Assal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh.

Menurut pengamatan saya yang belum tentu benar, di dunia ini tidak ada
sesuatu yang baik atau buruk secara mutlak. Kedua sifat itu selalu
bercampur dalam komposisi yang beragam dalam setiap benda, setiap
perbuatan, dan setiap keadaan atau kejadian. 

Untuk menguji pernyataan saya itu, harap rekan-rekan mengamati alam 
dan keadaan sekeliling, lalu tunjukkan kepada saya sesuatu [ciptaan
Allah] di dunia ini yang baik 100% baik tanpa mengandung keburukan, 
atau 100% buruk tanpa kadar kebaikan sedikitpun.

Kalau rekan-rekan tidak bisa menunjukkannya, maka saya terpaksa akan
berpendapat bahwa baik dan buruk itu merupakan dua hal yang tak dapat
dipisahkan; keduanya ibarat dua sisi dari mata uang yang sama. Semua
ciptaan Allah yang di mata Allah dikatakan BAIK itu adalah merupakan
senyawa yang tak terpisahkan antara 'baik' dan 'buruk' menurut kaca 
mata manusia. Mungkinkah mata uang dibuat hanya satu sisi saja?

Selama kita berpegang pada monotheisme, janganlah kita terjebak pada
dualisme dengan menganggap bahwa satu sisi mata uang [baik] adalah
ciptaan Allah, sedangkan sisi lainnya [buruk] merupakan hasil ciptaan
tuhan yang lain. Kita lihat saja obyeknya: uang itu, ia dirancang
dengan dua sisi, sebagaimana manusia diciptakan dengan pasangan
sifat-sifat yang berlawanan. Baik atau buruk bukanlah sifat yang
kekal, maksudnya: manusia tidak selamanya baik dan tidak selamanya
buruk. Sepanjang hidup, ia berganti-ganti melakukan perbuatan baik dan
buruk. Bukankan kenyataannya begitu?

Wassal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh.
RS

---------

arief muLya wrote:
> 
> Assalaamu 'alaykum wR wB
> 
> maafkan rekan Saliks ysh,
> merunut ke postingnya mas Bimo, dapat kita lihat bahwa prinsip
> dualisme/berpasangan benda itu tidak dapat diterapkan dalam memahami
> keseluruhan alam ini.
> 
> Jadinya, terang dan gelap itu bukan hal yang berlawanan, melainkan satu.
> Tetapi saya kurang setuju dengan pendapat mas Rizki, menurut saya
> dua-duanya untuk menuju hal lainnya haruslah dikurangkan, tidak bisa
> ditambahkan. Jadi gelap untuk menuju ke terang haruslah dikurangkan
> kadarnya, sehingga menjadi kurang gelap, dst.
> 
> Kemudian saya masih berpikir, apa iya seperti itu ? Allah menciptakan
> terang dan gelap dan menjadikannya satu (two in one) ? Ataukah Allah
> hanya menciptakan satu hal saja, sedangkan hal lainnya merupakan
> ketiadaan hal tersebut ? kalau begitu, apa yang diciptakan Allah ?
> terang atau gelap ? kebaikan atau keburukan ? so dimana titik temunya ?
> 
> Sampai disini saya bingung, please help me.
> Wassalaamu 'alaykum wR wB
> 
> arief muLya
> ------------
> "There's always a light in the heart of ones who Love"



---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke