Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum wr.wb.
TULISAN-TULISAN HAZRAT MIRZA GHULAM AHMAD SEHUBUNGAN DENGAN
BAI'AT....20)
BAI'AT DAN TABATTAL......2
Pada tanggal 13 September 1901 Hz. Masih Mau'ud a.s. menguraikan
tentang "tabattal" dan kaitannya dengan "bai'at"....
Ikrar "Bai'at" , pemutusan hubungan dan pencangkokan rohani.....
"Bai'at" yang dilakukan di tangan saya adalah akan mendahulukan
agama dari pada dunia, dan akan menganggap saya sebagai orang
yang telah diutus oleh Allah sebagai UtusanNya dan yang merupakan
orang yang dijanjikan oleh Rasullah SAW sebagai "hakaman
adalan"..., sebagai imam. Dan akan memnyetujui segala keputusan
saya dengan hati yang sejuk dan lapang."
Akan tetapi apabila seseorang, setelah mengikrarkan janji ini
masih tetap juga tidak menyetujui suatu keputusan saya dengan
senang hati, bahkan dia menemukan suatu ganjalan serta hambatan
dalam hatinya, maka benar-benarlah dia tidak akan meraih
"tabattal" sepenuhnhya. Dan dia juga tidak akan mencapai
kedudukan yang dijanjikan oleh "tabattal" itu. Dan pada jalannya
masih tersisa hambatan-hambatan dan belenggu-belenggu hawa nafsu
serta hubungan-hubungan dunia. Dan dia belum keluar dari tabir-
tabir itu , dan hanya dengan merobeknyalah manusia itu dapat
meraih kedudukan tersebut. Selama dia belum memotong diri dari
pohon dunia dan belum mencangkokkan diri terhadap dahan
"Uluhiyah" (ketuhanan) maka kehijauan dan kesuburannya tidaklah
mungkin bisa diharapkan.
Lihatlah, jika dahan dari sebuah pohon dipotong , dia tidak akan
berbuah dan berbunga. Tidak peduli apakah kalian meletakkannya
dalam air dan menggunakan seluruh unsur kehidupan baginya
seperti pada bentuk semula, sampai kapanpun dia tidak akan
berbuah. Demikian pula selama manusia belum tercangkok dan
menyatu dengan seorang "shadiq", maka dia tidak akan dapat meraih
kekuatan untuk menyerap kerohanian. Sebagaimana dahan yang
sepotong dan terpisah itu tidak bisa tumbuh hijau oleh air,
demikian pula manusia tidak akan mendapatkan hasil bila
hubungannya putus dan terpisah dari Ketuhanan. Jadi bagi manusia
untuk menjadi "mutabattal" , juga diperlukan suatu pemutusan
hubungan dan juga suatu pencangkokan dan penyatuan kembali.
Dia harus mencangkokkan diri dengan Allah, dan juga akan terpaksa
memisahkan diri dari dunia serta segala macam hubungan dan daya
tariknya. Tidak berarti bahwa dia sama sekali memisahkan diri
dari dunia lalu dia akan meraih hubungan dan cangkokan ini.
Meliankan sambil hidup di dunia dia hidup terpisah darinya.
Inilah keperkasaan dan keberanian. Dan yang dimaksud dengan
(hidup) terpisah adalah , gerakan-gerakan dan tarikan-tarikan
dunia tidak dapat mempengaruhinya, dan dia tidak akan
mendahulukan perkara-perkara itu, melainkan Allahlah yang akan
didahulukkannya.
Tiada suatu gerakan dan hambatan dunia yang akan menghalangi
jalan orang itu , serta tidak dapat menarik orang itu kearah
mereka. Saya baru saja mengatakan bahwa di dunia banyak sekali
hambatan bagi manusia. Seorang isteri atau suami dapat saja
menjadi rahzan atau penghalang. Allah pun telah memperlihatkan
contohnya. Allah telah memberikan pelajaran kepada kita tentang
satu larangan dimana dampaknya pertama-pertama telah menimpa
seorang wanita (Hawa), kemudian barulah Adam a.s.
Banyak sekali orang-orang yang mengerti dan memahami bahwa kata-
kata saya ini benar. Dan mereka mengatakan semuanya ini benar dan
tepat, namun tatkala dikatakan kepada mereka , "Mengapa kalian
tidak menerima dan mengamalkannya?", maka mereka mengatakan,
"Oorang-orang akan mencela kami." Jadi dengan menganngap bahwa
orang-orang akan mencelanya, inilah suatu urat nadi yang
memutuskannya dari Allah. Sebab apabila di dalam hati terdapat
rasa takut akan Allah , dan manusia berada di bawah pemerintahan
keagungan serta kekuasaanNya, maka bagaimana mungkin dia dapat
mempedulikan yang lain? Apabila pemikiran yang berbau syirik ini
sudah lenyap dari hati, barulah segala sesuatunya akan tampak
lebih hina dan lebih lemah dari bangkai serta cacing. Jika
seluruh dunia pun menyatu ingin melawan , maka tidaklah mungkin
orang seperti itu akan terhalang untuk menerima kebenaran....
bersambung...
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Nadri Saaduddin,
Jalan Rambutan B-32
Telp. (+62-0765) 93072
Duri 28884,
Riau Daratan, INDONESIA
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER...
LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....!
Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come....
For further details contact Ahmadiyya Mission anywhere over the world.
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
> ----------
> From: Nadri Saadudin[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Reply To: [EMAIL PROTECTED]
> Sent: Monday, March 01, 1999 8:25 AM
> To: 'Tasawuf'
> Subject: [Tasawuf] [19] ISLAM DAN BAI'AT....
>
> Bismillahirrahmanirrahim
> Assalamu'alaikum wr.wb.
>
> TULISAN-TULISAN HAZRAT MIRZA GHULAM AHMAD SEHUBUNGAN DENGAN
> BAI'AT....20)
>
>
> BAI'AT DAN TABATTAL......2
>
> Pada tanggal 13 September 1901 Hz. Masih Mau'ud a.s. menguraikan
> tentang "tabattal" dan kaitannya dengan "bai'at"....
>
>
> Ikrar "Bai'at" , pemutusan hubungan dan pencangkokan rohani.....
>
> "Bai'at" yang dilakukan di tangan saya adalah akan mendahulukan
> agama dari pada dunia, dan akan menganggap saya sebagai orang
> yang telah diutus oleh Allah sebagai UtusanNya dan yang merupakan
> orang yang dijanjikan oleh Rasullah SAW sebagai "hakaman
> adalan"..., sebagai imam. Dan akan memnyetujui segala keputusan
> saya dengan hati yang sejuk dan lapang."
>
> Akan tetapi apabila seseorang, setelah mengikrarkan janji ini
> masih tetap juga tidak menyetujui suatu keputusan saya dengan
> senang hati, bahkan dia menemukan suatu ganjalan serta hambatan
> dalam hatinya, maka benar-benarlah dia tidak akan meraih
> "tabattal" sepenuhnhya. Dan dia juga tidak akan mencapai
> kedudukan yang dijanjikan oleh "tabattal" itu. Dan pada jalannya
> masih tersisa hambatan-hambatan dan belenggu-belenggu hawa nafsu
> serta hubungan-hubungan dunia. Dan dia belum keluar dari tabir-
> tabir itu , dan hanya dengan merobeknyalah manusia itu dapat
> meraih kedudukan tersebut. Selama dia belum memotong diri dari
> pohon dunia dan belum mencangkokkan diri terhadap dahan
> "Uluhiyah" (ketuhanan) maka kehijauan dan kesuburannya tidaklah
> mungkin bisa diharapkan.
