sham mz wrote:
> Saya ingin tahu, perbezaan astral travel yang dilakukan oleh orang
> barat dan ahli sufi?
> Bolehkah orang Islam mempelajari dan melaksanakan kaedah barat?
Assal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh.
Perbedaannya terletak pada
1. Bagaimana kemampuan astral travel itu diperoleh
2. Untuk apa kemampuan astral travel itu dimanfaatkan.
Para sufi memperoleh kemampuan itu hanya sebagai bonus atau hasil
samping dalam upaya mendekatkan diri kepada Tuhan dengan cara
membersihkan jiwanya dari kekuasaan hasrat duniawi, sedangkan kaidah
barat menempatkan astral travel itu sebagai alat untuk mencapai
suatu tujuan tanpa mempedulikan kebersihan jiwa.
Bolehkah orang Islam mempelajari dan melaksanakan kaedah barat?
Kebanyakan orang akan menjawab langsung "Tidak!" supaya aman.
Mereka khawatir, kemampuan itu akan anda pergunakan untuk memenuhi
hasrat-hasrat duniawi sehingga anda masuk ke dalam golongan 'musuh
yang berbahaya'. Misalnya, dengan kemampuan astral travel, seseorang
mendapat kemudahan dalam merencanakan perampokan sebuah bank.
Sebenarnya kekhawatiran itu tidak perlu ada, apabila anda sudah
terbiasa membersihkan diri dengan mengendalikan hasrat-hasrat
duniawi. Salah satu ukuran yang dapat dipakai ialah apabila
seseorang yang kasyaf telah melihat anda sebagai orang yang bersih
jiwa; maka anda akan dibolehkan mempelajari ilmu apa saja. Itulah
sebabnya, menu utama dalam tasawuf (sufisme) adalah membersihkan
diri.
Wassal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh.
RS
---------------------------------------------------------------------
Keluar Keanggotaan, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]