Waalaikumussalam Wr. Wb

Mas Ali dan rekan-rekan. Tidak banyak gunanya memaparkan lebih detail
peristiwa tsb. Karena bagi sebagian orang hanya dikatakan bahwa itu musyrik,
bahwa itu paranormal, bahwa itu berita dari Jin, dsb...

Dan lagi, apabila kita sedikit mengerti konsepsi takdir secara benar...
Bukanlah hal yang sulit bagi Allah untuk mengangkat rencana bencana ini,
apabila umat Indonesia menyadari semua kejadian ini, kemudian bertaubat dan
berserah diri padda Allah (Ingat kejadian Nabi Yunus A.S).

Jadi dalam memahami berita langit tsb, seharusnya bagi kita ini mensikapinya
sebagai warning...
Untuk mempersiapkan diri kita kepada keimanan, dengan taubat dan berserah
diri pada-Nya.

Dan kalaulah kita mampu berserah diri (semoga Allah memberikan rahmat-Nya
untuk saya dan kita semua), berita langit ini (baik senang maupun susah)
harusnya disambut dengan gembira. Bagaikan anak lulus SMA, mendapat khabar
bahwa Bulan Juni akan UMPTN... mereka bahagia, karena tentu setelah UMPTN
akan jelaslah baginya bahwa ia akan naik kelas (masuk PT). Tapi memang hal
itu dapat terjadi kalau si Anak SMA telah mempersiapkan untu Ujian. Kalau
tidak siap, yang ada hanya perasaan takut tidak lulus saja...

Sehingga semua ujian, baik menyenang ataupun menyusahkan, dirasakan sebagai
sebuah kenikmatan.




-----Original Message-----
From: Ali Abidin <[EMAIL PROTECTED]>
To: '[EMAIL PROTECTED]' <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Friday, March 05, 1999 8:16 AM
Subject: RE: [Tasawuf] Berita Langit (was Jihad ! - Kerusuhan Ambon)


Assalaamu 'alaikum wr. wb.

Saya takut bila mendengar berita langit seperti ini. Untuk orang yang
sudah tinggi tingkatannya maka 'sejumput pengetahuan' Allah yang
dilimpahkan kepadanya atas kejadian di masa mendatang mungkin tidak
membuat takut. Tetapi buat saya yang ndeso ini tentunya membuat takut
bahwa bencana akan semakin mendaki hingga mencapai klimaksnya suatu
ketika, padahal saya selalu berdoa (dan sudah berharap dikabulkan)
cukuplah sudah bencana yang dialami bangsa Indonesia ini. Saya yang
ndeso ini khawatir pada orangtua, anak, istri.

Lha wong saya yang ndeso ini masih bingung pada konsep berserah diri
secara benar yang dikatakan adalah mendengar tuntunan jiwa muthmainnah.
Lha wong saya ndak pernah merasa mendengar tuntunan jiwa Muthmainnah.
Lha wong saya ini cuman menuruti apa yang baik menurut bangun pikir
saya.

Barangkali lebih baik saya tidak mengetahui kejadian apapun di masa
mendatang. Berita langit berupa banjir, penyakit, dan bencana tersebut
buat orang seperti saya hanya membuat saya merasa tidak berdaya.
Biarkan saya bergulat di masa kini untuk memperbaiki situasi di masa
mendatang.

Kalaupun saya dipaksa mengetahui berita langit tentang keadaan di masa
mendatang maka mbok ya jangan sepotong-sepotong. Kalau saya harus tahu
kejadian mendatang maka berikan gambaran utuh biar saya tidak lagi
ragu-ragu melangkah. Karena dengan berita bencana yang sepotong
sana-sini membuat saya ragu-ragu bahwa apapun yang saya lakukan saat ini
berupa pengorbanan tenaga & harta hanyalah sia-sia, barangkali lebih
baik saya menunda pengorbanan tersebut pada saat lain saja. Justru
berita bencana hanyalah menunda saya dalam berbuat apapun.

Wassalaamu 'alaikum wr. wb.







---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke