walau tidak 100% atau keseluruhan
pendapat.
Ada beberapa hal yang ini saya highlight.
1. Update
    Banyak pengguna Windows menggunakan Windows bajakan atau pengguna
offline yang tidak memiliki koneksi ke internet sehingga tidak
melakukan update atau tidak berani update. Sedangkan pengguna resmi
dan terhubung ke internet pasti memanfaatkan feature auto update.
Sedangkan pengguna Linux saya kira sama saja hanya persentase pengguna
Linux yang terhubung ke internet lebih besar.
    User Windows Offline/User Windows  > User Linux Offline/ User Linux

 2. Out of the Box (Driver)
     Saya kira sama saja, umumnya instalasi Windows hanya di satu CD
saja jadi mengingat jumlah driver yang begitu banyak MS kelihatannya
lebih memilih agar user mencarinya sedangkan untuk Linux mengingat
posisinya sebagai challanger maka bundle driver menjadi satu
keuntungan tersendiri.

>
> Imho, perusahaan murni bisnis umumnya seperti MS (MS hanya contoh)
> harus mendapatkan laba sebesar mungkin dengan cara apa pun.
> Perusahaan tidak peduli soal etika atau moral dan sejenisnya,
> selama pelanggaran etika itu tidak diketahui pihak lain,
> bahkan tidak masalah diketahui selama tidak merugikan perusahaan.
> Hal seperti itu juga terjadi di perusahaan-perusahaan non IT
> yang menyebabkan krisis di Amerika saat ini.
>
> Jika MS Windows atau Apple Mac OS X mengambil source code Linux,
> maka tidak akan timbul masalah selama tidak ada pengembangnya yang
> membocorkan soal itu, karena keduanya closed source, meskipun
> Apple mengakui bahwa OSX awalnya mengambil source code FreeBSD.

Saya tidak begitu paham dan bukan wewenang saya untuk mengomentari
apakah suatu perusahaan menjalankan praktek secara licik atau baik.
Akan tetapi bila dipandang dari pelayanan purna jual maka banyak
perusahaan memilih commercial product karena service after salesnya
yang baik.

Saya tidak mengatakan bahwa Linux tidak memiliki support yang baik
tapi biasanya kalau kita bayar kita bisa push support untuk segera
menyelesaikan masalah kita, lha kita bayar kok?

>
> Cmiiw,
> Rus

Saya setuju dengan pendapat di awal topik ini. Semua adalah pilihan
dan semua juga dari kebiasaan. Pengguna yang terbiasa dengan Linux
akan merasakan perbedaan bila menggunakan Windows begitu juga
sebaliknya.

Pada akhirnya selama Produk tersebut bisa kita manfaatkan apa salahnya
kita gunakan?
Kalau merasa dirugikan ya jangan pakai.

Regards,
Gun

-- 
FAQ milis di http://wiki.linux.or.id/FAQ_milis_tanya-jawab
Unsubscribe: kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info milis selengkapnya di http://linux.or.id/milis

Kirim email ke