>[Ali Abidin wrote:]
>
>>Hihihi..... Wah, dibolak-balik ya? Mestinya sumber keburukan itu yang
>tidak exist. Keburukan itu karena manusia menutupi cahaya Tuhan. Justru
>karena keburukan itu bukan dari Tuhan dan berasal dari Manusia maka
>keburukan akan dibalas. Jika keburukan itu asalnya dari Tuhan maka tidak
>mungkin dibalas oleh Tuhan sendiri.
>
>>Kalau mengikuti logika di atas, maka sebaliknya karena Kebaikan dari
>Tuhan jadi mestinya perbuatan baik manusia tidak perlu dibalas ya?
>hihihi....
>
>>Barangkali memang perbuatan baik manusia tidak perlu dibalas karena
>memang seluruh perbuatan baik itu dari Tuhan juga. Tetapi Allah --sekali
>lagi barangkali-- benar-benar tidak tanggung-tanggung dalam memberikan
>Rahmat-Nya sehingga perbuatan baik manusia yang sebenarnya berasal dari
>Tuhan juga malah diberi ganjaran juga. Aneh ya?

Assalaamu 'alaikum wr. wb.

[Wargino sihim wrote:]
>Pak Ali,... adakah orang yang bisa 'melakukan kebaikan' sekali lagi
>'MELAKUKAN KEBAIKAN'. Adakah?
>
>Setahu saya tidak ada. Orang hanya melakukan suatu 'perbuatan'. Perbuatan
>dan kebaikan itu menurut saya adalah dua hal yang 'terpisah'.

Iya, rasanya memang terpisah... tapi rasanya di atas saya tidak
mengatakan manusia 'melakukan kebaikan' lho, melainkan manusia melakukan
perbuatan baik.
Menurut yang saya tulis, perbuatan baik itu timbul jika manusia tidak
menutupi Cahaya Allah (terang), sedangkan perbuatan buruk itu muncul
jika manusia menutupi Cahaya Allah (gelap).

>Allah memberi balasan kepada hambanya terhadap apa yang diPERBUATNYA.
>Kalau PERBUATAN itu bernilai baik dibalas baik, sebaliknya kalau PERBUATAN
>itu bernilai buruk dibalas pula dengan keburukan (Subhanallah Dia Yang Maha
>Adil). Di sini nampak jelas dari mana kebaikan itu, atau siapakah yang baik
>itu ? Allah.... Allah Azza wa Jalla...

Kalau mengikuti logika di atas, karena perbuatan baik itu hanyalah
karena cahaya Allah (kondisi terang), maka perbuatan baik itu sebenarnya
bukan tanggung jawab manusia. Sedangkan perbuatan buruk (gelap) itu
tanggung jawab manusia sebab muncul karena manusia menutupi Cahaya
Allah. 

Makanya lalu saya bilang perbuatan buruk manusia itu wajar dibalas oleh
Allah, tetapi perbuatan baik itu mestinya tidak perlu diberi ganjaran
oleh Allah... toh perbuatan baik itu asalnya dari Cahaya Allah itu juga
kan. :-) Tetapi saya bilang barangkali Allah itu terlalu
pengasih-penyayang maka perbuatan baik juga diberi ganjaran juga
 ...hihihi... Itu kalau saya mengikuti ilustrasi logika Cahaya -- Terang
-- Gelap.

>>(Eh, pak Wargino, bener nggak sih logika berpikir yang aneh begini ini?).
>
>Terus terang saya sering ketakutan sendiri pikiran liar itu kadang
>kemana-mana yang menurut kebanyakan orang pikiran dan angan-angan kurang
>waras. Saya hanya bisa istifgfar, bertaubat dan mohon bimbinganNya saja
>pak...

Iya, makanya untuk topik begini saya lebih suka cengar-cengir saja pak
Wargino..... Dan betul-betul saya memang cengar-cengir ketika sedang
bicara sama pak Wargino.:-)

Wassalaamu 'alaikum wr. wb.
>

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke