Assalaamu 'alaikum wr. wb.
Saya jadi bertanya-tanya apakah yang membedakan tarekat islam dari
tarekat yang non-islam? Kok pada akhirnya sama saja nasehatnya seperti
di buku Kho-Ping-Hoo isinya adalah "Aku" "Aku" "Aku". Tadinya saya
berpikir bahwa tarekat dalam islam itu unik karena pengamalannya tidak
terpisah dari syariat, sehingga yang saya harapkan adalah pemaknaan akan
syariat (ibadah dan amaliah) sehari-hari seperti sholat, dhikr, puasa,
haji dst. Bukan dengan meditasi ala Hong-Wilaheng.
Bila memang pada akhirnya pengikut tarekat melakasanakan syariat
berdasarkan petunjuk Jiwa Muthmainnah (bukan berpegang pada hadist
nabi), maka pada akhirnya akan membentuk fiqh tersendiri karena cara
sholat, puasa dll menjadi khas untuk pengikut thareqat tertentu. Bila
ditambah dengan perbedaan memandang sejarah, perbedaan menafsirkan
Al-Quran dst maka pada akhirnya akan menjadi bangunan mazhab tersendiri.
Benarkah demikian? Kita terus menerus mendirikan peti di dalam peti, di
dalam peti, di dalam peti.
Tidakkah cukup dengan Fiqh yang 5 sudah menimbulkan kebingungan pada
banyak kaum muslimin. Tasawuf alih-alih menjadi pengikat semua mazhab
pada akhirnya malah hanya menimbulkan fiqh yang baru, bahkan mazhab yang
baru lagi. Pada titik ini sebenarnya pengertian saya tentang tasawuf,
tarekat menjadi hancur lebur.
Wassalaamu alaikum wr. wb.
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)