Assalamualaikum..
Lalu bagaimana sikap kita terhadap ayat Allah dikaitkan dengan pembantaian
kaum muslim oleh Nashara (sesuai berita langit tsb.), yang menyatakan:
Wa qootiluu fii sabiilillahil ladziina yuqootiluunakum wa laa ta'taduu....
"Dan bunuhlah mereka di jalan Allah, yaitu orang-orang yang membunuhmu dan
janganlah kamu melebihi batas"?
Siapakah yang dimaksud mereka di sini?
Apakah orang-orang yang berangkat perang sebelum mendapat petunjuk menjadi
sia-sia, padahal mereka berpegang teguh pada ayat di atas tersebut?
Lalu apakah tindakan kita di sini ketika mendengar saudara-saudara kita
(itupun kalau kita nganggap mereka saudara kita) dibantai karena agamanya
yang sama dengan kita?
Lalu bagaimana dengan hadits shahih:
Raja'naa minal jihaadil ashgar ilaa jihadul akbar
"Kita kembali dari jihad kecil menuju jihad besar"
Maa hua yaa Rasulullah?
"Apakah yang dimaksud jihad akbar tersebut?
Jihaadun Nafs
"Jihad melawan (hawa) Nafs"??
Mohon maaf.
Wassalamualaikum.

On Fri, 5 Mar 1999, Ali Abidin wrote:

> Assalaamu 'alaikum wr. wb.
> 
> Saya takut bila mendengar berita langit seperti ini. Untuk orang yang
> sudah tinggi tingkatannya maka 'sejumput pengetahuan' Allah yang
> dilimpahkan kepadanya atas kejadian di masa mendatang mungkin tidak
> membuat takut. Tetapi buat saya yang ndeso ini tentunya membuat takut
> bahwa bencana akan semakin mendaki hingga mencapai klimaksnya suatu
> ketika, padahal saya selalu berdoa (dan sudah berharap dikabulkan)
> cukuplah sudah bencana yang dialami bangsa Indonesia ini. Saya yang
> ndeso ini khawatir pada orangtua, anak, istri.
> 
> Lha wong saya yang ndeso ini masih bingung pada konsep berserah diri
> secara benar yang dikatakan adalah mendengar tuntunan jiwa muthmainnah.
> Lha wong saya ndak pernah merasa mendengar tuntunan jiwa Muthmainnah.
> Lha wong saya ini cuman menuruti apa yang baik menurut bangun pikir
> saya. 
> 
> Barangkali lebih baik saya tidak mengetahui kejadian apapun di masa
> mendatang. Berita langit berupa banjir, penyakit, dan bencana tersebut
> buat orang seperti saya hanya membuat saya merasa tidak berdaya.
> Biarkan saya bergulat di masa kini untuk memperbaiki situasi di masa
> mendatang.
> 
> Kalaupun saya dipaksa mengetahui berita langit tentang keadaan di masa
> mendatang maka mbok ya jangan sepotong-sepotong. Kalau saya harus tahu
> kejadian mendatang maka berikan gambaran utuh biar saya tidak lagi
> ragu-ragu melangkah. Karena dengan berita bencana yang sepotong
> sana-sini membuat saya ragu-ragu bahwa apapun yang saya lakukan saat ini
> berupa pengorbanan tenaga & harta hanyalah sia-sia, barangkali lebih
> baik saya menunda pengorbanan tersebut pada saat lain saja. Justru
> berita bencana hanyalah menunda saya dalam berbuat apapun.
> 
> Wassalaamu 'alaikum wr. wb.
> 
> >----------
> >From:        Imam Suhadi[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> >Sent:        Thursday, 4 March 1999 14:48
> >To:  [EMAIL PROTECTED]
> >Subject:     Re: [Tasawuf] Jihad ! - Kerusuhan Ambon
> >
> >Assalamu'alaikum Wr. Wb
> >
> >Dear Brothers & Sisters Tasawuf
> >
> >HIKMAH PERISTIWA
> >
> >Berapa tahun yang lalu, ketika Indonesia masih aman tentram, makmur, dan
> >banyak masyarakat  lupa diri, ada seorang sufi di Bandung  yang saat  itu
> >saya bertemu dengannya mengatakan bahwa Indonesia akan mengalami gejolak dan
> >bencana.
> >
> >Dalam bencana ini, hanya orang-orang  yang menegakkan agama Allah, yang akan
> >diselamatkan oleh Allah.
> >
> >Dan seperti sunnatullah sebelum ini, umat beriman selalu menang dalam jumlah
> >(kuantitas) yang sedikit bukan dalam jumlah yang banyak.
> >
> >Dan dua bulan lalu, saya juga bertemu dengan seorang sufi di Ujungpandang
> >mengatakan serupa.
> >Bahkan lebih spesifik, beliau mengatakan bahwa beliau "melihat" bagaimana
> >umat Islam dari Sumatera sampai Irian Jaya di hancurkan oleh kaum nasrani,
> >dengan berbagai cara.
> >
> >Mulai dari kasus Ninja, Kupang, Ambon, bahkan kalau kita ketahui pada saat
> >Idul Fitri kemarin terjadi kerusuhan di 14 kota yang umumnya kota mayoritas
> >non muslim.
> >
> >Tentu di wilayah yang muslim mayoritas, pembantaian tidak dilakukan secara
> >konfrontatif antara muslim dan non muslim, tetapi dengan membayar (mengadu)
> >sesama muslim.
> >
> >Belum lagi bencana alam (banjir, dsb) serta penyakit yang jauh lebih parah
> >dari kondisi sekarang.
> >
> >Dari bencana-bencana tersebut, beliau juga mengatakan, HANYA orang -orang
> >yang beriman yang kan diselamatkan Allah.
> >
> >Bahkan lebih ekstrim beliau mengatakan, bahwa ini merupakan proses
> >klasifikasi antara umat  yang beriman dengan yang tidak, sehingga nanti
> >tinggal tersisa umat yang beriman, yang Allah mencintainya dan merekapun
> >mencintai Allah. Mereka ridlo kepada Allah, dan Allah ridlo kepada mereka.
> >Generasi (kelompok) inilah yang pada suatu saat akan ditolong Allah untuk
> >mengangkat Islam bangkit keseluruh penjuru dunia. Menurut  sufi yang lain
> >lagi (bukan kedua sufi diatas : red) dibangkitkan dan dimulai dengan
> >mercusuarnya kebangkitan Islam dari kota BANDUNG.
> >
> >Karena itu yang harus menjadi bekal bagi kita adalah TAUBATAN NASUHA dan
> >BERSERAH DIRI, sehingga kelak Allah memberikan rahmat-Nya untuk menjadikan
> >kita hamba yang BERIMAN (menegakkan agama Allah minimal dalam diri kita).
> >
> >
> >PERANG
> >
> >=Terlepas dari kasus Ambon=
> >
> >Dalam Islam penentuan waktu perang tidaklah gegabah. Karena disisi Allah,
> >perang bukanlah sekedar untuk membela diri atau menghacurkan lawan. Tapi
> >perang mempunyai muatan untuk pensucian diri orang-orang yang berperang.
> >Itulah kenapa di Al Qur'an dijanjikan merekan yang berperang masuk kedalam
> >golongan mutahharun.
> >
> >Dan inilah jawaban kenapa pada zaman Nabi SAW tidak ada pola pembersihan
> >jiwa yang dilakukan dengan dzikir-dzikir (seperti pada banyaak thariqah)
> >atau dilakukan dengan latihan berserah diri lain yang dibimbing Sang
> >Mursyid... karena fungsi pembersihan jiwanya (pada zaman Nabi SAW) telah
> >dilakukan ketika orang ikut ke medan perang. (Catatan : pembersihan jiwa
> >juga dapat terjadi dengan seorang berserah diri terhaadap ujian yang
> >menimpanya, misalnya : kemiskinan, sakit, dsb)
> >
> >Untuk itu disisi orang-orang yang mampu menerima petunjuk Allah, mereka baru
> >berperang setelah datang perintah dari Allah untuk melakukan hal tsb. Karena
> >mengumumkan perang baginya adalah tanggung jawab baginya (bukan hanya kepada
> >dirinya) tetapi kepada orang-orang yang diserukan untuk berperang. Karena
> >sekali lagi, fungsi perang bukan semata-mata untuk membela diri dan
> >menghancurkan musuh... Tetapi PENSUCIAN JIWA orang-orang yang berperang.
> >
> >Untuk itu, kadang ada stereotip yang dikatakan orang bahwa para sufi tidak
> >mementingkan jihad perang...
> >
> >Itu keliru!
> >Berbeda dengan orang yang tidak sanggup menerima petunjuk Allah, mereka
> >tidak menentukan perang menurut hawa nafsunya, tetapi menurut petunjuk Allah
> >SWT.
> >
> >Untuk itu...
> >Persiapkanlah bekal kita selalu.
> >Bekal yang mutlak, yaitu Iman. Yang hanya dapat diperoleh dengan rahmat
> >Allah, akibat Taubat kita yang sungguh-sungguh serta keberserahan diri kita
> >(keluar dari dominasi hawa nafsu).
> >
> >Sehingga  suatu saat...
> >Kalau terjadi perintah berperang dari Allah melalui orang-orang yang sanggup
> >menerima petunjuk...
> >Kita pun tidak lari pontang-panting...
> >Kita pun tidak mencari beribu-ribu alasan...
> >Karena diri kita sudah dapat berlepas dari dunia.
> >Hidup dan Mati kita hanya untuk Allah semata
> >
> >Wassalamu'alaikum Wr. Wb
> >
> >Mohon Maaf
> >Imam Suhadi
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >---------------------------------------------------------------------
> >Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> >Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> >Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
> >Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> 
> ---------------------------------------------------------------------
> Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
> Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
> 
> 
> 
> 
> 
> 


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke