Assalamu'alaikum Wr. Wb
Tambahan saja sedikit.
Ketika rekan-rekan mengkaji Al Qur'an dan menemukan kata Ad-Diin, cobalah
jangan mempersepsikan hal itu sekedar berarti agama (agama Islam, Nasrani,
Yahudi, dsb).
Tertapi Ad-Diin sebagai komponen komprehensif :
1. Iman - Iman - Tauhid
2. Islam - Amal - Syariah Lahir
3. Ihsan - Shalih - Syariah Bathin
Sehingga dapat ditemukan titik temu peringatan Allah dalam Al Qur'an.
Contoh:
"Lakum Diinukum Wa liyadiina" sering diartikan untuk mu agamamu (non Islam)
dan untukku agamaku (islam).
Namun sesungguhnya ini lebih luas, untukmu Ad-Diin mu dan untuk ku Ad-Diin
ku.
Pernyataan Al Qur'an ini dapat berlaku bagi kita semua yang bergama Islam,
terhadap perbedaan pandangan dan pengamalan tentang Ad-Diin.
atau:
"Laa Ikra ha fiddiina" sering diartikan Tidak ada paksaan untuk bergama
(memeluk Islam).
Namun sesungguhnya inii mempunyai muatan yang lebih luas, yaitu Tidak ada
paksaan untuk ber Ad-Diin (mngerti dan mengamalkan konsepsi Ad-Diin : Iman -
Islam -Ihsan)
Untuk itu dalam banyak posting saya, saya tidak merubah kata Ad-Diin menjadi
agama untuk memudahkaan kita mencerna hal ini.
Hal ini sangat eksplisit diungkap dalam hadits yang berap waktu lalu kita
bahas, ketika Nabii SAW sedang dalam majelis bersama para sahabat, dan
kemudian datang seseorang (malaikat jibril) menanyakan tentang Iman,
Islam, dan Ihsan.
Setelah malaikat jibril pergi... Nabi SAW mengatakan : itu adalah malaikat
Jibril yang mengajarkan kepada kita mengenai "AD-DIIN".
Wallahu'alam
-----Original Message-----
From: Ali Abidin <[EMAIL PROTECTED]>
To: '[EMAIL PROTECTED]' <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Friday, March 05, 1999 10:39 AM
Subject: RE: [Tasawuf] Berita Langit
Assalaamu 'alaikum wr. wb.
Saya jadi tertarik akan ayat-ayat dimana Allah mengatakan bahwa "Aku
akan menggantikan kalian dengan umat lain yang lebih baik". Saya cuman
mencoba ilmu gothak-gathuk ala QuraishShihab.
Ada 4 petunjuk Allah yang barangkali menjadi saling menerangkan satu
sama lainnya yaitu QS 5:54, QS 47:38 QS 2:153-155 dan hadist nabi
tentang 'Al-Wahn'.
QS 5:54 adalah ayat yang sering dikutip untuk menerangkan berita langit
seputar bencana di Indonesia. Ada beberapa titik yang saya perhatikan di
sini yaitu:
1. ditujukan kepada "alladhiina Aamanu" (bukan mukminun atau
al-mukminun)
2. mengatakan "man yartadna minkum an diinihi" (bila kalian berpaling
dari diin-Nya)
3. bila 'Alladhiina Aamanu' tersebut melakukan 'yartadna min diinillah'
maka akan digantikan dengan kaum lain.
QS 47:33-38 adalah sebagian ayat yang dikutip Bapak Ahmad Anis (QS
47:38) serta dikutip oleh pak Sunarman (QS 47:36) dalam postingnya
barusan. Dalam ayat ini sekali lagi Allah mengatakan kepada
1. "Ayyuhalladhiina Aamanu" QS 47:33
2. bahwa Allah akan menggantikan kalian dengan suatu kaum lain yang
lebih baik. QS 47:38
3. Perbedaannya dengan ayat di atas adalah diceritakan bahwa kaum ini
Kikir terhadap hartanya. Dan sekali lagi dikatakan bahwa dengan Kikir
terhadap hartanya ini maka sesungguhnya kalian telah berpaling.
Yang ketiga adalah hadist yang dikutip saudara Syam_MZ bahwa Rasulullah
bersabda
1. Suatu ketika umat islam itu akan dijarah oleh umat lainnya padahal
ketika itu jumlah umat islam banyak.
2. Bahwa pada saat itu Umat islam menderita Al-Wahn yaitu mencintai
dunia (dan melupakan akhirat).
