>Tulisan ini telah dipostingkan dalam beberapa milis dan didiskusikan
dengan
>orang-orang Kristen sendiri seperti di INDONESIA-L, diskusi-sara, paroki
dan
>juga fica-net. Mereka menanggapi dengan wajar-wajar saja.
>Dan sunguh aneh
>sekali saya melihat anda sebagai seorang Islam malah TIDAK SENANG dengan
>tulisan ini.... Dan malah mencemooh lagi! Saya kira kalau anda memandang
>argumentasi saya ini tidak mengena anda bisa mengemukakan bantahan yang
>tentu saja merupakan masukan juga bagi saya.
Assalamu'alaikum wr wb,
Pak Nadri anda benar, saya ini mungkin termasuk orang islam yang aneh, yang
tidak bisa membenci orang-orang kristen. Saya minta maaf belum bisa seperti
yang anda harapkan senang terhadap tulisan anda itu.
Atau mungkin saya ini 'purnawirawan' pembenci orang-orang kristen.
Kalau tulisan saya itu berkesan mencemooh anda, saya minta maaf Pak Nadri
itu karena kelemahan saya dalam berbahasa tulis. Sebenarnya saya tidak
bermaksud demikian.
Kembali pada sifat 'aneh' saya itu.....
Mungkin Pak Nadri atau rekan yang lain bisa memberikan nasehat kepada saya
agar ke-anehan saya itu bisa terobati.
Terus terang saya akui, sifat saya semakin lama kok berubah. Dulu saya juga
suka mengecam orang-orang kristen, bahkan sesama orang islam sendiri yang
tidak sependapat dengan saya (maksud saya dalil yang saya kemukakan).
Misalnya hanya masalah khilafiah dalam sholat atau ibadah lainnya, itu saja
jadi pertengkaran. Tapi lama-kelamaan sifat itu hilang dan berubah menjadi
sifat 'bisa menerima' perbedaan, tentunya tidak harus berganti prinsip
dengan menerima prinsip yang baru.
Saya sering menyatakan dalam tulisan-tulisan saya di milis ini, jangankan
untuk membenci orang lain (orang kristen misalnya), untuk membenci syaitan
rasanya kok susah. Tapi tidak berarti saya mencintai dan bersahabat dengan
syaitan lho. Bagi saya syaitan itu adalah musuh yang tidak harus dibunuh
dan dihabisi, melainkan musuh yang harus dikalahkan dan dikuasai agar
mereka
tidak menguasai kita. Percayalah tanpa syaitan dunia ini jadi in-balance.
Rasanya memang tidak mungkin Allah itu menciptakan sesuatu hanya sia-sia
tanpa manfaat, termasuk syaitan. Menurut pendapat saya dia bermanfaat besar
bagi keseimbangan system di dunia ini. Entah sudah berapa kali saya
menyatakan
hal ini di milis ini, tapi ya begitulah pendapat saya.
Demikian pula orang-orang nasrani yang sudah di nash tidak akan pernah
senang
kepada kita orang-orang islam, tapi tidak berarti itu tidak berhikmah,
bukan
berarti tidak bermanfaat (mungkin anda berpendapat bahwa saya sudah terlalu
parah, karena orang-orang kristen yang sudah demikian kejamnya menindas,
menipu
memfitnah dsb... kepada orang islam kok bermanfaat, apa benar? Silahkan
dipikir sendiri kalau mau sih).
Tentang sikap saya....
Saya bukan berarti apatis terhadap 'serangan' kristen kepada islam, tetapi
sebagai prioritas utama da'wah menurut saya adalah umat islam itu sendiri.
Saya tidak mempunyai data statistik yang dapat dipercaya, tetapi sekedar
kita renungkan bersama, dari hampir 150 juta orang islam di Indonesia ini
Berapa % yang mampu membaca al-quran dengan baik?
Berapa % yang punya al-quran?
Berapa % yang ngerti maksud dari al-quran (tafsir)?
Berapa % yang mengerti makna syahadat dan mengamalkannya dengan baik?
Berapa % yang mengerti dan jalankan sholat dengan baik?
Berapa % yang menjalankan ibadah puasa secara baik?
Berapa % yang ikhlash membayar zakatnya?
Berapa % yang peduli terhadap sesama muslim (melebihi diri sendiri?)
dsb.......... dsb........
Walaupun hanya perkiraan, saya percaya jumlah mereka dibanding jumlah
orang-orang non muslim, masih jauh lebih banyak. Itu berarti lahan da'wah
kita itu lebih banyak di kalangan orang islam sendiri ketimbang non islam.
Saya pikir dengan memperbaiki dan membangun rumah tangga keluarga besar
kita (islam) yang kokoh akan semakin kuat dan secara tidak langsung kita
membangun pertahanan diri dari serangan rayap-rayap misionaris.
Jadi mengapa orang-orang islam itu bisa digerogoti oleh rayap-rayap
misionaris itu bukan semata-mata kesalahan orang kristen, melainkan
juga karena kelemahan kita sendiri.
Kalaupun tulisan pak Nadri itu benar, sepertinya kok berkesan seperti
menabur benih kebencian terhadap orang-orang kristen di dalam keluarga
kita sendiri, yang pada akhirnya akan menjadi permusuhan abadi sepanjang
zaman antara islam-kristen. Bukankan ini hanya menghabiskan waktu kita
dan lupa membangun rumah tangga sendiri yang sudah porak-poranda?
Toh hasilnya pak Nadri sudah tahu, menurut penuturan anda yang sudah
memposting tulisan anda ke beberapa milis kristen, tapi tanggapan mereka
biasa-biasa saja. Tidak lantas berbondong-bondong masuk islam, atau
menghentikan aksi da'wahnya atau menerima konsep analisa pak Nadri.
Janganlah ibarat orang telanjang yang menawarkan baju kepada orang lain.
(maaf saya tidak menentang pendapat/tulisan pak Nadri, ini hanya pendapat
saya saja yang belum tentu kebenarannya).
Atas saran atau pendapat dari rekan-rekan saya tunggu dan terimakasih.
Kurang lebih mohon maaf,
Wassalamu'alaikum w rwb,
Wargino
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)