Taufan wrote:
> Orang yang sudah pernah makan " rujak cingur " pasti mempunyai
>perasaan rasa yang berbeda-beda mengenai rasa itu, ada yang bilang " PEDAS
>", KURANG PEDAS, SANGAT PEDAS, SANGAT-SANGAT PEDAS SEKALI, bahkan ada yang
>nyeleneh kata PAk Sunarman rasanya " ASIN " ?????, tapi semua itu mereka
>yang merasakan Rujak tersebut sepakat bahwa itu adalah RUJAK !!!!
> (ini sekedar suatu contoh gambaran saja)
> Sehingga kita akhirnya TAHU, bukan TAHU karena KATA ANU, SIANU,
>SISYEKH ANU,
> Tapi kita TAHU karena KITA Merasakan dan mengalaminya sendiri,
> Orang yang membimbing saya, mengatakan pada saya, kalau Kakak (
>beliau adalah Kakak saya, yang telah bertemu Diri ) hanya menceritakan
saja,
>maka habislah cerita Kakak sampai disini, habis itu kamu menceritakan lagi
>keorang lain spt kata KAKAK SAYA, dst hingga akhirnya cerita bersambung itu
>menjadi terlupakan oleh mu !
> spt bahwa berwudhu itu spt ini, sholat, haji dll, kalau kamu hanya
>tahu syariatnya saja, tanpa kamu tahu metode ( tharikat)nya, makna/arti (
>Hakikat)nya, seperti apa.
> Sehingga kita sholat hanya jasmani saja yang terlihat Sholat, tapi
>Ruhaninya melayang entah kemana-mana.
Kembali ke masalah rujak di atas. Satu rujak di makan sekumpulan orang, dan
menghasilkan pendapat berupa rasa yang berbeda-beda. Padahal rujaknya sama.
Apakah ini tidak menimbulkan perbedaan dalam hal ajaran. Dan akibatnya
terbentuk kelompok berdasar perbedaan tersebut. Ada kelompok pedas, kelompok
sangat pedas, kelompok tidak pedas, dst. Apakah ini terbukti terjadi bias
antara maksud pembuat rujak dan pemakannya. (Maaf mungkin analogi kurang
sesuai).
Sekarang cara lain. asumsikan:
Pembuat Rujak = Alloh
Rujak = Qur`an
kadar pedas = makna sebenarnya dari Qur`an yang diinginkan Alloh
Pemakan rujak pertama = Malaikat jibril
Pemakan rujak kedua = Nabi Muhammad
Pemakan rujak setelah pertama dan kedua = Umat
Pembuat rujak berkeinginan membuat rujak pedas, setelah itu ia menerangkan
ke pemakan rujak pertama bahwa ia membuat rujak pedas, dengan menerangkan
komposisinya, lomboknya berapa, terasi seberapa, garam seberapa, lengkap
juga dengan bagaimana memakannya supaya enak, juga bagaimana rasanya.
Kemudian baru pemakan rujak pertama memakan rujak tersebut. Terus ia
memberikan rujak itu ke pemakan rujak kedua dengan lengkap keterangan
seperti yang diterangkan si pembuat rujak. Nah disini semua pemakan rujak
mengerti apa yang dimaksud dengan si pembuat rujak, bagaimana komposisi,
rasa dsb. Pengertian itu sama untuk setiap orang. Nah sekarang masalah orang
yang satu merasa bahwa rujak itu tidak pedas sedang yang lain sangat pedas,
ataupun sangat pedas sekali. Itu semua hanya kebenaran relatif (walaupun
semua merasakannya sendiri), kebenaran yang hak dan pasti benar hanya yang
berasal dari si pembuat rujak. Dan kebenaran itu ialah rujaknya pedas.
Titik. Nah sekarang supaya pemakan rujak dapat merasakan rujak tersebut
sesuai dengan kehendak si pembuat rujak, ia harus merubah kebenaran
relatifnya tersebut dengan berusa untuk lebih mengerti keterangan-keterangan
yang bersangkutan dengan rujak tersebut.
Rozy
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)