Terakhir adalah keterangan dari Imam Ja'far Asshodiq (ulama tabiin)
ketika menerangkan QS 2:153-155. Dalam ayat ini Allah menceritakan:
1. Allah sekali lagi berfirman kepada 'Alldziina Aamanu' QS 2:153
2. Bahwa akan ada cobaan dari Allah berupa ketakutan, kelaparan,
kekurangan harta, berkurangnya jiwa dan bahan makanan QS 2:155
3. Bahwa setelah cobaan tersebut Allah akan memberikan berita gembira
bagi orang-orang yang sabar.
------------------
Just Resume
------------------
Pelajaran yang saya ambil adalah:
1. Suatu saat umat islam akan dijarah oleh umat yang lain padahal umat
islam saat itu banyak
2. Sebagian 'Alladhiina aamanu' pada saat itu kikir dan tidak mau
berkorban
3. Allah berfirman bahwa akan ada cobaan berupa ketakutan, kelaparan,
kekurangan harta, berkurangnya jiwa dan bahan makanan
4. Allah berfirman bahwa setelah itu akan datang berita gembira bagi
orang-orang yang sabar (saya kira inilah kaum inilah kaum yang akan
menggantikan kaum sebelumnya, kaum yang lebih baik dari kaum terdahulu
tsb). Akan dibangkitkan 'al-qaim' di tengah kaum yang Allah mencintai
mereka dan mereka mencintai Allah.
Ayat dan hadist tersebut saya kutipkan di bawah ini sbb:
"Umat lain akan meratah kamu dengan rakus sebagaimana anjing-anjing
yang mengelilingi makanan. Sahabat bertanya adakah kerana bilangan
umat Islam yang sedikit? Rasullullah menjawab tidak, bahkan jumlah
kamu masa itu banyak sebagaimana buih di permukaan air. Allah mengikis
perasaan gerun di dalam hati musuh terhadap kamu dan Allah
mencampakkan dalam hati kamu 'al-wahan'. Sahabat bertanya apa dia
wahan itu ya Rasullullah. Jawab Rasullullah 'cintakan dunia dan
bencikan akhirat."
Hai orang-orang yang beriman, ta'atlah kepada Allah dan ta'atlah kepada
rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu" (QS. 47:33)
Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan
Allah kemudian mereka mati dalam keadaaan kafir, maka sekali-kali Allah
tidak akan memberi ampun kepada mereka. (QS. 47:34)
Janganlah kamu lemah dan minta damai padahal kamulah yang di atas dan
Allah-(pun) beserta kamu dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi
(pahala) amal-amalmu. (QS. 47:35)
Sesungguhnya kehidupan dunia hanya permainan dan senda gurau.Dan jika
kamu beriman serta bertaqwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan
Dia tidak akan meminta seluruh harta-hartamu. (QS. 47:36)
Jika Dia meminta harta kepadamu lalu mendesak kamu niscaya kamu akan
kikir dan Dia akan menampakkan kedengkianmu. (QS. 47:37)
Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu)
pada jalan Allah.Maka diantara kamu ada orang yang kikir, dan siapa yang
kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri.Dan
Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang
membutuhkan(Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan menganti
(kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini).
(QS. 47:38)
Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad
dari diin-Nya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah
mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah-lembut
terhadap orang-orang mu'min, yang bersikap keras terhadap orang-orang
kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan
orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siap
yang dihendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha
Mengetahui. (QS. 5:54)
Hai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan shalat sebagai
penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS.
2:153)
Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan
Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup,
tetapi kamu tidak menyadarinya. (QS. 2:154)
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan,
kelaparan, kekurangan harta, berkurangnya jiwa dan bahan makanan. Dan
berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (QS. 2:155)
Penjelasan Imam Jafar AsShodiq tentang ayat QS 2: 155 tsb tentang apa
yang dimaksud dalam ayat tsb sebagai ketakutan, kelaparan, berkurangnya
uang, berkurangnya jiwa, berkurangnya bahan makanan tsb:
- Ketakutan adalah disebabkan dari Penguasa yang Zalim
- Kelaparan disebabkan karena harga yang membumbung
- Berkurangnya uang karena kesalahan dalam management perdagangan dan
tak adanya surplus
- Kurangnya makanan karena banjir
- Kurangnya manusia karena kematian yang tiba-tiba
Dan kemudian berita gembira bagi orang yang Sabar dalam ayat tersebut
adalah akan datangnya "Al-Qaim". Al-Qaim disini biasanya diartikan
sebagai bangkitnya Imam Mahdi.
Wassalaamu 'alaikum wr. wb.
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)