Ali Abidin wrote:
 
> Saya jadi bertanya-tanya apakah yang membedakan tarekat islam dari
> tarekat yang non-islam? Kok pada akhirnya sama saja nasehatnya seperti
> di buku Kho-Ping-Hoo isinya adalah "Aku" "Aku" "Aku". Tadinya saya
> berpikir bahwa tarekat dalam islam itu unik karena pengamalannya tidak
> terpisah dari syariat, sehingga yang saya harapkan adalah pemaknaan akan
> syariat (ibadah dan amaliah) sehari-hari seperti sholat, dhikr, puasa,
> haji dst. Bukan dengan meditasi ala Hong-Wilaheng.

Assalaamu 'alaikum wr. wb.

Kalau saya boleh jujur, dalam pengamatan saya, sebenarnya semua
aliran tarekat dalam agama apapun, pada intinya sama, tetapi
pakaiannya lain-lain. Tarekat Islam berbeda dari yang lain hanya
pada pakaian [luar]-nya.

Semuanya menempatkan kesucian jiwa pada pintu utama gerbang tarekat.
Sebelum jiwa seseorang bersih dari cengkeraman hawa nafsu, ia belum
diperkenankan memasuki ruang utama.

Meditasi juga merupakan menu umum dalam semua tarekat, tetapi dalam
Islam bentuknya berupa shalat [terutama shalat malam] dan dzikir.
Puasa merupakan alat bantu untuk mempermudah keberhasilan dalam
meditasi.

Bukan lagi merupakan rahasia, tarekat Islam juga mengadopsi
cara-cara meditasi yang dilakukan oleh pihak lain, seperti
pengaturan napas dan visualisasi; namun ini hanya dipakai sebagai
alat bantu tanpa meninggalkan alat utama yang diwariskan Nabi, yaitu
shalat dan dzikir.

Kelak anda akan menyadari bahwa hakikat dari shalat dan dzikir
adalah meditasi, pemusatan perhatian kepada Allah semata-mata.

Wassalaamu 'alaikum wr. wb.
RS



---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke