Ass. Wr. Wb.
Wah, betul sekali. Kegelapan hati kita adalah karena kita sendiri yang
membuatnya gelap dengan awan-awan dan kerak-kerak dosa sehingga cahaya
Kebenaran tidak masuk dalam hati kita...yach gelap dech hati kita.
Wassalam
WDP
> -----Original Message-----
> From: Ali Abidin [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Tuesday, April 06, 1999 7:27 AM
> To: '[EMAIL PROTECTED]'
> Subject: RE: [Tasawuf] Science vs Religion
>
> Assalaamu 'alaikum wr. wb.
>
> hehehe....
> Menarik sekali ilustrasi dari pak Bimo tersebut. Disitu diberikan cara
> pandang yang baru mengenai teori bahwa semua hal berpasangan. Bahwa
> tidak semua pasangan tersebut adalah exist dan sejajar, melainkan kadang
> hanya untuk memberikan definisi bahasa mengenai tidak adanya unsur
> tertentu. Kalau kita meyakini penjelasan murid tersebut maka seharusnya
> kita menarik kesimpulan bahwa Tuhan tidak menciptakan keburukan.
>
> Murid tersebut menjelaskan bahwa kegelapan tidak exist, kegelapan adalah
> kata-kata yang diberikan pada suatu keadaan tanpa cahaya sama sekali.
> Cahaya memiliki ukuran tertentu, kegelapan tidak memilikinya. Gelap
> bukanlah lawan dari Terang dalam sense sejajar seakan kita bisa
> menambahkan unsur Gelap dan menambah unsur Terang secara bersamaan
> seperti kita bisa menambahkan Kopi (untuk rasa pahit) dan menambahkan
> Gula (untuk rasa pahit) ke dalam air. Gelap adalah keadaan tanpa Terang.
>
> Demikian pula Tuhan hanya memberikan Cahaya Kebenaran, manusia yang
> menutup dirinya dari Cahaya Kebenaran itulah yang menjadi Keburukan.
> Kebaikan dan Keburukan bukanlah hal yang sejajar. Melainkan mestinya
> Keburukan adalah keadaan tanpa adanya Kebaikan. Keburukan itu bukan
> sesuatu yang exist. :-) Jadi yang exist hanya cahaya Tuhan, Tuhan tidak
> menambahkan kegelapan, melainkan makhluknya yang menolak cahaya Tuhan
> disebut keadaan kegelapan. Tuhan tidak memiliki pasangan yang exist.
> Sehingga Kebenaran, Kebaikan juga tidak memiliki pasangan yang exist.
> :-)
>
> Jadi barangkali untuk menjawab puisinya pak Hendra Nur Arifin "Darimana
> Keburukan berasal?":
> "Kebenaran datangnya dari Tuhan" -- benar
> "Kejahatan juga datangnya dari Tuhan" -- salah
> "Kejahatan datangnya semata-mata dari makhluk-Nya" -- benar dalam sense
> bahwa makhluk-Nya tidak mau menerima seluruh cahaya Tuhan dan menutup
> dirinya sehingga ada sebagian yang rada gelap :-) Meski sebenarnya unsur
> Kejahatan itu tidak exist, melainkan hanya untuk menunjukkan tidak
> adanya Cahaya kebenaran. :-)
>
> Wassalaamu 'alaikum wr. wb.
>
> >----------
>
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)