>
> Lihatlah, jika dahan dari sebuah pohon dipotong , dia tidak akan
> berbuah dan berbunga. Tidak peduli apakah kalian meletakkannya
> dalam air dan menggunakan seluruh unsur kehidupan baginya
> seperti pada bentuk semula, sampai kapanpun dia tidak akan
> berbuah. Demikian pula selama manusia belum tercangkok dan
> menyatu dengan seorang "shadiq", maka dia tidak akan dapat meraih
> kekuatan untuk menyerap kerohanian. Sebagaimana dahan yang
> sepotong dan terpisah itu tidak bisa tumbuh hijau oleh air,
> demikian pula manusia tidak akan mendapatkan hasil bila
> hubungannya putus dan terpisah dari Ketuhanan. Jadi bagi manusia
> untuk menjadi "mutabattal" , juga diperlukan suatu pemutusan
> hubungan dan juga suatu pencangkokan dan penyatuan kembali.
>
> Dia harus mencangkokkan diri dengan Allah, dan juga akan terpaksa
> memisahkan diri dari dunia serta segala macam hubungan dan daya
> tariknya. Tidak berarti bahwa dia sama sekali memisahkan diri
> dari dunia lalu dia akan meraih hubungan dan cangkokan ini.
> Meliankan sambil hidup di dunia dia hidup terpisah darinya.
> Inilah keperkasaan dan keberanian. Dan yang dimaksud dengan
> (hidup) terpisah adalah , gerakan-gerakan dan tarikan-tarikan
> dunia tidak dapat mempengaruhinya, dan dia tidak akan
> mendahulukan perkara-perkara itu, melainkan Allahlah yang akan
> didahulukkannya.
>
> Tiada suatu gerakan dan hambatan dunia yang akan menghalangi
> jalan orang itu , serta tidak dapat menarik orang itu kearah
> mereka. Saya baru saja mengatakan bahwa di dunia banyak sekali
> hambatan bagi manusia. Seorang isteri atau suami dapat saja
> menjadi rahzan atau penghalang. Allah pun telah memperlihatkan
> contohnya. Allah telah memberikan pelajaran kepada kita tentang
> satu larangan dimana dampaknya pertama-pertama telah menimpa
> seorang wanita (Hawa), kemudian barulah Adam a.s.
>
> Banyak sekali orang-orang yang mengerti dan memahami bahwa kata-
> kata saya ini benar. Dan mereka mengatakan semuanya ini benar dan
> tepat, namun tatkala dikatakan kepada mereka , "Mengapa kalian
> tidak menerima dan mengamalkannya?", maka mereka mengatakan,
> "Oorang-orang akan mencela kami." Jadi dengan menganngap bahwa
> orang-orang akan mencelanya, inilah suatu urat nadi yang
> memutuskannya dari Allah. Sebab apabila di dalam hati terdapat
> rasa takut akan Allah , dan manusia berada di bawah pemerintahan
> keagungan serta kekuasaanNya, maka bagaimana mungkin dia dapat
> mempedulikan yang lain? Apabila pemikiran yang berbau syirik ini
> sudah lenyap dari hati, barulah segala sesuatunya akan tampak
> lebih hina dan lebih lemah dari bangkai serta cacing. Jika
> seluruh dunia pun menyatu ingin melawan , maka tidaklah mungkin
> orang seperti itu akan terhalang untuk menerima kebenaran....
>
> bersambung...
>
> bersambung.....
>
>
> Wassalamu'alaikum wr.wb.
> Nadri Saaduddin,
> Jalan Rambutan B-32
> Telp. (+62-0765) 93072
> Duri 28884,
> Riau Daratan, INDONESIA
> --------------------------------------------------------------------------
> --
> ---------------------------
> THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER...
> LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....!
> Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come....
> For further details contact Ahmadiyya Mission anywhere over the world.
> --------------------------------------------------------------------------
> --
> ---------------------------
>
>
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)