Abd Shomad wrote: > Bismillaahirrahmaanirrahiim > Doha, 27 Ramadhan 1419 H > Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh > > -----Original Message----- > From: Yani Qoyimah <[EMAIL PROTECTED]> > Date: 21 Ramadhan 1419 11:41 > > -- didelet sedikit -- > > >Tentang hal Thariqat, Wasilah dan Mursyid jelas ada dalam > Islam. > >(Catatan: Mursyid = Syeikh = Ahli Silsilah, Wasilah = Nurun > Ala > >Nurin = Al Buroq). > >Dalilnya sbb : > > Sebelum melanjutkan ke bagian berikutnya, ada sedikit > pertanyaan nih mBak: > Apakah penafsiran Al-Qur'an tentang Thariqat, Wasilah dan > Mursyid yang > dimaksud di sini berdasarkan penafsiran mursyid Mbak Yani > ataukah dari Mbak > Yani sendiri? > Mursyid kami tidak mengajarkan secara rinci mengenai tafsir-tafsir Al Qur'an. Kata beliau Al Qur'an itu bisa mempunyai tafsir 1,2,3,4,atau 5 bahkan banyak, dan semuanya adalah benar! Allah sendiri yang akan memberikan tafsir kepada salik yang sudah dibukakan hijabnya (setelah jiwanya disucikan). Tapi Mursyid kami menjelaskan tentang Thariqat, Wasilah dan Mursyid dalam beberapa buku-buku beliau. Dan untuk memahaminya tentu saja tidak mudah, maka saya sebagai pemula hanya bisa mengemukakan sedikit dari apa yang saya pahami. "Dan bahwasannya jika mereka tetap berdiri di atas METODE yang benar niscaya akan Kami turunkan hujan (rahmat) yang lebat (nikmat yang banyak)." (Q.S Jin, ayat 16) Thariqat menurut istilah tasawuf ialah jalan/sistem yang ditempuh semata-mata menuju keridlaan Allah SWT. Jika umat Islam kelihatan kalah dimana-mana, kacau balau, centang perenang dipermainkan oleh musuh-musuh Islam, seperti buih di lautan yang dipermainkan oleh ombak, dan pertolongan Allah tidak kunjung datang, tidak mendapatkan Rahmat Allah, itu merupakan suatu indikator bahwa umat Islam sudah tidak berdiri di Thariqat(h)- jalan, metode- yang benar, sudah terlepas dari Tali Allah. Karena janji Allah, kalau memang kita berdiri di atas Thariqat yang benar Allah akan melimpahkan Rahmat dan nikmat yang banyak. Kita lihat jaman Nabi dan Para Shahabat selalu mendapatkan pertolongan dari Allah, karena Tali Allah selalu di jaga melalui Channel Rasulullah SAW. (berada di atas Thariqat yang benar). Kemudian tentang Wasilah, Mursyid kami menjelaskannya secara ilmiah, dengan dalil Al Qur'an & Hadist dan Ilmu Eksakta. Kalau mau lengkap ada bukunya yaitu CAPITA SELECTA (jilid I-III), yaitu tentang Agama, Metafisika dan Ilmu Eksakta. Di saya ada cuplikan-nya yaitu penjelasan ilmiah tentang "Wasilah" (Silahkan via Japri). Sebagai gambaran sedikit, walaupun di dalam Al Qur'an dikatakan bahwa "Allah lebih dekat kepada manusia daripada urat lehernya", kalau tanpa Wasilah apa bisa sampai ? (Rasulullah-pun untuk Mi'raj ke hadirat Allah harus dibekali dengan Al Buraq). Seperti radio yang kita dekatkan ke pemancar, kalau frekwensinya tidak sesuai apa bisa terdengar suaranya? Lalu tentang Mursyid, dalam ayat itu dikatakan WALIYAM MURSYIDA, Wali yang Mursyid, yaitu seorang Wali yang bisa memberikan petunjuk (Irsyad). Al Qur'an tidak akan turun tanpa Rasulullah Muhammad SAW, kita tidak akan lahir tanpa Ibu & Bapak kita, kita tidak akan mendapatkan petunjuk tanpa Guru (Mursyid). Barang siapa yang dibiarkan Allah sesat, dia tidak akan menemukan seorang Wali yang Mursyid, yang bisa memberikan dia petunjuk. Wali yang Mursyid disini adalah seorang Mursyid yang Sempurna, seorang Pewaris Nabi. Pembahasan tentang Mursyid bisa panjang, mungkin bisa dipostingkan secara berseri, Insya Allah kalau ada kesempatan, atau mungkin ada Ikhwan lain yang dapat mengirimkan postingnya (?) > Selanjutnya, apakah penafsiran Al-Qur'an di bawah dicuplik > (diambil) dari > kitab-kitab tafsir yang pernah dibukukan? Kalau iya, bolehkah > saya tahu > referensi detail kitabnya (i.e. nama, pengarang, tahun terbit)? > > >Q.S Jin, ayat 16 : > -- penjelasannya didelet arsipnya masih disimpan -- > >Q.S Al Maidah ayat 35 : > >"Yaa ayyuhal ladziina aamanut taqullaaha wabtaghuu ilaihil > >WASILATA wajaahiduu fii sabiilihi la'allakum tuflikhuun." > > > >Artinya : Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada > Allah > >dan carilah CARA (Metode, Channel, bukan perantara) untuk > >mendekatkan diri kepada Allah, dan berjihatlah > >(sungguh-sungguhlah pada jalannya itu), supaya kamu > >beruntung/menang. > > >Apakah Wasilah itu Perantara? Bukan! Apakah Wasilah itu > Manusia? > >Bukan! Wasilah adalah Channel, frekuensi, saluran untuk > >menghubungkan langsung kepada Allah SWT. Wasilah yang > ditanamkan > >oleh Allah ke dalam Arwahul Muqaddasah Rasulullah SAW (Arwah > >Rasulullah yang suci). > > Disebutkan di atas bahwa Wasilah = Nurun 'Alaa Nuurin = Al > Buraaq > Terus dalam tafsir Q.S. Al-Maaidah berikutnya berubah menjadi > CARA (Metode, > Channel, bukan perantara), > Berarti bisa saya simpulkan (eh, rangkumkan ding ... ) bahwa > menurut > pendapat mBak Yani, Wasilah bisa mempunyai arti yang banyak dan > > berbeda-beda, diantaranya adalah Wasilah = Nurun 'Alaa Nuurin = > Al Buraaq = > CARA (Metode, Channel, saluran, bukan perantara), dan kesemua > tafsir wasilah > tersebut ditanamkan ke dalam Arwahul Muqaddasah Rasulullah > s.a.w. > Apakah benar demikian pengertiannya? Mohon diberi penjelasan. > saya kira jawabannya terangkum di atas. > >Q.S AL Kahfi ayat 17: > -- penjelasannya didelet arsipnya masih disimpan -- > > _____________________________________________________ > Wassalam > Abd Shomad (Doel So Much) > > ------------------------- > ------------------------------------------- > Keluar Keanggotaan, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > Dokumentasi Milis : > http://www.mail-archive.com/[email protected]
--------------------------------------------------------------------- Keluar Keanggotaan, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
