[email protected] wrote:

>>
>>
>> terima kasih banyak atas responnya, memang sih secara logika bisa
>> dilakukan dengan iptables tapi gimana dengan default GW nya apa tidak
>> perlu di masukan ke salah satu interface? Soalnya sama2 belum pernah
>> coba sih (baru pengen )
>>

Perlu. Pada contoh yang diberikan Pak Nyoman, operasi NAT akan terjadi ketika
paket data keluar dari interface. Paket data bisa keluar melalui salah satu
interface kalau sudah ada yang memilihkan interface mana yang akan digunakan
oleh paket data tersebut.

Ketika paket keluar dari A, maka akan ada operasi SNAT ke IP ISP A. Begitu juga
untuk yang B.

Yang memilihkan ya gateway (entah itu spesifik untuk net tertentu atau default).

> 
> default gw itu selalu satu pak :)
> sebenarnya cukup pakai satu lines saja sih, satu lagi kan sudah ada di
> default gw
> 

Tidak selalu. Ada kalanya terdapat lebih dari sebuah default gateway. Beberapa
contoh penggunaan:
1. Paket dari jaringan A default gatewaynya lari ke ISP A, sedangkan yang B
   lari ke ISP B.
2. Load balancing (atau apa pun nama yang tepat lah)

-- 
KM

-- 
FAQ milis di http://wiki.linux.or.id/FAQ_milis_tanya-jawab
Unsubscribe: kirim email ke [email protected]
Arsip dan info milis selengkapnya di http://linux.or.id/milis

Kirim email ke