>Sekarang cara lain. asumsikan:
>Pembuat Rujak = Alloh
>Rujak = Qur`an
>kadar pedas = makna sebenarnya dari Qur`an yang diinginkan Alloh
>Pemakan rujak pertama = Malaikat jibril
>Pemakan rujak kedua = Nabi Muhammad
>Pemakan rujak setelah pertama dan kedua = Umat
>Pembuat rujak berkeinginan membuat rujak pedas, setelah itu ia menerangkan
>ke pemakan rujak pertama bahwa ia membuat rujak pedas, dengan menerangkan
>komposisinya, lomboknya berapa, terasi seberapa, garam seberapa, lengkap
>juga dengan bagaimana memakannya supaya enak, juga bagaimana rasanya.
>Kemudian baru pemakan rujak pertama memakan rujak tersebut. Terus ia
>memberikan rujak itu ke pemakan rujak kedua dengan lengkap keterangan
>seperti yang diterangkan si pembuat rujak. Nah disini semua pemakan rujak
>mengerti apa yang dimaksud dengan si pembuat rujak, bagaimana komposisi,
>rasa dsb. Pengertian itu sama untuk setiap orang.
Menurut saya tidak! Tahapan itu masih persis sama dari
Allah-Jibril-Rasulullah.
Untuk selanjutnya tidak persis sama.
>Nah sekarang masalah orang yang satu merasa bahwa rujak itu tidak pedas
sedang >yang lain sangat pedas,
>ataupun sangat pedas sekali. Itu semua hanya kebenaran relatif (walaupun
>semua merasakannya sendiri),...
Itulah masalahnya! Bervariasinya rasa pedas,sangat pedas tadi karena faktor
manusia itu sendiri. Mungkin yang satu sedang sariawan, sakit gigi, biasa
makan
pedas, yang lain mungkin tidak pernah makan cabe. Ini yang perlu dibenahi.
>..kebenaran yang hak dan pasti benar hanya yang berasal dari si pembuat
rujak
>Dan kebenaran itu ialah rujaknya pedas.
>Titik. Nah sekarang supaya pemakan rujak dapat merasakan rujak tersebut
>sesuai dengan kehendak si pembuat rujak, ia harus merubah kebenaran
>relatifnya tersebut dengan berusa untuk lebih mengerti
keterangan-keterangan
>yang bersangkutan dengan rujak tersebut.
Lalu apakah orang-orang itu punya password untuk tanya langsung kepada
pembuat
rujak? Bagaimana caranya ?
Atau hanya tanya kepada koleksi buku resep rujak, Atau tanya kepada
orang yang pernah membaca resep rujak?
Atau tanya kepada guru tempat kursus resep rujak?
Adakah buku atau guru yang mampu menjelaskan rasa rujak?
Seandainya pembuat rujak itu Mas Rozy. Menurut anda rasanya PEDAS! Jadi
kata
kuncinya adalah PEDAS, bukan agak pedas, sangat pedas atau asin atau yang
lain.
Yang memakan rujak anda itu misalnya saya, pak Sunarman, Mas Panca, mas
Taufan.
Kami merasakan berbeda-beda, ada pedas sekali, ada yang tidak pedas, ada
yang
agak pedas. Padahal yang benar adalah PEDAS khan?.
Mungkin anda menyalahkan kami karena kami tidak merasakan 'pedasnya-anda'.
Kemudian anda kumpulkan seribu orang untuk merasakan pedasnya rujak anda
itu,
maka menurut pendapat saya akan ada seribu macam rasa pula dari rujak anda
itu
(sebagaimana 1000-rasa pemangsa rujak).
Jadi agar pemakan rujak itu dapat merasakan pedas seperti yang anda
rasakan,
maka perlu adanya 'penyatuan rasa' antara rasa-anda dengan rasa-para
pemakan
rujak. Kalaupun tidak persis paling tidak 90% mendekati.
Itulah yang digarap oleh para ahli Siir (tasawuf), untuk bisa memahami
bukan
hanya dari baca atau kursus resep rujak, tapi juga mencoba mencium,
merasakan
lezatnya rujak itu dengan rasa yang benar.
Kurang lebih mohon maaf,
Wassalamu'alaikum w rwb,
Wargino
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)