2008/10/31 Adi Nugroho <[EMAIL PROTECTED]>: > On Thursday 30 October 2008 21:01:00 [EMAIL PROTECTED] wrote: >> saya baru denger kalau ada orang yang mau ada kesalahan di produknya. >> Not as simple as that I think. > > Setidaknya, sekarang sudah tahu, hehehe.... > > Contoh lain: > Sejak Windows NT menggunakan NTFS, apa susahnya membuat c:\program files tidak > world writable? Nyatanya sampai aku terakhir pakai windows NT, defaultnya MS > tetap diset 777. > > Kalau Bang Ronny Haryanto jadi CEO Microsoft, bisa mengamuk setiap hari hanya > gara gara hal ini, hehehe.... > >> kembali ke diskusi awal, menguntungkan atau tidak. kalau menguntungkan >> untuk beberapa pihak pasti berkembang, kalau tidak menguntungkan, ya >> ngga berkembang. sama seperti virus di Linux juga. Dalam pikiran saya >> sih bukan permasalahan software nya punya banyak celah keamanan atau >> tidak > > Coba saja bikin virus untuk Linux. > Saya jamin, virus itu hanya akan bekerja sampai update berikutnya. > > Bandingkan dengan di Windows. > Biar jalankan windows-update setiap 5 menit, tetap saja kena varian virus yang > sudah dikenal sejak sekian tahun yang lalu. > > Makanya pengguna windows tetap membutuhkan antivirus hingga hari ini. > Padahal, kalau pakai pola pikir opensource, konsep antivirus adalah sebuah > kebodohan, hehehe.... > > Ini sekaligus jawaban dari komentar Pak Jonathan Gunawan: > > On Friday 31 October 2008 11:40:34 Jonathan Gunawan wrote: >> Ada beberapa hal yang ini saya highlight. >> 1. Update >> Banyak pengguna Windows menggunakan Windows bajakan atau pengguna >> offline yang tidak memiliki koneksi ke internet sehingga tidak >> melakukan update atau tidak berani update. Sedangkan pengguna resmi >> dan terhubung ke internet pasti memanfaatkan feature auto update. >> Sedangkan pengguna Linux saya kira sama saja hanya persentase pengguna >> Linux yang terhubung ke internet lebih besar. > > Ternyata biar pengguna windows yang terkoneksi ke internet dan rajin update, > tetap butuh anti virus, bukan? > > Ya iya lah, karena windows update sengaja tidak menutup bug yang digunakan > virus untuk masuk ke windows. >
he.he...diskusinya semakin 'seru' aja yah :) saya ngga bisa berkomentar banyak lagi. Saya setuju saja dengan pendapat mas Jonathan kalau bisa mengutip emailnya "Saya tidak begitu paham dan bukan wewenang saya untuk mengomentari apakah suatu perusahaan menjalankan praktek secara licik atau baik. Akan tetapi bila dipandang dari pelayanan purna jual maka banyak perusahaan memilih commercial product karena service after salesnya yang baik. Pada akhirnya selama Produk tersebut bisa kita manfaatkan apa salahnya kita gunakan? Kalau merasa dirugikan ya jangan pakai." sekalian nambahin juga, kalau saya berani pakai suatu produk, artinya saya juga harus bersedia mendapatkan konsekuensi dari pemakaian produk tersebut. Kenapa orang masih banyak menggunakan produk berbayar? kalau pendapat saya sendiri sih karena mereka emang lebih 'unggul', kalau memang dirasa produknya menyulitkan dan kurang bagus, kenapa masih dipakai? :) P.S Saya bukannya pro Microsoft, karena saya juga banyak ketemu masalah dengan windows. Saya hanya coba untuk lebih netral -- What you Think and what you Feel and what Manifests is always a Match -- FAQ milis di http://wiki.linux.or.id/FAQ_milis_tanya-jawab Unsubscribe: kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info milis selengkapnya di http://linux.or.id/milis
