> 
> > -----Original Message-----
> > From: Ahmad Fadlah [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> >
> > Assalamu'alaikum wr.wb.
> > Bicara tentang "ikhlas" adalah bagian yang sangat urgent bagi para
> > salik
> > dalam mengarungi kehidupan beribadahnya.
> >
> > Saya jadi berfikir apakah maqam Ikhlasnya Rabiah al-Adawiyah itu yang
> > paling
> > tinggi disisi Allah atau malah yang lain. Karena pernyataannya
> > beribadah
> > bukan mengharap surga dan bukan karena takut neraka adalah sesuatu
> > yang
> > sangat mustahil untuk dicapai oleh sebagian besar ummat.
> > Apakah bagi orang yang beribadah yang Khauf (takut) pada Neraka dan
> > mereka
> > yang Raja'(harap) akan Surga dan kenikmatan lain pasca mati, apakah
> > ini
> > peringkatnya lebih rendah dibanding ikhlasnya Rabiah Al-Adawiyah ???
> >

Assalamualaikum ww,

Pertama saya mohon maaf, karena dengan ketiadaan ilmu yang kumiliki tapi
memberanikan diri untuk membahas ikhlas yang dihantarkan oleh rekan kita
Mas Ahmad Fadlah. Kemudian juga saya beristighfar kepadaNya atas
kelancangan saya ini.

Menurut pendapat saya, bahwa hampir semua keadaan di dunia diciptakan
dengan tingkat-tingkatan. Jelas tingkatan-tingkatan ini tidak mutlak
dalam bentuk digital ( misal 1, 2, 3 �.dst) tapi bisa juga dalam bentuk
analog (misal 1,  1,00000001,  1,000000011,  1,000000012 dst). Demikian
pula mengenai ikhlas.

Dalam mengajak umat menuju ikhlas dapat ditempuh dengan beberapa cara
antara lain :
1. dengan paksaan
2. dengan bujukan / iming-iming
3. dengan latihan
4. baru menuju ikhlas yang mandiri.

Ikhlas yang mandiri inipun bertingkat-tingkat lagi, sampai tingkatan
Rabiah al Adawiyah.
Pada tingkat tinggi ini, memang sangat radikal sekali. Misal ada do'a
yang dikumandangkan nya : "Ya Allah bila aku beribadat ini karena
menginginkan syurgaMu, maka jauhkanlah aku dari syurgaMU. Dan bila aku
beribadat ini karena takut dengan nerakaMu, maka masukkanlah aku kedalam
nerkaMu"
Sepintas merinding bulu kuduk ini mendengar do'a ini.

> > Saya pernah dengar bagaimana saudara kita dari Majlis Tabligh setiap
> > kesempatan halaqah menyempatkan membaca Fadilah Amal. Misalkan saja
> > bagaimana orang yang sembahyang berjamaah nilainya 27 kali ketimbang
> > sembahyang sendiri.
> > Bagaimana orang yang berdosa tapi dia ikut dalam majelis zikir Allah
> > juga
> > telah mengampuni dia...dsb.. dsb.
> >
> > Nah bagi orang-orang yang mengarap fadilah amal seperti saya contohkan
> > diatas.....lantas apakah mereka dipandang masih peringkat awam dalam
> > keikhlasan ?? mungkin ikhwan yang lain dapat sharing tentang ini...
> >
Sehubungan dengan tingkatan ikhlas yang dimiliki individu maupun
kelompok maka oleh ulama kita ditempuhlah beberapa metoda untuk mengajak
umat beribadat, membiasakan ibadat. Untuk tingkatan belum begitu
tinggi,  maka ulama menyampaikan fadilah-fadilah. Misal sholat berjamah
mendapat nilai 27 kali, membaca surat ini , fadilahnya ini dst�.dst.
Jadi fadilah yang disampaikan dapatlah dikatan sebagai iming-iming.

Insya Allah , umat yang melakukan ibadah untuk mencapai fadilah tsb, 
lama-kelamaan akan merasa nikmatnya ibadah. Kalau tingkatan
nikmat-ibadah dicapai maka ulama akan menerus- kan ke tingkatan lebih
tinggi lagi��������, dan umat umat tsb dapat diajak untuk mengkaji yang
lebih jauh lagi.

> > Sementara fadilah-fadilah itu disampaikan langsung oleh Rasulullah dan
> > itu
> > dijamin tidak mengada-ada.
> >
> > Saya hanya hawatir bila orang beribadah tidak mengharap sesuatu
> > kebaikan
> > disisi Allah dia tidak ada motifasi.. bagaimana sobat ??
> >
Sebaiknya semuanya kita kembalikan semua kepada Allah, hilangkan
perasaan was-was/ ragu-ragu karena perasaan ini merupakan pintu jalannya
syetan.
Harus diingat bahwa  insan yang masuk syurga itu bukanlah dikarena
amal-insan tsb saja, tapi karena rakhmat nya Allah. 

Untuk mengakhiri uraian ini mari berlatih untuk meraih ikhlas yang
paling tinggi, insya Allah akan merasakan nikmat dan kasmaran yang
disampaikan Mas Kokoh berikut ini, 

Kokoh Kabul wrote:
> 
> Assalamu'alaikum Wr. Wb.
> 
delete
> Ketika sudah merasakan nikmat CintaNya,
> bagai orang kasmaran, mereka mencanduNya
> jangankan melihat, hanya mendengar namaNya bergetar hati mereka
> semuanya terasa indah asal dariNya
> 'tanah liat rasa coklat' begitu kata pepatah
> neraka mungkin tak mengapa kalau itu memang dapat merasakan CintaNya
> surga juga bukanlah tujuan utama, karena itu cuma sebagian dari wujud
> CintaNya
>

Kalau tingkat ini dicapai, do'a yang disampaikan pada awal uraian ini
tidak akan terasa aneh.
 
> Wallahu 'alam
> > wassalam,
> > ++++++++++++++++++
> > H. Ahmad Fadlah
> > Banda Aceh
> > ++++++++++++++++++
> >

Wassalam,
skk

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke