Assalamu'alaikum Wr. Wb.
|Ada sedikit pertanyaan dalam hati saya :
|Tentang tariqah Muktabarah yang konon 'silsilahnya' jelas sampai kepada
Nabi
|SAW. Saya berpendapat tentunya "ajaran" mereka sama dengan yang Nabi SAW
|ajarkan -dari dulu sampai sekarang-. Jadi mungkinkah Mursyid mereka yang
|sekarang, mendapatkan petunjuk dari Allah SWT untuk memberitahukan
|"riyadhah" yang sesuai dengan zaman sekarang ?, yang berarti merubah
|"riyadhah" aslinya ?.
Yang saya ketahui (mohon dikoreksi kalau salah), seorang melakukan
jalan taubat dengan sebuah thariqah (belajar ke seorang mursyid) adalah
untuk mengantarkan dirinya kepada jenjang IMAN ARIFIN dan selanjutnya
ke jenjang BERTEMU DIRI.
Apa itu IMAN ARIFIN dan BERTEMU DIRI, pernah dijelaskan waktu masih di
[EMAIL PROTECTED], dan insya Allah akan dijelaskan lagi di waktu
mendatang.
Nah ketika seorang telah terhantar kepada BERTEMU DIRI inilah, Allah
yang langsung membimbingnya dengan pernataraan RUHUL QUDUS
Katakanlah:"Ruhul Qudus menurunkan al-Qur'an itu dari Rabbmu dengan
benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi
petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri
(kepada Allah)". (QS. 16:102)
Nah sampai fase ini seorang salik tidak membutuhkan lagi peran atau
bimbingangan seorang mursyid.
Dan pada fase inilah seseorang mengetahui APA MISI & TUJUANNYA
DILAHIRKAN KEDUNIA ini (misi hidup setiap orang berlainan - unik).
Ada seorang (di Bandung) ia berasal dari Thariqah Qadiriyah -
Naqsabandiyah, yang guru kami ketahui telah mencapai tingkatan ini.
Beliau sudah mengetahui misi hidupnya. Sehingga apabila ada
orang kesana untuk meminta dibimbing berthariqah, ia tidak bersedia
karena itu bukan misi hidupnya.
Nah, bagi seorang yang bermisi hidup sebagai seorang guru tasawuf
(mursyid), apabila ia telah sampai jenjang ini, maka Allah akan mem-
beri petunjuk dan bimbingan kepadanya, bagaimana metoda mensucikan
diri (bertaubat) yang sesuai dengan zaman saat itu.
Kalau kita perhatikan keterangan Rasulullah SAW tentang riyadah, itu
sangat flexible:
1. Dzikir sebanyak-banyaknya
2. Shalat Sunnah juga sebanyak-banyaknya
3. dsb
Nah kalaupun Syaikh Bahauddin Naqsabandi yang mendapat petunjuk
dari Allah untuk menyediakan metoda taubat zaman itu, dengan berdzikir
"Allah" sebanyak 5000 x, menurut saya itu tidak menyalahi syariah walaupun
merubah mekanisme riyadhah sebelumnya.
Dan inilah salah satu fungsi janji Allah, akan dibangkitkannya seorang
Mujaddid setiap puncak abad.
Mungkin bagi sebagian orang akan dengan mudah mengatakan ini bid'ah
dan sesat. Silakan mengatakan demikian. Namun alangkah sayangnya
bila ia mengatakan ini berdasarkan ilmu fiqih yang dipelajari namun tidak
mengerti sisi lain dari Ad-Diin, yaitu ilmu hati (tasawuf).
Wallahu'alam
|Satu hal lagi yang membuat saya penasaran [sekedar ingin tau], mengapa anda
|tidak memilih salah satu aliran Tariqah Muktabarah ?
Saya berlindung kepada Allah, dari segala keburukan yang ada pada diri saya.
Sesungguhnya sampai saat ini saya belum mengikuti suatu Thariqahpun.
Namun saya telah menemukan, dan ia tidak muktabarah. Jadi kalaupun suatu
saat Allah ridlo saya mengikutinya, saya akan mengikuti itu.
Kenapa tidak Muktabarah?
Inilah yang saya simpulkan, bahwa Muktabarah dan Tidak Muktabarah bukan
berarti Sesat dan Tidak Sesat.
Alhamdulillah, Allah mempertemukan saya dengan seorang yang Alim
(di Bandung) beliau adalah pengamal Thariqah Qadiriyah - Naqsabandiyah.
Sudah sangat sepuh, sekitar 73 tahun usianya.
Beliaulah yang menunjukkan ke kami, dengan siapa kami harus belajar
thariqah ini. Dan anehnya, thariqah yang direferensikan bukan Qadiriyah-
Naqsabandiyah yang diikuti, tetapi Thariqah Lain yang tidak muktabarah.
Dan Alhamdulillah, saya mendapati berdasarkan ilmu syariah yang saya
pahami selama ini, Thariqah yang tidak muktabarah tsb tidak menyimpang
dari syariah Islam.
Bahkan lebih banyak hal yang kami dapatkan penjelasan komprehensif
tentang Islam dari Thariqah ini.
Wallahu'alam
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Imam Suhadi
---------------------------------------------------------------------
Keluar Keanggotaan, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]