[8/15] ISA AL MASIH DALAM AL-QUR'AN DAN BIBEL.....


Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum wr.wb.

                   Topik kedelapan : Seputar penyaliban Nabi Isa ....6)
                        Dosa warisan dan  Penebusan dosa.............2)
                                                                       
Bukti  lainnya  juga mengenai ketidakbenaran ajaran  tsb  kita  peroleh
daripada  keyataan bahwa Penebusan Dosa Yesus sekali-kali  tidak  mampu
membersihkan  hati manusia selama seribu sembilan ratus sembilan  puluh
enam  tahun  semenjak "anak Allah" menitis kedalam rahim  Siti  Maryam.
Setiap tahun selalu saja terbit daftar-daftar yang sarat dengan catatan
mengenai   peristiwa-peristiwa  pelanggaran  hukum   didunia   Kristen.
Seadainya  dikatakan  bahwa  mereka  melakukan  yang  melakukan  tindak
pelanggaran  hukum tidak mematuhi Al-Kitab atau Bibel,  lantas  kembali
kita  ajukan  pertanyaan :"Kalau demikian keadaannya maka  apa  gunanya
Penebusan  Dosa  itu?" Jika dikatakan bahwa hikmah Penebusan  Dosa  itu
terletak  pada bahwa ajaran tsb menghilangkan dampak buruk, maka  dapat
juga kita katakan bahwa hal inipun salah.

Jika  Penebusan Dosa membuahkan tukang yang pandai, tukang tembok  yang
terampil,  buruh  yang  baik  dan engineer  yang  brilliant  maka  kita
bersedia  mengakui  bahwa Penebusan Dosa Yesus telah menghasilkan  buah
yang  baik.  Akan tetapi, jika dikatakan bahwa tujuan agama ialah  agar
manusia  mencapai martabat kesucian rohani , maka dalam hal  ini  agama
Kristen  tidak berhasil. Bahkan penulis-penulis Eropa dan  Amerika  pun
mengakui  bahwa didalam kawasan akhlak dan kesucian batin  dunia  Islam
lebih maju katimbang dunia Kristen.

Dikatakan bahwa keadilan Tuhan tidak dapat disempurnakan kecuali dengan
jalan  Penebusan  Dosa Yesus. Akan tetapi ajaran itu sendiri  melanggar
norma  keadilan, sebab Yesus sendiri adalah pribadi yang tidak berdosa.
Adalah tidak adil kalau mengalihkan beban yang harus dipikul oleh orang
yang berdosa kepada orang yang tidak berdosa. Orang-orang Kristen tentu
akan  menjawab bahwa Yesus berkuasa atas kehidupannya sendiri dan bahwa
beliau  menyerahkan nyawanya dengan rela hati. Untuk menjawab  hal  ini
kita ketengahkan apa yang  dijelaskan dalam Matius 26:39 :

Maka  ia  maju  sedikit,  lalu  sujud dan berdoa  kata-Nya:"Ya  Bapaku,
jikalau  sekiranya  mungkin  biarlah cawan  (kematian)  ini  lalu  dari
padaku.......

Kemudian  Yesus  berseru dengan nyaring dan menyayat hati:  "Eli,  Eli,
lama  sabakhtani?" artinya Allahku, Allahku kenapa Engkau  meninggalkan
Aku?..... ( Matius 27:46).

Kedua  kalimat  doa itu menunjukakan bahwa Yesus sendiri  tidak  dengan
penuh  suka  hati  menyerahkan  hidup beliau  .  Namun  sekalipun  kita
mengakui  bahwa  beliau, taruhlah menyerahkan dirinya dengan  sukarela,
kita  dihadapkan  kepada pertanyaan yang lain lagi  yakni:  Jika  Yesus
berkuasa  atas  kehidupannya,  tidakkah  Tuhan  sendiri  berkuasa  atas
perbuatan-Nya?Jika Yessu dapat memberikan hidup tanpa pamrih,  tidakkah
Tuhan  dapat memberikan hadiah secara cuma-cuma sebagai pengejawantahan
dari sifat Kasih-Nya? Walhasil hukuman Tuhan yang ditimpakan atas Yesus
guna  menebus  dosa-dosa orang lain adalah tidak  sejalan  dengan  peri
Keadilan-Nya.

