Assalaamu 'alaikum wr. wb.

Ahmad Anis wrote:
>Tetapi penjelasan dari saudara Ali tentang hadist lainnya membuat saya
>bertanya-tanya, Apakah/siapakah yang dimaksud Ahlulbait disini dan
>mengapa dipentingkan (setelah AlQuran) oleh Rasulullah? 

Memang wajar pertanyaan tersebut karena seperti saya sebut dalam posting
tsb hadist "Alquran dan Ahlubaiku" tersebut sama sekali tidak populer
meski lebih kuat dibandingkan "AlQuran dan Sunnahku".

Siapakah "Ahlulbait"? Saya hanya akan memberikan 2 macam penafsiran
tentang makna ahlulbait sejauh yang saya pahami. Saya akan mencoba
senetral mungkin dalam hal ini.

1. Ahlulbait adalah orang yang telah bertemu diri

Pernah dijelaskan dalam posting pak Imam Suhadi dengan subject "Tahapan
Menuju Allah" bahwa Ahlulbait adalah orang yang sudah bertemu diri.
Dasar argumentasi dll saya kira juga pernah dijelaskan oleh beliau.

Dengan pemahaman ini menurut saya, sebenarnya peringatan nabi agar
umatnya tidak melalaikan Ahlulbait dapat diartikan bahwa Ahlulbait
(baca: orang yang bertemu diri) adalah wujud penjagaan Allah terhadap
Umatnya sepanjang masa. ALQuran dan Ahlulbait tidak mungkin saling
bertentangan satu sama lain. Sebagaimana Al-Quran ada dalam wujud
sebagai kitab maka Orang yang bertemu diri adalah contoh hidup dari
pelaksanaan AlQuran. Orang yang bertemu diri senantiasa mendapat
petunjuk dari Allah. Sebagaimana Muhammad SAAW adalah Quran yang
berjalan maka Ahlulbait adalah Quran yang berjalan seperti juga Muhammad
SAAW meski dalam kapasitas yang berbeda barangkali. Dan diingatkan oleh
nabi bahwa Manusia hendaknya mengikuti Ahlulbait tsb. Ahlulbaitlah yang
mampu menjelaskan makna AlQuran kepada umat manusia. Dalam pemahaman
inipun dipercaya bahwa Keluarga Nabi adalah termasuk di antara ahlulbait
tsb.

Barangkali yang lain bisa lebih baik menjelaskan daripada saya tentang
penafsiran ini.

2. Ahlulbait adalah Keluarga Nabi

Dalam AlQuran, kata 'ahlulbait' disebut dalam 33:33 yang berbunyi:
...... Sesungguhnya Allah sungguh-sungguh berkehendak untuk
menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlulbait dan membersihkan kamu
sebersih-bersihnya. (QS. 33:33)

Ada hal yang sangat menarik dalam potongan ayat ini, yaitu bahwa ayat
ini berada diantara ayat-ayat yang ditujukan kepada istri-istri nabi,
sehingga beberapa mufassirin beranggapan bahwa ayat tsb ditujukan kepada
istri-istri nabi tsb. Tetapi seperti sering ditunjukkan bahwa AlQuran
memang mengandung kekonsistenan yang luar biasa dalam penggunaan
terminologi kata. Potongan ayat tersebut secara mendadak berubah
menggunakan Gender jamak laki-laki, padahal sebelumnya menggunakan
Gender jamak wanita sehingga kita mengetahui bahwa Allah
meng-address-kan potongan ayat tersebut bukan kepada istri-istri nabi.
(Dalam bahasa arab bila "perempuan  banyak dan laki-laki" maka akan
menjadi "banyak laki-laki", sehingga minimal dapat dipahami bahwa
potongan ayat tersebut bukan ditujukan hanya kepada 'istri-istri nabi',
meskipun tidak menutup kemungkinan bahwa istri-istri nabi termasuk di
dalamnya).

Serta penggunaan double kata "Yuthahirukum tathhira" yang keduanya
berasal dari akar kata yang sama yaitu "Tahir" yang berarti suci. Serta
ada beberapa hal menarik lainnya dari ayat ini seperti "Al-Rijs" dll.
Mungkin lain kali bisa dikorek-korek lagi ayat tsb.

