Assalamu'alaikum wr wb,

Mas Rajab, konsep yang anda terapkan dalam rangka sholat khusu' sungguh
menarik dan saya setuju dengan jalan ini. Insya Allah saya juga menempuh
cara ini dan tentunya dalam melakukan segala aktivitas disamping berniat
ibadah juga berusaha ihlas.  Hasilnya alhamdulillah ada perkembangan
membaik dari sebelumnya, dimana segala aktivitas biasanya secara tidak
disengaja ter-replay kembali sekalipun dalam sholat.
................... (selanjutnya disebut cara
pertama)................................

Saya belum tahu persis akhir dari cerbungnya pak Sunarman sampai dengan
seri ke 07 ini.
Pendapat saya sementara metodenya Pak Sunarman ini (mungkin) pada akhirnya
seseorang akan mempunyai 'ilmu mengendalikan' imaginasi/pikirannya. Maaf ya
Pak ini bukan kesimpulan lho wong ceritanya juga belum selesai kok. Ini
hanya praduga tak bersalah saja.....
................... (selanjutnya disebut cara
kedua)................................

Obyek utama dalam sholat menurut pendapat saya adalah Allah. Sedangkan
obyek itu sendiri sifatnya 'Maha Abstrak' yang tidak mungkin dijangkau
dengan rekayasa akal/ imaginasi.
Bagaimana pun hebatnya rekayasa akal/imaginasi, hasilnya pasti berdimensi
makluk (kondisi ini isi tapi .........). Dia bukan itu! Dia Maha Sempurna
Dari itu semua.

Salah satu jalan yang mungkin adalah dengan berbekal cermin yang bersih dan
totalitas kepasrahan seorang hamba di depan Kholiknya (kosong) sehingga
'isi' nya insya Allah dari ridloNya Dia sendiri.

Tulisan saya ini tidak bermaksud mengukur metodenya pak Sunarman, toh akhir
ceritanya belum ketahuan. Saya bermaksud mengajak untuk sharing pengalaman
dari kedua 'kubu' yakni rekan yang belajar dengan cara pertama dan rekan
yang belajar dengan cara kedua.
Atau mungkin ada yang mengkonvergensikan dari kedua metode itu.

Insya Allah dengan sedikit keterbukaan pengalaman dari masing-masing cara
itu akan memberikan gambaran baru usaha kita untuk bisa khusu' .

Kurang lebih mohon maaf,
Wassalamu'alaikum wr wb,
Wargino


[Rahim Rajab wrote:]


     Assal�mu 'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh.

Ini menurut logika saya :
Penyebab orang tidak bisa khusu' adalah mengingat kegiatan duniawi pada
saat sedang shalat.
Jadi,..satu-satunya cara agar bisa khusu' adalah menghindari
penyebabnya.
Cara menghindarinya adalah menciptakan kondisi dalam hidup dimana segala
aktivitas setiap hari
yang dilaksanakan semuanya bertujuan untuk ibadah kepada Allah.

Adapun ritual yg berupa gerakan fisik adalah expresi dari usaha untuk
menciptakan kondisi tersebut.
Tapi sekali lagi saya lebih menekankan pada gerakan hati bukan pada
gerakan fisik.

Dan pada akhirnya jika kondisi tersebut telah dicapai maka yakinlah
anda bisa khusu' karena tidak ada lagi kegiatan duniawi yg mengganggu
shalat anda.

Kesimpulannya :
Activitas sehari-hari anda akan terus mengganggu kekhusu'an shalat anda
sepanjang activitas yg dilaksanakan  tersebut tidak bertujuan ibadah.


Sekali lagi ini hanya logika saya,

wassalam

rahiMRajab�SIEMENS TPO U.Pandang
Phone : +62-0411-855355-Ext (203), Fax : (0411) 855 344
mailto:[EMAIL PROTECTED]


> -----Original Message-----
> From:   R. Sunarman [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent:   Thursday, April 01, 1999 9:50 AM
> To:     Tasawuf
> Subject:     [Tasawuf] Belajar Khusyu' 07
>
> Assal�mu 'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh.
>
> LATIHAN KETUJUH



---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)



Kirim email ke