Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Syahadat pada hakikatnya adalah persaksian seorang hamba kepada
Penciptanya dan persaksian hamba itu akan ke-Rasulan (perutusan) seorang
manusia yang dipilih oleh Sang Pencipta tadi. Persaksian ini berwujud
amat dalam, di antaranya pengakuan bahwa ajaran yang dibawa oleh sang
Rasul adalah benar. Konsekuensinya, adalah dengan mengikuti
ajaran-ajaran tersebut dan mencontoh peri hidup sang Rasul, yang
merupakan figur sentral.

Di zaman Nabi Musa, figur sentral itu adalah Nabi Musa a.s., di zaman
Nabi Isa, figur sentral itu adalah Nabi Isa a.s.
Demikian pula di zaman Nabi-nabi lainnya. Peri kehidupan mereka adalah
figur contoh bagi umat mereka masing-masing. Dengan menerima kitab Allah
(saat itu mungkin Taurat, Zabur, Injil dan lain sebagainya),
menjalankannya sepenuh hati dan mencontoh Nabi mereka yang merupakan
aplikasi sehari-hari ajaran tersebut, mereka sesungguhnya telah
menjalankan "Makna" dari syahadat. 

Apakah di zaman para Nabi-nabi itu sudah ada syahadat? Kita harus
merubah framework pikiran kita tentang syahadat. Yang tadinya hanya
sekedar ucapan belaka, kemudian merubahnya dengan perbuatan/action. Jika
dalam kehidupan sehari-hari mereka benar-benar menjalankan 'makna' dari
syahadat, walaupun mereka tidak mengucapkannya secara lisan,
sesungguhnya mereka telah memiliki syahadat. 

Para sahabat Nabi Isa a.s.(Hawariyyin) berdoa kepada Allah:
Ya Rabb kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan
dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukkanlah kami ke dalam
golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah)". (QS.
3:53)

Demikianlah persaksian atau syahadat itu menurut rekaan saya. Jika saya
salah, itu karena keterbatasan saya sebagai manusia yang tidak tahu
menahu apa yang terjadi ratusan atau bahkan ribuan tahun yang lalu di
masa umat-umat yang terdahulu. Jika saya benar, semua kebenaran itu
hanyalah berasal dari Allah semata.

Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.


Rizki Herucakra 


> -----Original Message-----
> From: Endang Puji Rahayu [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Friday, February 05, 1999 4:59 PM
> To:   '[EMAIL PROTECTED]'
> Subject:      [Tasawuf] 
> 
> Assalaamu'alaikum Wr.Wb.
> 
> Dalam kesempatan ini saya ingin bertanya pada pengasuh tasawuf.
> 
> Begini, ada salah satu teman saya yang bertanya,
> "Apakah pada jaman Nabi Adam itu sudah ada kalimah syahadat ?". Dan
> kalau
> memang ada, bunyinya itu bagaimana..?
> Sebab dia pernah mendengar dari suatu sumber yang mengatakan bahwa
> kalimah
> syahadat itu sudah ada hanya saja yang menjadi masalah itu bunyinya.
> Ada yang bilang bunyinya disesuaikan dengan jamannya spt masa Nabi Isa
> menjadi Isa Rasulullah dstnya...
> 
> Terus terang, saya sendiri masih awam dan perlu banyak belajar jadi
> saya
> hanya bisa menjawab bahwa kalimah syahadat itu hanya ada pada masa
> Nabi
> Muhammad saw.
> Oleh karena itu saya mohon penjelasan dan tanggapan dari pengasuh
> tasawuf
> juga rekan-rekan tasawuf lainnya yang memiliki wawasan / pengetahuan
> yang
> lebih dalam dan luas tentang hal ini.
> Terima kasih sebelumnya.
> 
> Wassalaamu'alaikum Wr.Wb.
> 
> Endang Puji Rahayu
> Pt. Kiani Kertas
> Telp. 021 798 6025 ext. 2230
> [EMAIL PROTECTED]
> 
> ---------------------------------------------------------------------
> Keluar Keanggotaan, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
> 
> 

---------------------------------------------------------------------
Keluar Keanggotaan, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]


Kirim email ke