Berikut kita dapat membaca hadist yang menerangkan ayat 33:33 ini biasa
disebut hadist al-Kisaa (hadist kerudung), 
Diriwayatkan dari Aisyah (istri nabi): Suatu hari Nabi SAW memakai jubah
hitam yang panjang, kemudian nabi membentangkan jubah tersebut dan
mengerudungi Hasan bin Ali, kemudian memasukkan juga Husain bin Ali,
kemudian Fatimah,
kemudian Ali bin Abi Thalib. Setelah itu Rasulullah mengutip ayat 33:33
tersebut ......."
(Sahih Muslim, bab kemuliaan sahabat, bagian kemuliaan Ahlulbait,
Hadist#61)

Versi lain dari Hadist al-kisaa ini juga ada dalam riwayat lain.
Diriwayatkan dari Umar Ibn Abi Salama, anak Umm Salama (istri nabi),sbb:
Ayat (33:33)" diturunkan kepada nabi SAW di rumah Umm Salama. Pada saat
itu nabi bersama Fatimah, al-Hasan, dan al-Husain, and mengerudungi
mereka dengan jubahnya, dan dia juga mengerudungi Ali yang ada
dibelakang beliau. Kemudian Nabi berkata: "O' Allah! inilah anggota
ahlulbaitku. Jagalah mereka dari ketidaksucian and sucikanlah mereka
sesuci-sucinya.  ....... 
Referensi : Sahih al-Tirmidhi

Dari potongan ayat dan kedua hadist ini Rasulullah menunjukkan kepada
kita siapakah ahlulbait yang dimaksudkan oleh Allah dalam Ayat 33:33
"disucikan sesuci-sucinya" maupun "alquran dan ahlulbait" yang dimaksud
dalam hadist yang saya kutipkan dalam posting saya terdahulu. 

Juga dalam hadist berikut dari Anas bin Malik:
Rasulullah SAAW, sejak diturunkannya ayat "Sesungguhnya Allah
(bersungguh-sungguh) berkehendak untuk membersihkan ..... QS 33:33"
hingga 6 bulan sesudahnya, setiap kali waktu sholat telah tiba beliau
berdiri di depan pintu rumah Fatimah dan bersabda "Waktu sholat wahai
Ahlulbait; Tidak diragukan lagi bahwa Allah berkehendak untuk
menghilangkan ketidaksucian dari kalian dan menjadikan kalian murni tak
bernoda"
(Sahih Tirmidzi)

Dalam pemahaman Ahlulbait seperti inipun dipercaya bahwa meski Ahlulbait
dalam ayat-ayat serta hadist tsb menunjuk kepada 5 orang dalam hadist
al-kisa (termasuk Rasulullah SAAW sendiri), maka manusia yang mengikuti
jalan mereka mampu memiliki atribut seperti yang dimiliki kelima jiwa
suci tersebut.

Penjelasan ayat 33:33 seperti di atas konon dapat juga dibaca pada
tafsir Ibnu Katsir.

==========
Gabungan 
==========
Bila pak Ahmad menerima kedua penjelasan tersebut sekaligus maka dapat
di artikan bahwa Rasulullah SAAW mengingatkan kita agar mengikuti orang
yang sudah bertemu diri (ahlulbait). Sedangkan Rasulullah SAAW
menunjukkan bahwa orang yang bertemu diri pada zaman Rasulullah hidup
adalah Hasan, Husain Fatimah binti Rasulullah dan Ali bin Abi Thalib.
Mungkin  hal ini paling mudah diterima. Semua mazhab mengakui bahwa
Hasan, Husain, Fatimah dan Ali bin Abi Thalib adalah orang-orang yang
mulia. Mungkin ada baiknya pak Ahmad memberikan perhatian yang lebih
kepada orang-orang Ahlulbait tersebut.
>
>Menurut penjelasan yang pernah saya dengar, 'Aali Muhammad' (keluarga
>Nabi) adalah seluruh hamba Allah yang Shalihin. Apakah Ahlulbait ini
>juga adalah 'Aali Muhammad' dalam penjelasan di atas?

Aali Muhammad menunjuk pada Hamba Allah yang shalihin adalah penafsiran
yang saya kira merujuk pada bacaan Attahiyat sholat. Dimana kita
mengucapkan Shalawat & Salam atas Muhammad dan Aali Muhammad, kemudian
mengucapkan Assalaamu 'alaika ayyuhan Nabiiyyu.... Assalaamu Alaina
wa'ala ibadillahis Shalihin. Sehingga dapat dipahami bahwa 'Aali
Muhammad' yang disebutkan di awal tsb kemudian dijelaskan sebagai
'IbadillahisShalihin' pada bacaan berikutnya tentunya dengan pengharapan
agar kita (nahnu) suatu saat termasuk sebagai IbadillahisShalihin tsb
sehingga termasuk sebagai 'Aali Muhammad'. Saya kira pendapat tsb
sah-sah saja.