Umat  kristen mengatakan ..... bahwa mati adalah upah dari dosa. Mereka
mengatakan demikian berdasarkan Kitab Suci mereka . Menurut  paham  ini
upah  dosa orang-orang yang telah dibayar orang lain, tidak perlu mati.
Yesus telah menebus dosa murid-muridnya dengan kematian beliau sendiri.
Tetapi,  apa yang kita saksikan sepanjang masa? Nasib mereka sama  saja
dengan  hamba-hamba  Allah lainnya. Baik itu Missionaris-Missionarisnya
taupun  semua orang Kristen laki-laki perempuan dengan tidak  memandang
etnisnya  tetap  saja menjadi umpan malaikat maut. Semua  mereka  tetap
saja  mati. Hal demikian menunjukkan bahwa apa yang dinamakan Penebusan
Dosa  itu tidak memberi manfaat apapun kepada orang Kristen. Paham  ini
hanyalah  semata-mata  suatu khayalan dan tidak kita  saksikan  buahnya
dimanapun dimuka bumi ini.

Pada hakikatnya, umat Kristen mempunyai salah pengertian tentang sifat-
sifat adil dan belas kasih. mereka mengang menganggap belas kasih itu
lawan dari keadilan. Padahal lawan keadilan adalah bukan lah belas
kasih atau Mahakasihani tetapi adalah ketidakadilan  atau kezaliman.
Keadilan berarti, seseo rang tidak boleh dihukum, karena kesalahannya
dengan hukum tidak setimpal dengan kesalahannya Demikian pula
seseorang harus menerima ganjaran atas amal-amal  baiknya  secara
sepantasnya (yakni hukuman karena sebuah kesalahan janganlah hendaknya
berlebihan dan ganjaran untuk sebuiah perbuatan baik
janganlah kurang dari kepantasan).

Tetapi  segi  pandang umat Kristen, keadilan berarti  tidak  ada  boleh
seorangpun  dikecualikan dari hukuman dan seorang  yang  berbuat  bajik
tidak  boleh  menerima ganjaran lebih besar daripada  yang  semestinya.
Namun  hal  yang  demikian  bukanlah makna  kata  keadilan.  Jika  kita
mengupahkan suatu pkerjaan kepada seorang buruh dengan imbalan  sepuluh
ribu  rupiah  sehari,  tetapi pada petang harinya seusai  bekerja  kita
memberinya  tujuh  ribu  rupiah  alih-alih  sepuluh  ribu  rupiah,  itu
merupakan suatu perbuatan yang tidak adil. Dan, jika kita memberi  lima
belas ribu rupiah, hal demikian adalah tindakan belas kasih.

Allah  jauh dari sifat tidak adil, sebab Dia melimpahkan pahala  kepada
siapapun  dengan  tidak kurang dari semestinya. Jika dia  menganugerahi
hambanya  dengan kadar yang semestinya, Dia itu adil. Akan  tetapi  Dia
sesungguhnya  Maha Kasihani  dengan sifat Kasih sayang sebab  Dia  suka
melimpahkan  ganjaran dengan kadar yang lebih besar dari  semestinya  .
Pendek kata,belas kasih sama sekali tidak bertentangan dengan keadilan.
Oleh  karena  ajaran  Kristen tentang Penebusan Dosa  itu  berlandaskan
dalil bahwa belas kasih tidak dapat disejajarkan dengan keadilan,  maka
jelaslah ajaran tersebut berdiri diatas landasan yang amat keliru.

bersambung
                  
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Nadri Saaduddin,
Jalan Rambutan B-32
Telp. (+62-0765) 93072
Duri 28884,
Riau Daratan, INDONESIA
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER...
LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....!
Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come....
For further details contact Ahmadiyya Mission anywhere over the world.
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke