Bismillaahirrahmaanirrahiim
Doha, 27 Ramadhan 1419 H
Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

-----Original Message-----
From: Yani Qoyimah <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 21 Ramadhan 1419 11:41


-- didelet sedikit --


>Tentang hal Thariqat, Wasilah dan Mursyid jelas ada dalam Islam.
>(Catatan: Mursyid = Syeikh = Ahli Silsilah, Wasilah = Nurun Ala
>Nurin = Al Buroq).
>Dalilnya sbb :

Sebelum melanjutkan ke bagian berikutnya, ada sedikit pertanyaan nih mBak:
Apakah penafsiran Al-Qur'an tentang Thariqat, Wasilah dan Mursyid yang
dimaksud di sini berdasarkan penafsiran mursyid Mbak Yani ataukah dari Mbak
Yani sendiri?

Selanjutnya, apakah penafsiran Al-Qur'an di bawah dicuplik (diambil) dari
kitab-kitab tafsir yang pernah dibukukan? Kalau iya, bolehkah saya tahu
referensi detail kitabnya (i.e. nama, pengarang, tahun terbit)?

>Q.S Jin, ayat 16 :
-- penjelasannya didelet arsipnya masih disimpan --
>Q.S Al Maidah ayat 35 :
>"Yaa ayyuhal ladziina aamanut taqullaaha wabtaghuu ilaihil
>WASILATA wajaahiduu fii sabiilihi la'allakum tuflikhuun."
>
>Artinya : Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah
>dan carilah CARA (Metode, Channel, bukan perantara) untuk
>mendekatkan diri kepada Allah, dan berjihatlah
>(sungguh-sungguhlah pada jalannya itu), supaya kamu
>beruntung/menang.

>Apakah Wasilah itu Perantara? Bukan! Apakah Wasilah itu Manusia?
>Bukan! Wasilah adalah Channel, frekuensi, saluran untuk
>menghubungkan langsung kepada Allah SWT. Wasilah yang ditanamkan
>oleh Allah ke dalam Arwahul Muqaddasah Rasulullah SAW (Arwah
>Rasulullah yang suci).

Disebutkan di atas bahwa Wasilah = Nurun 'Alaa Nuurin = Al Buraaq
Terus dalam tafsir Q.S. Al-Maaidah berikutnya berubah menjadi CARA (Metode,
Channel, bukan perantara),
Berarti bisa saya simpulkan (eh, rangkumkan ding ... ) bahwa menurut
pendapat mBak Yani, Wasilah bisa mempunyai arti yang banyak dan
berbeda-beda, diantaranya adalah Wasilah = Nurun 'Alaa Nuurin = Al Buraaq =
CARA (Metode, Channel, saluran, bukan perantara), dan kesemua tafsir wasilah
tersebut ditanamkan ke dalam Arwahul Muqaddasah Rasulullah s.a.w.
Apakah benar demikian pengertiannya? Mohon diberi penjelasan.

>Q.S AL Kahfi ayat 17:
-- penjelasannya didelet arsipnya masih disimpan --


_____________________________________________________
Wassalam
Abd Shomad (Doel So Much)



---------------------------------------------------------------------
Keluar Keanggotaan, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]


Kirim email ke