Tetapi saya cenderung pada pendapat bahwa 'Aali Muhammad' adalah sama
dengan Ahlulbait di atas. Siapakah 'Ahlulbait' sendiri terserah pak
Ahmad mau berpegang pada pendapat 1 & 2 di atas ataupun gabungan
keduanya.

Wallahu 'alam bishowab.
Wassalaamu 'alaikum wr. wb.
>
>----------
>From:  Ali Abidin
>Sent:  Thursday, 25 February 1999 15:57
>To:    '[EMAIL PROTECTED]'
>Subject:       RE: [Tasawuf] Alquran & Sunnahku
>
>>Mungkin ada yang bisa menolong saya untuk mencari hadist yang sangat
>>terkenal yaitu 'Aku tinggalkan kepada kalian Al-Quran dan
>>Sunnahku.....' . Saya sudah mencoba mencari di Kutubus-Sittah dan
>>belum ketemu juga. Barangkali ada yang tahu tentang hadist tsb?
>
>Assalaamu'alaikum wr. wb.
>
>Pernah saya katakan dalam salah satu posting bahwa saya pernah membaca
>study tentang hadist "AlQuran dan Sunnahku" tsb. Berikut saya tuliskan
>secara ringkas apa yang dicantumkan dalam study tsb.
>
>Hadist tsb memang tidak ada dalam kutubushsittah melainkan dicantumkan
>dalam kitab Al-Mustadhrak dari Al-Hakim. Hadist tersebut diriwayatkan
>tunggal dari jalur Abu Hurairah yang lengkapnya berbunyi: "Aku
>tinggalkan pada kalian 2 hal yang jika kalian ikuti dan bertindak sesuai
>(keduanya), maka kalian tidak akan tersesat setelahku: Kitabullah dan
>Sunnahku".
>
>Bahkan Bukhari, Nisai, dan beberapa periwayat hadist lainnya menilai
>hadist tsb adalah lemah dari segi sanad.
>
>Anehnya, ada hadist yang mirip bunyinya dengan hadist di atas dalam
>Kutubushsittah, dengan riwayat yang lebih kuat di dalam Sahih Muslim,
>At-Tirmidzi, Musnad Ahmad, serta AlMustadhrak sendiri dimana nabi
>mengingatkan umatnya tentang 2 hal yaitu Alquran dan "the other one".
>Tetapi "the other one" disini bukanlah "Sunnahku" melainkan
>'Ahlulbaitku". Hadist ini sama sekali tidak populer di kalangan muslim. 
>
>Salah satunya dalam Sahih Muslim, hadist#5920 berbunyi sebagai berikut:
>"Suatu hari (pada saat selesai haji wada') Rasulullah SAAW berdiri
>memberikan pidato di suatu tempat yang bernama Khum, berlokasi antara
>Mekkah dan Madinah. Kemudian beliau memuji Allah dan mengingatkan kami
>kapada-Nya, serta bersabda: 'Wahai manusia, Saksikanlah, Sepertinya
>waktu mendekat bahwa aku akan dipanggil (oleh Allah) dan aku akan
>menjawab panggilan-Nya. Aku tinggalkan kepada kalian 2 perkara yang
>berharga. Pertama adalah Kitabullah dimana didalamnya terdapat cahaya
>dan petunjuk. Yang lainnya adalah Ahlulbaitku. Aku ingatkan kalian
>dengan nama Allah tentang Ahlulbaitku. Aku ingatkan kalian dengan nama
>Allah tentang Ahlulbaitku. Aku ingatkan kalian dengan nama Allah tentang
>Ahlulbaitku. (tiga kali)".
>
>Bahkan hadist "AlQuran dan Ahlulbaitku" oleh Tirmidzi diriwayatkan dari
>30 jalur sahabat. Dalam kitab Al-Mustadhrak sendiri, hadist "AlQuran dan
>Ahlulbaitku" sendiri juga diriwayatkan lewat berbagai sahabat.
>
>Analisa saya, hal ini disebabkan pada masa 2 kerajaan yaitu kerajaan
>Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah yang memusuhi ahlulbait nabi SAAW,
>sehingga hadist "AlQuran dan Ahlulbaitku" ini meski lebih kuat tetapi
>tidak populer di kalangan muslim. Justru hadist "AlQuran dan Sunnahku"
>yang lemah sanadnya tetapi malah dipopulerkan di kalangan muslim.
>
>Mungkin yang lain bisa menambahkan? Barangkali ada penilaian tentang
>hadist tsb dari sumber yang lain, saya sendiri bukan ahli hadist hanya
>kebetulan membaca study hadist tsb.
>
>Wallahu 'alam bishowab.
>
>Wassalaamu alaikum wr. wb.
>

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke