Assalaamu 'alaikum wr. wb.

>----------
>From:  [EMAIL PROTECTED][SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>Pak Ali dan Pak Rizki, saya malah punya pendapat sedikit berbeda.
>Masalah Exist dan tidaknya antara gelap dan terang, kedua-duanya tidak
>exist. Perumpamaan pak Sigit tentang air dalam gelas 'setengah penuh' dan
>'setengah kosong' kedua-duanya juga tidak exist.
>
>Lalu apa yang exist?
>Yang ada yaitu 'cahaya' untuk kasus gelap terang, dan untuk kasus setengah
>penuh dan setengah kosong yang ada adalah gelas dan air.

Hihihi iya bener. Untuk contoh gelap-terang maka Cahaya-lah yang exist.
Cahaya membawa terang dan menghapus kegelapan. Kuat lemahnya Cahaya itu
yang bisa diukur, sedangkan kuat lemahnya kegelapan tidak bisa diukur
karena kegelapan itu menunjukkan 'Tidak adanya' Cahaya. Sesuatu yang
tidak ada mestinya tidak bisa diukur. Kuat Cahaya dan Terang bisa
diukur, tapi gelap tak terukur. Yang dianggap tidak exist sama sekali
adalah unsur yang membawa kegelapan yang merupakan lawan dari cahaya
yang membawa terang.

Contoh lain dalam tulisan pak Bimo adalah 'Dingin' tak bisa diukur. Yang
bisa diukur adalah Energi yang mengakibatkan 'Panas'. Yang eksis adalah
Energi yang membawa panas tersebut. Dingin adalah keadaan tanpa adanya
energi panas. Dingin tidak eksis karena itu tak terukur. Energi dan
Panas bisa diukur, tetapi dingin tak terukur. :-)

>Kalau pak Ali berpendapat bahwa keburukan itu tidak exist, bagaimana Allah
>akan membalas keburukan itu sedang ia tidak exist?

Hihihi..... Wah, dibolak-balik ya? Mestinya sumber keburukan itu yang
tidak exist. Keburukan itu karena manusia menutupi cahaya Tuhan. Justru
karena keburukan itu bukan dari Tuhan dan berasal dari Manusia maka
keburukan akan dibalas. Jika keburukan itu asalnya dari Tuhan maka tidak
mungkin dibalas oleh Tuhan sendiri.
 
Kalau mengikuti logika di atas, maka sebaliknya karena Kebaikan dari
Tuhan jadi mestinya perbuatan baik manusia tidak perlu dibalas ya?
hihihi.... 

Barangkali memang perbuatan baik manusia tidak perlu dibalas karena
memang seluruh perbuatan baik itu dari Tuhan juga. Tetapi Allah --sekali
lagi barangkali-- benar-benar tidak tanggung-tanggung dalam memberikan
Rahmat-Nya sehingga perbuatan baik manusia yang sebenarnya berasal dari
Tuhan juga malah diberi ganjaran juga. Aneh ya? 

(Eh, pak Wargino, bener nggak sih logika berpikir yang aneh begini ini
?)....

Wassalaamu 'alaikum wr. wb.
>

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke