[R. Sunarman wrote:]

>Assal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh.

Wa'alikum salam warahmatullahi wabarakatuh,

>Menurut pengamatan saya yang belum tentu benar, di dunia ini tidak ada
>sesuatu yang baik atau buruk secara mutlak. Kedua sifat itu selalu
>bercampur dalam komposisi yang beragam dalam setiap benda, setiap
>perbuatan, dan setiap keadaan atau kejadian.

Ini berlaku pada dunia nilai (menurut pendapat saya lho pak).

>Untuk menguji pernyataan saya itu, harap rekan-rekan mengamati alam
>dan keadaan sekeliling, lalu tunjukkan kepada saya sesuatu [ciptaan
>Allah] di dunia ini yang baik 100% baik tanpa mengandung keburukan,
>atau 100% buruk tanpa kadar kebaikan sedikitpun.

Demi Allah kalau anda tanyakan tentang CIPTAAN Allah saya yakin 100%
sempurna tanpa cacat. Semuanya baik, tanpa sedikitpun keburukan. Sekali
lagi dalam hal CIPTAAN Allah (makluk). Termasuk Iblis, Jin, kecoa dsb
semuanya 100% perfect, excellent pokoknya the best....

Saya balik bertanya coba adakah rekan yang bisa menunjukkan kepada saya
CIPTAAN Allah yang tidak sempurna? Satu saja, apa?

Yang sekarang nampaknya mengecoh pemahaman kita itu karena kita mencampur
adukkan antara kesempurnaan CIPTAAN dan system nilai dalam dunia CIPTAAN
itu. Yang lebih runyam lagi kadang-kadang kita secara tidak sadar membawa
Tuhan mempunyai kepentingan dalam dunia CIPTAAN.


>Kalau rekan-rekan tidak bisa menunjukkannya, maka saya terpaksa akan
>berpendapat bahwa baik dan buruk itu merupakan dua hal yang tak dapat
>dipisahkan; keduanya ibarat dua sisi dari mata uang yang sama. Semua
>ciptaan Allah yang di mata Allah dikatakan BAIK itu adalah merupakan
>senyawa yang tak terpisahkan antara 'baik' dan 'buruk' menurut kaca
>mata manusia. Mungkinkah mata uang dibuat hanya satu sisi saja?

Ya saya sependapat hanya sebatas 'MESTI ADANYA' kedua subtansi itu. Tapi
tidak berarti bahwa dua hal yang berbeda itu bernilai sama (seperti mata
uang).


>Selama kita berpegang pada monotheisme, janganlah kita terjebak pada
>dualisme dengan menganggap bahwa satu sisi mata uang [baik] adalah
>ciptaan Allah, sedangkan sisi lainnya [buruk] merupakan hasil ciptaan
>tuhan yang lain. Kita lihat saja obyeknya: uang itu, ia dirancang
>dengan dua sisi, sebagaimana manusia diciptakan dengan pasangan
>sifat-sifat yang berlawanan. Baik atau buruk bukanlah sifat yang
>kekal, maksudnya: manusia tidak selamanya baik dan tidak selamanya
>buruk. Sepanjang hidup, ia berganti-ganti melakukan perbuatan baik dan
>buruk. Bukankan kenyataannya begitu?

Yang ini perlu dikaji dulu, jangan-jangan yang kita bilang buruk itu tidak
berlaku menurut Allah (bukan mustahil kita bilang buruk, menurut Dia baik).

Tidak terlintas dalam benak saya bahwa ada dualisme ketuhanan yang berperan
dalam dunia ini.


Sebuah ilustrasi (rekan-rekan mohon tunjukkan siapa yang salah):
----------------------------------------------------------------
Di sebuah pasar tradisional ada orang menjual berbagai mimuman, misalnya
teh manis, aqua, kopi, wedang jahe dan bandrek. Ada pula orang yang jual
racun serangga termasuk baygon.

Namnya juga ngarang cerita.... ee... ada orang bukan beli wedang jahe atau
kopi kok malah beli baygon (racun serangga) terus diminum, karena tidak
tertolong akhirnya mati. Ngomong-ngomong setelah dicheck dengan kawan dekat
si korban tadi ternyata dia tidak sakit ingatan alias sehat akal.

Hayo siapa yang berani latihan jadi hakim, siapa yang salah?


Kurang dan lebih mohon maaf,
Wassalamu'alaikum wr wb,
Wargino





---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke