Assalaamu 'alaikum wr. wb.

Dulu pak Imam yang pertama kali mempostingkan mengenai Ruh dan Jiwa dan
Hati. Sampai saat inipun masih banyak ganjalan di benak saya meski pak
Imam sudah berusaha menjelaskan sebaik-baiknya-- barangkali memang akal
(bawah) saya yang benar-benar susah menerima penjelasan. Tetapi minimal
saya menyadari bahwa Ruh itu berbeda dengan Jiwa. Sekarang muncul banyak
pertanyaan liar di benak saya ketika membaca ayat-ayat yang berkenaan
dengan Ruh, Anfus, Nafs dll. Barangkali ada yang mampu menjelaskan
tentang hal berikut ini? :

1. Yang akan bertanggung-jawab atas segala perbuatan manusia di akherat
kelak adalah Jiwa. Benarkah? Eh, tapi jiwa yang mana ya? Bukankah ada
banyak jiwa pada manusia? Membaca QS 75:3-4 an QS 40-17 maka kesannya
semua jiwa (karena kata yang dipergunakan adalah Kullu nafsin, An-Nafsu
dan  Al-Anfus) + Jasad akan bertanggungjawab. Jadi jiwa-jiwa dan jasad
jadi satu yang akan bertanggung jawab. Tetapi Ruh tidak ikutan
bertanggungjawab ya? (Karena Ruh itulah cahaya?). Atau barangkali Jasad
yang dikumpulkan itu cuman untuk kesaksian sedang Jiwa-Jiwa yang akan ke
Jahannam atau Jannah? Yang bener yang bagaimana?

[AL-ANFUS] Allah memegang jiwa orang (al-anfus) ketika matinya ....maka
Ia tahanlah jiwa (orang) yang telah ia tetapkan kematiannya.
Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah
bagi kaum yang berfikir (QS. 39:42)

[KULLU NAFSIN] (Alyawma tujza kullu nafsin...) Pada hari ini tiap-tiap
jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya.Tidak ada yang
dirugikan pada hari ini.Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya. (QS.
40:17)

[NAFSUN] (AAalimat nafsun ma qaddamat waakhkharat) 
Apabila langit terbelah,dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan,
dan apabila lautan dijadikan meluap, dan apabila kuburan-kuburan
dibongkar, maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan
dan yang dilalaikannya. (QS. 82:1-5)

Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali)
tulang belulangnya (QS. 75:3) Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa
menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna. (QS. 75:4)

2. Ruh itu nanti kemana larinya? Kembali kepada Allah SWT? Saya berpikir
liar akan teori Reinkarnasi yang ada di agama hindu & budha. Rasanya
mereka mengatakan bahwa Ruh-lah yang berulang-ulang ditiupkan (daur
ulang?) pada berbagai jasad dan bukan jiwa yang diturunkan
berulang-ulang. Jika demikian barangkali Ruh itu kembali ke kotak lalu
ditiupkan lagi ke tubuh yang lain gitu? :-) Ruh rasanya tidak pernah
dianggap salah ya di dalam al-quran. Apakah mungkin yang diajarkan dalam
agama-agama tersebut bahwa Ruhul Awwal yang belum berkembang menjadi
Ruhul Quddus akan terus menerus ditiupkan kepada jasad yang lain,
kecuali hingga berkembang sempurna menjadi Ruhul Quddus maka akan
kembali kepada Allah dengan sukarela bersama Jiwa Muthmainnah (QS 39:42)
?. Perkataan Ruh selalu terkait dengan kepatuhan kepada Allah seperti
pada ayat di bawah:

[ALROOHU] Pada hari, ketika ruh (alrroohu) dan para malaikat berdiri
bershaf-shaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang diberi izin
kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang
benar. (QS. 78:38)

3. Yang pernah bersaksi kepada Allah itu Ruh atau Jiwa? Kalau membaca QS
7:172 maka itu adalah jiwa. Tapi jiwa yang mana ya? Apakah Jiwa
Muthmainnah-saja kah ataukah semua Jiwa? Rasanya malah selain Jiwa
Muthmainnah karena kata yang dipergunakan adalah Anfus? Lho kok malah
Jiwa Muthmainnah itu tidak pernah bersaksi kepada Allah ya? 

[ANFUS] (....waashhadahum AAala anfusihim alastu birabbikum qaloo bala
shahidna...) Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan
anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap
jiwa-jiwa mereka (seraya berfirman):"Bukankah Aku ini Tuhanmu". Mereka
menjawab:"Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan
yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak
mengatakan:"Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah
terhadap ini (keesaan Tuhan)". (QS. 7:172)

Kalau pikiran ini terlalu liar, ya tidak usah dijawab:-). Jazakumullahu
khairan katsira.

Wassalaamu 'alaikum wr. wb.

NB: 

Ada ayat-ayat yang menarik di dalam Al-Quran berkenaan dengan Ruh dan
Jiwa

1. QS 40:15-17 
RafeeAAu alddarajati thoo alAAarshi yulqee alrrooha min amrihi AAala man
yashao min AAibadihi liyunthira yawma alttalaqi. Yawma hum barizoona la
yakhfa AAala Allahi minhum shay-on limani almulku alyawma lillahi
alwahidi alqahhari. Alyawma tujza kullu nafsin bima kasabat la thulma
alyawma inna Allaha sareeAAu alhisabi

Dialah Yang Maha Tinggi derajat-Nya, Yang mempunyai 'Arsy, Yang mengutus
al-Roohu (biasanya diterjemahkan sebagai Jibril) dengan (membawa)
perintah-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara
hamba-hamba-Nya, supaya dia memperingatkan (manusia) tentang hari
pertemuan (hari kiamat). (Yaitu) hari (ketika) mereka keluar (dari
kubur), tiada suatupun dari keadaan mereka yang tersembunyi bagi
Allah.(Lalu Allah berfirman):"Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini"
Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan. Pada hari ini
tiap-tiap jiwa (Kullu Nafsin) diberi balasan dengan apa yang
diusahakannya.Tidak ada yang dirugikan pada hari ini.Sesungguhnya Allah
amat cepat hisabnya. (QS. 40:15-17)

Saya bilang menarik karena Allah mengirim Al-Roohu kepada manusia untuk
memperingatkan tentang hari kiamat. Kemudian jiwa-lah yang diberi
balasan atas segala perbuatan.

2. Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas
lagi diridhoi-Nya.Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,
dan masuklah ke dalam Jannah-Ku. (QS. 89:27-30)

Ya ayyatuha alnnafsu almutma-innatu. IrjiAAee ila rabbiki radiyatan
mardiyyatan.
Faodkhulee fee AAibadee. Waodkhulee jannatee

Ayat ini juga menarik karena yang masuk jannah itu adalah Jiwa
Muthmainnah. Dan jiwa yang satu ini sukarela kembali kepada Allah, dan
tidak perlu ditahan seperti al-anfus pada QS 39:42.




---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke